- Januari 29, 2026
- Posted by: Astri
- Categories: Articles, Artikel
Bina Trubus Swadaya melalui unit implementornya Bina Swadaya Konsultan, mengambil peran dalam upaya pengentasan kesenjangan digital di Indonesia. Hal ini diwujudkan melalui pemberian materi dalam Training of Trainers (ToT) Sekolah Internet Komunitas (SIK) Angkatan ke-4 yang diselenggarakan oleh Common Room di Yogyakarta, Senin (12/1/26).
Sebagaimana diketahui, kesenjangan akses digital antara wilayah perkotaan dan pedesaan masih menjadi tantangan serius bagi pembangunan nasional. Direktur Common Room, Gustaff H. Iskandar, menyampaikan, masyarakat pedesaan harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi.
Bina Swadaya Konsultan (BSK) membekali 19 peserta perwakilan 11 SIK dari seluruh Indonesia untuk menjawab berbagai persoalan sosial di lingkungan mereka. Dalam pelatihan ini, BSK bertindak sebagai pemateri dan fasilitator untuk membagikan pengalaman panjang dalam pemberdayaan masyarakat serta pengembangan usaha berbasis komunitas yang memadukan nilai sosial dengan model bisnis yang sehat. Pelatihan ini diproyeksikan mampu mencetak para peserta yang terampil dalam merintis model usaha yang adaptif dan berdaya saing tinggi.
Pelatihan meliputi workshop penyusunan ToC untuk mengidentifikasi masalah sosial yang ingin diselesaikan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan dan praktik pengisian Social Business Model Canvas (SBMC) sebagai alat perencanaan usaha yang berdampak.
Direktur Bina Swadaya Konsultan, Ana Budi Rahayu, yang hadir sebagai pemateri, menjelaskan pemahaman ToC kini menjadi kompetensi wajib bagi perancang program pemberdayaan.
“ToC memberikan panduan agar setiap intervensi tersusun secara runtut, sehingga sasaran program dapat tercapai dengan dampak yang terukur. Kami ingin teman-teman SIK mampu memetakan perubahan secara sistematis melalui metode ini,” jelas Ana.
SPV Program Bina Swadaya Konsultan, Albertin Yesica Stevani Tumimomor mengatakan, peserta diajak terlibat dalam diskusi kelompok, curah pendapat, hingga studi kasus untuk mengidentifikasi masalah sosial melalui pengisian SBMC sebagai alat perencanaan usaha yang berdampak.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan rencana aksi untuk tiga bulan ke depan sebagai langkah menerjemahkan ide menjadi gerakan, agar peserta mampu mengembangkan social enterprise yang berdaya secara ekonomi sekaligus memberikan manfaat sosial bagi komunitasnya.
Tentang Bina Swadaya Konsultan
Sebagai bagian dari Bina Trubus Swadaya, Bina Swadaya Konsultan berperan sebagai implementor program pengembangan pemberdayaan masyarakat yang berdampak luas dan berkelanjutan.