Perkuat Transformasi Social Enterprise, PeaceGeneration Gali Inspirasi ke Bina Trubus Swadaya

Dalam upaya memperkuat struktur lembaga dan mempercepat transformasi menjadi social enterprise yang berkelanjutan, jajaran tim PeaceGeneration Indonesia melakukan kunjungan kelembagaan ke Bina Trubus Swadaya, Senin Selasa, 19—20 Januari 2026. Bagi PeaceGeneration, kunjungan ini dilakukan untuk mendalami strategi pengelolaan social enterprise yang telah matang dan mapan.

Co-Founder sekaligus Executive Director PeaceGeneration Indonesia, Irfan Amali, menuturkan, Bina Trubus Swadaya merupakan salah satu lembaga Social Enterprise tertua di Indonesia yang sukses menjaga keseimbangan antara misi sosial dan profitabilitas. Reputasi inilah yang mendorong PeaceGeneration untuk melakukan studi banding dan konsultasi mendalam.

“Kami datang untuk memahami bagaimana Bina Trubus Swadaya mengelola unit-unit bisnisnya agar tetap relevan dan berdampak luas. kami mengambil pelajaran ini untuk sebagai panduan dalam proses transisi PeaceGeneration menuju model Social Enterprise yang mandiri,” ujar Irfan saat ditemui di Wisma Hijau, Cimanggis, Depok, Selasa (20/1/26).

Irfan memboyong seluruh timnya agar setiap personel memahami dinamika social enterprise yang telah matang agar dapat menciptakan keselarasan visi dalam proses transformasi PeaceGeneration ke depannya.

Kunjungan ini bermula dari pengalaman Dewi Lestari, Finance and business development PeaceGeneration Indonesia. Pada Juni 2025 lalu, ia sempat mengunjungi ke Bina Trubus Swadaya sebagai peserta Business Dialogue Innovation Lab bersama Plus. Pengalaman tersebut meyakinkannya bahwa Bina Trubus Swadaya adalah protopite yang tepat untuk dipelajari oleh seluruh tim PeaceGeneration.

“PeaceGen mendapatkan kesempatan untuk belajar di Bina Trubus Swadaya selama dua hari. Selain berdiskusi dengan Pendiri, Ketua Pengurus, dan para direksi, kami juga berkeliling dan berdiskusi ke unit-unit bisnis di Bina Trubus Swadaya mulai dari Wisma Hijau, Trubus Niaga, Bina Swadaya Konsultan, dan Toko Trubus,” jelas Dewi.

Menurutnya, diskusi intensif tersebut sangat membantu timnya dalam menentukan benchmark bagi arah pengembangan social enterprise PeaceGeneration ke depan.

Dengan mempelajari ekosistem Bina Trubus Swadaya, PeaceGeneration berupaya mengadaptasi nilai pemberdayaan serta sistem bisnis yang telah teruji (established). PeaceGeneration akan mereplikasi model tersebut sehingga menciptakan dampak sosial yang lebih luas berkelanjutan.



Tinggalkan Balasan