Menguatkan Petani, Menumbuhkan Pertanian Organik di Blora

Penguatan kapasitas petani menjadi salah satu upaya dalam mengembangkan pertanian organik yang berkelanjutan. Melalui Program Pengembangan Pertanian Organik di Kabupaten Blora “Blora Bergelora” yang didukung oleh ExxonMobil Cepu Limited dan dilaksanakan oleh Yayasan Bina Trubus Swadaya menyelenggarakan Pelatihan Usaha Tani dan Pemasaran bagi kelompok tani organik binaan. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan usaha tani dan pemasaran yang berkolaborasi dengan IPB University di Balai Desa Gondel, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, 10–11 Oktober 2026.

Pendampingan petani dilakukan secara bertahap, meliputi penguatan manajemen kelompok, pengenalan pertanian organik, sekolah lapang iklim, hingga perakitan weather station atau stasiun cuaca. Tahapan ini dilanjutkan dengan penguatan pencatatan usaha tani, penghitungan biaya produksi, dan strategi pemasaran agar petani mampu mengelola usaha secara lebih terukur.

Pada hari pertama, pelatihan berfokus pada pencatatan usaha tani, penghitungan harga pokok produksi dan harga pokok penjualan, serta penyusunan strategi pemasaran menggunakan metode Business Model Canvas (BMC). Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta. Pada hari kedua, pelatihan dilanjutkan dengan materi pemasaran digital produk organik yang diikuti sekitar 89 peserta.

Kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Dr. Bayu Krisnamurthi, Ketua Pengurus Yayasan Bina Trubus Swadaya. Menurutnya, pengembangan pertanian organik di Desa Gondel memiliki peluang untuk diperluas dari beras ke komoditas hortikultura, termasuk buah-buahan organik.

“Pengembangan beras organik juga berpeluang diperluas ke komoditas hortikultura, termasuk buah organik, untuk membuka peluang pasar dan meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian,” ujarnya.

Pihaknya menjelaskan bahwa pengembangan pertanian organik di Gondel melibatkan beberapa bentuk kolaborasi, mulai dari pendampingan petani bersama Yayasan Bina Trubus Swadaya dan ExxonMobil Cepu Limited hingga kegiatan capstone mahasiswa Departemen Agribisnis IPB University. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengkaji peluang pemasaran beras organik untuk memasok kebutuhan katering Trubus serta menyusun analisis usaha media tanam organik yang berpotensi dibeli oleh Trubus.

Menurutnya, pengembangan komoditas buah-buahan, seperti alpukat, mangga, nangka, dan jambu air, juga dapat menjadi ciri khas Desa Gondel sekaligus memperluas peluang usaha petani.

Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, menilai edukasi dan pendampingan masih diperlukan untuk mendorong perubahan pola usaha tani menuju sistem organik, baik dalam aspek produksi maupun pemasaran. Ia berharap IPB University dapat mendampingi Desa Gondel melalui konsep satu kampus, satu desa dengan melibatkan berbagai fakultas untuk mendukung pengembangan pertanian.

Pemerintah daerah, lanjut Arief, siap membantu pemasaran produk selama petani mampu menjaga kuantitas, kualitas, dan kontinuitas pasokan. Pemanfaatan teknologi digital juga dinilai dapat membantu memperkenalkan produk pertanian kepada konsumen yang lebih luas. Ia turut meminta kepala desa memantau pengelolaan bantuan bibit agar dapat dimanfaatkan dengan baik.

Dari pihak ExxonMobil Cepu Limited, Wahyu Sadewo menekankan bahwa pemasaran merupakan bagian dari rangkaian usaha pertanian. Produk organik, menurutnya, memiliki keunikan tersendiri dan dapat menjadi salah satu pilihan masyarakat dalam mendukung pola hidup sehat.

Sementara itu, Kepala Desa Gondel, Suko Hadiwiyono, menyoroti kendala pembiayaan yang masih dihadapi petani. Dukungan untuk mengatasi kendala tersebut dinilai diperlukan agar pengembangan produk organik dapat berlanjut.

Pada kesempatan tersebut turut dilakukan penyerahan simbolis 120 bibit tanaman buah beserta media tanam dari Prof. Dr. Bayu Krisnamurthi kepada Bupati Blora. Bibit tersebut terdiri atas alpukat Miki, jambu air Green Giant, nangka Madu, dan mangga Chokanan. Pemilihan tanaman mempertimbangkan kondisi agroklimat Blora dan potensi pengembangannya sebagai komoditas produktif.

Bantuan bibit ini diharapkan menjadi awal pengembangan usaha tani buah di Desa Gondel. Melalui pengelolaan yang baik, mulai dari budidaya hingga pemasaran hasil panen, komoditas tersebut berpotensi menambah sumber pendapatan masyarakat sekaligus memperluas ragam produk organik yang dikembangkan petani.

Kolaborasi antara ExxonMobil Cepu Limited, Yayasan Bina Trubus Swadaya, IPB University, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat memperkuat kapasitas petani serta mendukung pengembangan Desa Gondel sebagai desa organik.



Tinggalkan Balasan