Gandeng Bina Trubus Swadaya, Medco Foundation Berdayakan Warga Tarakan Kelola Sampah Mandiri

Bina Trubus Swadaya kembali memperkuat komitmennya dalam program pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Mengemban amanah dari Medco Foundation dan Medco E&P Tarakan, Bina Trubus Swadaya memberikan pelatihan dan pendampingan pengelolaan sampah bagi warga Kota Tarakan. Pelatihan ini berlangsung selama dua hari, pada 10—11 Juni 2026, bertempat di Aula Kantor Kelurahan Mamburungan Timur, Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Medco Foundation mempercayakan Bina Trubus Swadaya melatih kemandirian warga lokal dalam mengurai persoalan sampah rumah tangga. Pelatihan ini dilaksanakan untuk mengubah masalah lingkungan yang dihadapi masyarakat menjadi peluang produktif yang bernilai ekonomi.

Sebagai fasilitator berpengalaman, Bina Trubus Swadaya merangkul 50 peserta yang berasal dari berbagai unsur masyarakat, seperti tokoh pesantren, para Ketua RT di Kelurahan Mamburungan Timur, kelompok perempuan, penggerak pemuda, hingga jajaran aparatur kelurahan setempat. Agar transformasi ilmu berjalan efektif, tim fasilitator menerapkan pembelajaran partisipatif yang tidak membosankan. Melalui kombinasi pemaparan materi, simulasi skenario lapangan, diskusi kelompok terarah, hingga praktik pembuatan produk secara langsung, seluruh peserta diajak terlibat aktif sehingga memiliki kesiapan teknis untuk langsung mengaplikasikannya di lingkungan masing-masing.

Dalam sesi pemaparan awal, tim ahli Bina Trubus Swadaya memaparkan potret nyata kondisi kedaruratan sampah. Merujuk pada data bersumber dari GoodStats, kontribusi sumber sampah terbesar di Indonesia didominasi oleh sektor Rumah Tangga sebesar 56,7%, disusul Pasar (13,7%), Perniagaan (7,6%), Fasilitas Publik (7%), dan Perkantoran serta kawasan lain. Dari aspek jenisnya, sisa makanan menempati porsi tertinggi mencapai 40,76%, disusul sampah plastik (13,29%) serta kayu/ranting (20,49%).

Kondisi regional Kalimantan Utara juga menjadi sorotan tajam. Berdasarkan Estimasi Resmi Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kaltara, total timbulan sampah di provinsi ini mencapai ±140.000 – 155.000 ton/tahun (±383 – 425 ton/hari). Dari jumlah tersebut, Kota Tarakan menjadi penyumbang terbesar dengan timbulan mencapai 160-175 ton/hari, di mana kapasitas sampah yang terkelola baru berkisar 45-55%. Sisanya berisiko menumpuk tanpa penanganan optimal jika komunitinya tidak bergerak aktif.

Materi yang disusun oleh tim ahli Bina Trubus Swadaya menekankan pada konsep pemanfaatan kembali secara berkelanjutan. Peserta dibekali pemahaman mengenai tata cara pemilahan limbah sejak dari dapur rumah tangga, penguatan manajemen kolektif melalui sistem bank sampah untuk menangkap potensi ekonomi dari sampah non-organik, hingga metode praktis hilirisasi sampah organik.

Masyarakat diajak memaksimalkan pemanfaatan kawasan melalui konsep TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) berskala komunal (minimal melayani 200 rumah tangga sesuai Permen PU No. 3/2013) untuk memotong volume sampah yang dibuang ke TPA.

Pada sesi praktik hulu ke hilir organik, peserta diajarkan cara mengolah sisa makanan dan dedaunan menjadi produk siap guna, seperti pupuk kompos kaya nutrisi, Mikro Organisme Lokal (MOL) sebagai aktivator, serta cairan serbaguna eco-enzyme.

Fasilitator pelatihan Bina Trubus Swadaya, Anang Arifin menjelaskan, selain memberikan pembekalan teknis, Bina Trubus Swadaya juga berkomitmen mengubah pola pikir masyarakat Pihaknya ingin mengedukasi warga dengan sentuhan kreativitas dan metode yang tepat, sampah dapur yang selama ini dibuang bisa diubah menjadi sumber daya yang menghasilkan nilai tambah.

“Selain pembekalan teknis, kami juga mentransformasi pola pikir (mindset) masyarakat. Kami ingin mengedukasi warga bahwa dengan sentuhan kreativitas dan metode yang tepat, sampah dapur yang selama ini dibuang dapat diubah menjadi sumber daya baru yang menghasilkan nilai tambah ekonomi,” ujar Anang Arifin, Fasilitator Pelatihan.

Satu visi untuk bumi dan sesama. Medco Foundation dan Bina Trubus Swadaya bersinergi demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Melalui penguatan aspek sosial dan ekonomi, kolaborasi ini hadir di tengah-tengah masyarakat agar lebih mandiri dan berdaya.

Pascaagenda dua hari ini, Bina Trubus Swadaya berkomitmen untuk terus memantau perkembangan di lapangan. Harapannya, pengetahuan yang telah ditanam dapat tumbuh menjadi budaya baru yang menyehatkan ekosistem sekaligus membawa maslahat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Tarakan.



Tinggalkan Balasan