Artikel

  • Mengubah Cara Pandang Generasi Muda terhadap Pertanian

    Bagi sebagian anak muda, menjadi petani mungkin bukan pilihan karier yang pertama kali terlintas ketika membayangkan masa depan. Pekerjaan ini kerap diasosiasikan dengan pendapatan yang tidak menentu, risiko gagal panen, dan kehidupan yang jauh dari gambaran kesuksesan profesional. Profesi petani bahkan dianggap kurang bergengsi dibandingkan pekerjaan lain yang menawarkan jabatan dan penghasilan tetap. Pandangan tersebut

    Oktober 20, 2026
  • Festival Literasi Jakarta 2026 Hadirkan Bincang Literasi Hingga Bedah Buku hingga Lenong Betawi

    Literasi tak selalu dimulai dari halaman buku. Di Festival Literasi Jakarta 2026, pengunjung diajak menjelajahi dunia literasi melalui dongeng anak, diskusi sastra, musik, hingga gelak tawa dari panggung lenong Betawi. Berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Promenade, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, festival ini memadukan kegiatan literasi dengan kreativitas dan kekayaan budaya lokal. Terbuka

    Oktober 16, 2026
  • Menguatkan Petani, Menumbuhkan Pertanian Organik di Blora

    Penguatan kapasitas petani menjadi salah satu upaya dalam mengembangkan pertanian organik yang berkelanjutan. Melalui Program Pengembangan Pertanian Organik di Kabupaten Blora “Blora Bergelora” yang didukung oleh ExxonMobil Cepu Limited dan dilaksanakan oleh Yayasan Bina Trubus Swadaya menyelenggarakan Pelatihan Usaha Tani dan Pemasaran bagi kelompok tani organik binaan. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan usaha tani dan

    Oktober 13, 2026
  • Trubus Bina Swadaya Jadi Community Partner Mata Lokal Fest 2026

    Trubus Bina Swadaya menjadi community partner dalam Mata Lokal Fest 2026, festival yang diselenggarakan Tribunnews.com, bagian dari Tribun Network di bawah Kompas Gramedia. Mengusung tema “Restore Indonesia: Take Care What Sustains Us”, memasuki penyelenggaraan tahun keempat ini, Mata Lokal Fest menjadi forum untuk mengangkat potensi lokal, merayakan keberagaman, dan memberikan panggung bagi kreativitas dari berbagai

    Oktober 8, 2026
  • Karhutla Terus Berulang, Apa yang Sebenarnya Harus Dibenahi?

    Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak cukup ditangani ketika api sudah muncul. Penanganannya perlu dilakukan sejak tahap pencegahan, dengan memahami pola kejadian, akar masalah, perilaku manusia, serta perubahan penggunaan lahan setelah kebakaran. Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan, Kementerian Kehutanan, Gun Gun Hidayat dalam paparannya di webinar Bincang-Bincang Wisma Hijau, yang mengangkat tema

    September 25, 2026
  • Karhutla 2026 dan Harga yang Harus Dibayar

    Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan hanya persoalan lingkungan. Kabut asap yang ditimbulkan dapat mengganggu aktivitas masyarakat, menekan kegiatan ekonomi, mengurangi penerimaan pajak daerah, serta meningkatkan biaya kesehatan. Karena itu, dampak karhutla perlu dihitung secara lebih menyeluruh, tidak hanya dari luas lahan yang terbakar. Dalam webinar Bincang-Bincang Wisma Hijau, Direktur Ekonomi Digital, Center of Economic

    September 25, 2026