- Agustus 16, 2026
- Posted by: Astri
- Categories: Articles, Artikel, Events, Peristiwa
Memaknai kemerdekaan tidak selalu diidentikkan dengan perlombaan ketangkasan maupun pawai kemeriahan. Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Trubus Bina Swadaya menggelar semarak Kemerdekaan bertajuk “Kampung Trubus” di Wisma Hijau, Sabtu (15/8/26). Salah satu kegiatannya adalah mengajak warga Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, untuk menjadi pahlawan lingkungan, dengan menekan penumpukan sampah langsung dari sumbernya, yaitu dapur rumah tangga.
Semangat perjuangan masa kini diwujudkan melalui Pelatihan Pembuatan Ekoenzim. Pelatihan tersebut membekali masyarakat dengan keterampilan mengolah limbah organik, seperti sisa potongan sayur dan kulit buah segar, menjadi cairan kaya manfaat, mulai dari pembersih alami, pemurni udara, hingga pupuk organik cair.
Langkah preventif ini hadir di tengah krisis sampah makanan di Indonesia sudah berada pada tahap darurat. Berdasarkan data kajian Food Loss and Waste Indonesia yang dirilis Kementerian PPN/Bappenas pada 2021, sampah makanan menyumbang 39,36% dari total sampah nasional. Setiap tahunnya, sekitar 23 hingga 48 juta ton bahan pangan terbuang sia-sia dari rumah tangga maupun industri kuliner. Penumpukan limbah ini merilis 1.702,9 megaton emisi CO₂ ekuivalen yang memicu pemanasan global.
Limbah dapur yang tak terkelola menjadi ancaman bagi kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, kesadaran dan komitmen untuk memerdekakan diri dari krisis lingkungan harus segera dimulai dari lingkup terkecil, yaitu rumah tangga.
Jika dahulu pahlawan bertempur menggunakan bambu runcing, kini kita bisa menjadi pahlawan lingkungan dengan berbekal kulit buah, sisa sayuran, dan wadah fermentasi di dapur. Pemateri Pelatihan Ekoenzim, Anang Arifin mengatakan, ketimbang membuang sisa bahan pangan ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) hingga kelebihan kapasitas, warga diajak mengolah potongan sayur dan kulit buah segar menjadi cairan ekoenzim kaya manfaat. Olahan ini dapat difungsikan sebagai pembersih alami bebas kimia, pemurni udara, hingga pupuk organik cair untuk menyuburkan tanaman.
“Melalui kebiasaan memilah dan mengolah sampah organik secara mandiri mampu memangkas porsi sampah rumah tangga terbesar. Upaya sederhana ini menegaskan bahwa lingkungan yang bersih dan sehat merupakan hakikat dari kemerdekaan yang seutuhnya,” ujarnya.
Inisiatif pelatihan ini pun mendapat apresiasi dari para peserta yang siap menerapkannya di rumah serta membagikan ilmu tersebut ke wilayah RT dan RW masing-masing.
“Pelatihan ekoenzim di Kampung Trubus ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan kami. Materi yang disampaikan oleh Pak Anang sejatinya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, namun selama ini kami belum menyadari potensi besarnya. Ilmu yang kami dapatkan akan langsung diterapkan dan dibagikan kepada warga di RW 14, demi mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan sejahtera. Terima kasih kepada Bina Trubus Swadaya atas inisiatif luar biasa ini. Semoga Trubus semakin jaya dan terus menebar manfaat,” tutur Sugeng Bagiono, Warga RW 14 Kelurahan Mekarsari.
Senada dengan Sugeng, warga lain Kusmira dari RW 10 Kelurahan Mekarsari mengatakan, “Kami mewakili warga RW 10 merasa sangat beruntung dan berterima kasih kepada Kampung Trubus atas pelatihan ini. Pelatihan ekoenzim benar-benar membuka mata kami bahwa sampah dapur rumah tangga yang biasanya terbuang begitu saja ternyata memiliki nilai guna yang sangat besar. Ilmunya sangat praktis dan inspiratif untuk diterapkan di rumah maupun lingkungan RT/RW, sehingga kami bisa berkontribusi menjaga kebersihan sekaligus menghasilkan produk ramah lingkungan.”
Melalui kegiatan ini, Trubus Bina Swadaya bersama warga Mekarsari membuktikan bahwa merayakan kemerdekaan tak selalu tentang kemeriahan sesaat. Dengan merawat bumi dan mengolah limbah secara mandiri, semangat perjuangan itu terus menyala menghadirkan kemerdekaan yang seutuhnya melalui lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Melalui inisiatif ini, Trubus Bina Swadaya bersama warga Kelurahan Mekarsari membuktikan bahwa makna kemerdekaan tak sebatas perayaan seremonial. Dengan tindakan merawat bumi melalui pengelolaan limbah mandiri menjadi wujud perjuangan modern guna menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.