Bina Trubus Swadaya Tantang Bankir Muda ASEAN Rumuskan Solusi Permasalahan Ekonomi-Konservasi di Cianjur

Bina Trubus Swadaya dipercaya menjadi Liaison Officer (LO) dalam kunjungan CIMB Group yang berkerja sama dengan Global Institute for Tomorrow (GIFT). Kolaborasi ini meluncurkan Junior Leaders Development Programme (JLDP), sebuah program pengembangan kepemimpinan regional.

Program ini mempertemukan 28 talenta muda berbakat CIMB Group dari empat negara di Asia Tenggara, Yaitu Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Singapura. Kegiatan ini mengombinasikan pembelajaran kelas yang dinamis (dynamic classroom) dan pembelajaran proyek melalui pengalaman langsung (experiential project learning), para bankir muda ini ditantang untuk keluar dari zona nyaman.

Para peserta diajak untuk terjun langsung memahami kondisi sosial ekonomi masyarakat, serta melihat dari dekat praktik pertanian dan upaya pelestarian lingkungan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dan Desa Galudra, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang dilaksanakan selama dua hari 20—21 April 2026.

Pemilihan lokasi di Desa Galudra dan kawasan TNGGP ini direkomendasikan langsung oleh Bina Trubus Swadaya. Wilayah ini dinilai sangat merepresentasikan dilema sosial ekonomi. Di lokasi tersebut, mata pencaharian masyarakat sangat bergantung pada lahan yang seharusnya menjadi kawasan konservasi TNGGP.

Selama kegiatan berlangsung, peserta diajak untuk mengasah pemikiran kritis guna mencari jalan tengah. Mereka dituntut merumuskan solusi agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan ekonomi tanpa merusak atau mengorbankan kelestarian kawasan konservasi. Para bankir ini juga diwajibkan merekomendasikan rancangan model atau inisiatif yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi warga, yang selaras dengan keberlanjutan ekosistem di TNGGP.

Managing Director GIFT ASEAN, Piyal Kadila, menyampaikan apresiasinya atas peran Bina Trubus Swadaya dalam menjembatani program ini ke realitas dan kondisi di lapangan.

“Bina Trubus Swadaya merupakan mitra sekaligus kolaborator yang sangat baik, terutama dalam memperkuat keberlanjutan proyek ini. mereka memberikan kami akses ke berbagai stakeholders lokal, khususnya petani atau kelompok masyarakat, termasuk para pembuat kebijakan dan pemerintahan,” ujar Piyal dalam sesi wawancara.

Menurutnya, agenda yang telah disusun oleh Bina Trubus Swadaya berhasil membuka mata para bankir muda CIMB Group mengenai pentingnya menyesuaikan solusi dengan konteks lokal. Kehadiran tim Bina Trubus Swadaya yang menguasai konteks sangat membantu peserta dalam menggali informasi secara instan dan melakukan komunikasi dua arah yang efektif.

“Selama kegiatan ini, para peserta telah berinteraksi dengan beberapa stakeholders, termasuk jajaran pengambil kebijakan di tingkat Kementerian Kehutanan. Langkah ini sangat penting untuk memahami regulasi yang ada, arah kebijakan ke depan, manajemen anggaran pemerintah, hingga strategi menghasilkan pendapatan demi memastikan keberlanjutan upaya konservasi,” tambahnya.

Program JLDP ini juga sukses memicu pertukaran ide. Para banjir muda, terutama yang berasal dari Indonesia dan Malaysia, ditantang untuk menyelesaikan permasalahan lokal di Indonesia namun dengan menggunakan perspektif ASEAN yang lebih luas.

Melalui interaksi langsung dengan petani, masyarakat pedesaan, sektor swasta, dan pemerintah, peserta diajak membawa pola pikir sistemik (systems thinking) ini kembali ke negara masing-masing. Harapannya, mereka dapat melihat isu-isu pertanian dan tantangan sektor ekologi di tempat asal mereka dengan kacamata yang lebih luas.

“Penting untuk memahami bagaimana melibatkan sektor swasta, serta mendorong stakeholders lokal dan penerima manfaat (petani) dalam memastikan solusi dapat berjalan dengan baik. Terima kasih banyak Bina Swadaya dan tim,” tutup Piyal.



Tinggalkan Balasan