- November 10, 2025
- Posted by: Astri
- Categories: Articles, Artikel
Kemampuan untuk mengakses, memahami, menyaring, dan memanfaatkan informasi digital dengan cerdas dan bijak telah menjadi keterampilan dasar bagi generasi muda di era ini. Literasi digital kini terintegrasi di hampir seluruh aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, pekerjaan, komunikasi, hingga aktivitas sosial, yang seluruhnya bergantung pada teknologi digital.
Dengan literasi digital yang memadai, mereka mampu memanfaatkan teknologi secara produktif, menyaring informasi dengan kritis, serta melindungi diri dari berbagai risiko negatif seperti hoaks, penipuan online, hingga cyberbullying. Namun, pemerataan akses terhadap infrastruktur digital dan pendampingan yang berkelanjutan dalam penggunaannya masih menjadi tantangan di banyak wilayah, termasuk di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Menjawab kebutuhan ini, ExxonMobil bekerja sama dengan Bina Trubus Swadaya meluncurkan program Lentera Literasi Bojonegoro. Program ini bertujuan mendorong peningkatan kualitas literasi digital bagi pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bojonegoro.
Sebagai pelaksana yang dipercaya ExxonMobil, Bina Trubus Swadaya memberikan pelatihan kepada para siswa, seperti penggunaan media sosial yang cerdas, pengenalan Artificial Intelligence (AI), dan pemanfaatan aplikasi perpustakaan berbasis web. Pelatihan ini memastikan keterampilan digital yang dimiliki peserta sesuai dengan kebutuhan saat kini.
Selain itu, pengembangan infrastruktur literasi digital dengan memfasilitasi pembentukan Spotlite (Spot Literasi) dan Pojok Baca Digital di sekolah. Sebelum adanya program ini, banyak siswa kesulitan mendapatkan bahan bacaan yang menarik. Kini, dengan Pojok Baca Digital yang dihadirkan, mereka dapat mengakses ratusan buku, artikel, dan komik edukatif secara daring menggunakan tablet sekolah. Selain itu, untuk memastikan keseimbangan antara buku digital dan buku fisik, ExxonMobil juga memberikan paket buku cetak untuk melengkapi koleksi pepustakaan sekolah yang terlibat.
Program Lentera Literasi Bojonegoro menargetkan 4.000 pembaca yang memanfaatkan pojok baca digital. Namun, karena tingginya animo para pelajar di Bojonegoro, dalam kurun waktu hanya empat bulan, program ini sukses menarik sekitar 20.000 pembaca.
Pencapaian ini membuktikan bahwa dengan infrastruktur digital yang mudah diakses dan konten edukatif menarik, yang difasilitasi dan didampingi oleh Bina Trubus Swadaya, program ini mampu menarik minat baca pelajar secara signifikan.
“Dulu harus berebut buku di perpustakaan. Sekarang bisa langsung baca lewat Pojok Baca Digital. Banyak bacaan seru, jadi kami lebih semangat belajar,” ujar Keyta, Duta Gentera dari SMPN 1 Kalitidu.
Festival Gentera menjadi puncak kolaborasi ini. pada malam puncak perayaan, para siswa dari kelima sekolah mempresentasikan proyek literasi digital kreatif mereka, seperti kampanye membaca di media sosial sekolah, pembuatan konten video edukatif, hingga tantangan membaca digital yang inovatif.
Kami bangga bahwa Program Lentera Literasi Bojonegoro, hasil kolaborasi ExxonMobil dan Bina Trubus Swadaya, telah diakui oleh pemerintah daerah. Lentera Literasi Bojonegoro ini diharapkan menjadi role model pengembangan literasi digital yang dapat direplikasi di sekolah lain.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Zamroni mengaku bangga dengan capaian ini menurutnya, siswa jadi memiliki kemampuan untuk membaca lebih baik. Sehingga kemampuan nalar siswa bisa lebih terasah dan pemahaman mereka meningkat.