Dari Gerakan Sosial Ekonomi Menjadi Lembaga Kewirausahaan Sosial

Bina Swadaya adalah lembaga yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat dengan jangkauan pelayanan nasional. Bina Swadaya mempunyai akar sejarah gerakan sosial ekonomi Pancasila sejak era 1950-an yang mengupayakan kegiatan penanggulangan kemiskinan dan meningkatkan keberdayaan masyarakat.

Dalam perkembangannya, Bina Swadaya melakukan langkah-langkah transformasi organisasi untuk mengefektifkan pengembangan program pembangunan sosial dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Bina Swadaya telah bertransformasi menjadi lembaga kewirausahaan sosial, yang terus mengupayakan kemandirian lembaga dan melakukan program-program pemberdayaan masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia.

Event

  • BBWH-85 K-Drama, K-Pop dan K-UMKM Memahami Fenomena Tren Usaha Mikro Ala Korea

    Budaya K-Pop dan K-Drama sudah tidak diragukan lagi mengguncang tren pasar global. Tidak jauh berbeda dengan K-Pop dan K-Drama, K-UMKM juga mendapatkan perhatian lebih dan turut berperan dalam pertumbuhan ekonomi Korea Selatan. Berkaca dengan kesuksesan K-UMKM, para pelaku usaha mikro Indonesia diharapkan dapat mengadopsi inovasi dan teknologi serupa. Trubus Bina Swadaya menyajikan wadah berdiskusi melalui

    Agustus 3, 2023
  • Bincang-Bincang Wisma Hijau (BBWH) Episode 81 Special Episode

    Indonesia Emas 2045 adalah tujuan, sekaligus visi dan misi bersama, untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara yang adil, makmur, berkelanjutan, dan berdaya tahan. Bagaimana mencapai visi tersebut? Apa rencana, program, dan kegiatan yang perlu dilakukan? Siapa yang harus (perlu dilibatkan) melakukannya? Serta bagaimana dengan pendekatan kepada ‘people’ atau masyarakat warga dalam “public – private – people

    Maret 9, 2023
  • BBWH-Bersama Trubus Sejukkan Bumi dengan Pohon

    Sebagai lembaga kewirausahaan, TRUBUS berkomitmen untuk berkontribusi melestarikan bumi dengan menerapkan prinsip ekonomi hijau. Tidak hanya dilakukan sendiri, tetapi juga berkerjasama dengan berbagai stakeholder. Dalam rangka memperingati Hari Gerakan Satu Juta Pohon, Bincang-Bincang Wisma Hijau # 78 bertema mengajak bapak/ibu menumbuhkan kepedulian dan menyadari pentingnya menjaga kelestarian bumi untuk meminimalkan dampak kerusakan dan bencana alam

    Januari 11, 2023
  • Sorgum sebagai Solusi Pangan Potensial dan Antisipasi Dampak Perubahan Iklim

    Krisis iklim berpotensi memengaruhi produksi pertanian serta berdampak terhadap kemampuan dunia memenuhi kebutuhan pangan. Sorgum hadir dan dianggap sebagai alternatif pangan atas krisis iklim yang terjadi. Bincang-Bincang Wisma Hijau #77 dengan tema ‘Sorgum sebagai Solusi Pangan Potensial dan Antisipasi Dampak Perubahan Iklim’ mengajak Bapak/Ibu mengetahui dan mempelajari sorgum sebagai sumber pangan alternatif ramah lingkungan dalam

    November 30, 2022

Artikel dan Berita

See All >

  • Karhutla Terus Berulang, Apa yang Sebenarnya Harus Dibenahi?

    Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak cukup ditangani ketika api sudah muncul. Penanganannya perlu dilakukan sejak tahap pencegahan, dengan memahami pola kejadian, akar masalah, perilaku manusia, serta perubahan penggunaan lahan setelah kebakaran. Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan, Kementerian Kehutanan, Gun Gun Hidayat dalam paparannya di webinar Bincang-Bincang Wisma Hijau, yang mengangkat tema

    September 25, 2026
  • Karhutla 2026 dan Harga yang Harus Dibayar

    Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan hanya persoalan lingkungan. Kabut asap yang ditimbulkan dapat mengganggu aktivitas masyarakat, menekan kegiatan ekonomi, mengurangi penerimaan pajak daerah, serta meningkatkan biaya kesehatan. Karena itu, dampak karhutla perlu dihitung secara lebih menyeluruh, tidak hanya dari luas lahan yang terbakar. Dalam webinar Bincang-Bincang Wisma Hijau, Direktur Ekonomi Digital, Center of Economic

    September 25, 2026
  • 5.540 Titik Sumber Asap Mengepul, 42 Juta Warga Terpapar, Ada Apa dengan Karhutla 2026?

    Kabut asap kembali menjadi perbincangan ketika ribuan titik sumber asap terdeteksi di berbagai wilayah Indonesia sepanjang 2026. Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Belgis Habiba, memaparkan sebaran sumber asap, dampak karhutla terhadap masyarakat, serta persoalan keadilan iklim yang mengiringinya. Paparan tersebut disampaikan dalam webinar bersama Trubus Bina Swadaya melalui platform Bincang-Bincang Wisma Hijau, Kamis (24/9). Kabut

    September 25, 2026
  • Trubus Bina Swadaya Tampilkan Program Berbasis Masyarakat di Sustainability Practitioner Conference ke-11

    Upaya mendorong keberlanjutan tidak cukup berhenti pada strategi dan komitmen. Dampaknya perlu hadir dalam bentuk gerakan yang menyentuh masyarakat dan lingkungan. Perspektif tersebut menjadi bagian dari pesan yang dibawa Trubus Bina Swadaya (TBS) dalam The 11th Sustainability Practitioner Conference (SPC) yang berlangsung di Assembly Hall, Menara Mandiri, Jakarta, Rabu (16/9). Sebagai anggota UN Global Compact

    September 17, 2026
0 +
Tenaga Pendamping Telah Dilatih
0 +
KSM Telah Dikembangkan
0 +
Jiwa Telah Menerima Manfaat

This will close in 87 seconds