- Mei 21, 2026
- Posted by: Astri
- Categories: Articles, Artikel
Bina Trubus Swadaya dipercaya menjadi Liaison Officer (LO) dalam kunjungan CIMB Group yang berkerja sama dengan Global Institute for Tomorrow (GIFT). Kolaborasi ini meluncurkan Junior Leaders Development Programme (JLDP), sebuah program pengembangan kepemimpinan regional.
Program ini mempertemukan 28 talenta muda berbakat CIMB Group dari empat negara di Asia Tenggara, yaitu Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Singapura. Mengombinasikan pembelajaran kelas yang dinamis (dynamic classroom) dan pembelajaran proyek melalui pengalaman langsung (experiential project learning), para bankir muda ini ditantang untuk keluar dari zona nyaman.

Selama dua hari, para peserta diajak terjun langsung memahami kondisi sosial ekonomi masyarakat. Mereka diajak melihat dari dekat praktik pertanian serta upaya pelestarian lingkungan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dan Desa Galudra, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Pemilihan lokasi di Desa Galudra dan kawasan TNGGP ini merupakan rekomendasi dari Bina Trubus Swadaya. Wilayah ini dinilai sangat merepresentasikan dilema sosial ekonomi, di mana mata pencaharian masyarakatnya masih sangat bergantung pada lahan yang seharusnya menjadi kawasan konservasi TNGGP.
Selama kegiatan berlangsung, peserta diajak mengasah pemikiran kritis guna mencari jalan tengah. Mereka dituntut merumuskan solusi agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan ekonomi tanpa merusak atau mengorbankan kelestarian kawasan konservasi. Para bankir ini juga diwajibkan merekomendasikan rancangan model atau inisiatif yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi warga, sekaligus selaras dengan keberlanjutan ekosistem di TNGGP.
Managing Director GIFT ASEAN, Piyal Kadila, menyampaikan apresiasinya atas peran Bina Trubus Swadaya dalam menjembatani program ini ke realitas dan kondisi di lapangan.
“Bina Trubus Swadaya merupakan mitra sekaligus kolaborator yang sangat baik, terutama dalam memperkuat keberlanjutan proyek ini. Mereka memberikan kami akses ke berbagai stakeholders lokal, khususnya petani atau kelompok masyarakat, hingga para pembuat kebijakan di pemerintahan,” ujar Piyal dalam sesi wawancara di sela-sela kegiatan di Desa Galudra, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (20/4).
Menurutnya, agenda yang disusun oleh Bina Trubus Swadaya berhasil membuka mata para bankir muda CIMB Group mengenai pentingnya menyesuaikan solusi dengan konteks lokal. Kehadiran tim Bina Trubus Swadaya yang menguasai kondisi lapangan sangat membantu peserta dalam menggali informasi secara cepat dan melakukan komunikasi dua arah yang efektif.
“Selama kegiatan ini, para peserta telah berinteraksi dengan berbagai pihak, termasuk para pembuat kebijakan dan pemerintah. Hasilnya, kami dapat benar-benar memahami isu-isu di lapangan dan mengaitkannya dengan kondisi yang sebenarnya,” tambahnya.
Program JLDP ini juga sukses memicu pertukaran ide. Para banjir muda, terutama yang berasal dari Indonesia dan Malaysia, ditantang untuk menyelesaikan permasalahan lokal di Indonesia sekaligus mengasah keterampilan leadership mereka menggunakan perspektif ASEAN yang lebih luas.
Melalui interaksi langsung dengan petani, masyarakat pedesaan, sektor swasta, dan pemerintah, peserta diajak membawa pola pikir (systems thinking) ini kembali ke negara masing-masing untuk melihat isu-isu pertanian dan tantangan di sektor tersebut. Piyal menambahkan, pembelajaran dari Bina Trubus Swadaya memperdalam pengetahuan dan pemahaman mereka mengenai isu ini. “Penting untuk memahami regulasi yang sudah ada maupun rencananya ke depan, termasuk bagaimana pemerintah mengelola anggaran untuk memastikan keberlanjutan upaya konservasi. Kita juga harus melihat bagaimana melibatkan sektor swasta, serta mendorong keterlibatan penerima manfaat (petani) dan warga desa agar mau berpartisipasi aktif. Dengan begitu, setiap solusi dapat berjalan dengan baik. Terima kasih banyak Bina Swadaya dan tim,” tutup Piyal.

Tak hanya belajar di lapangan, pada hari kedua rombongan CIMB Group dan GIFT juga berkesematan berkunjung dan berdiskusi langsug ke kantor Bina Trubus Swadaya. Kunjungan ini bertujuan untuk mnegetahui lebih dalam mengenai unit-unit bisnis yang dimiliki oleh Bina Swadaya serta bagaimana model bisnis sosial ini dijalankan secara berkelanjutan.