- Oktober 16, 2026
- Posted by: Astri
- Categories: Articles, Events
Literasi tak selalu dimulai dari halaman buku. Di Festival Literasi Jakarta 2026, pengunjung diajak menjelajahi dunia literasi melalui dongeng anak, diskusi sastra, musik, hingga gelak tawa dari panggung lenong Betawi. Berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Promenade, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, festival ini memadukan kegiatan literasi dengan kreativitas dan kekayaan budaya lokal.
Terbuka gratis untuk masyarakat, Festival Literasi Jakarta 2026 menghadirkan aktivitas bagi berbagai kelompok usia. Pengunjung dapat berinteraksi dengan komunitas literasi, mengikuti diskusi buku, menyaksikan pertunjukan seni tradisional, hingga menikmati penampilan musisi ternama tanah air.
Kolaborasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta bersama TrubusXperience turut mewarnai rangkaian acara yang menggabungkan literasi, kreativitas, dan kebudayaan.
Berbagai kegiatan dihadirkan, mulai dari baca buku bersama duta baca, bincang literasi, workshop literasi, dongeng, pentas literasi, bazar buku dengan harga terjangkau, hingga Piknik Baca Jakarta.
Sejumlah komunitas yang berpartisipasi antara lain Bale Buku Jakarta, Bukuku.Club, dan Read Aloud Jakarta. Kehadiran mereka membuka kesempatan bagi pengunjung untuk berinteraksi, berbagi pengalaman membaca, serta mengenal kegiatan yang mendorong tumbuhnya budaya literasi.
Bagi anak-anak, festival ini menghadirkan sesi Jalan-Jalan ke Kota Dongeng Bersama Kak Aio. Melalui cerita interaktif, anak-anak diajak menjelajahi dunia imajinasi sekaligus menikmati pengalaman literasi yang menyenangkan.
Pengunjung juga berkesempatan membaca bersama Duta Baca DKI Jakarta 2026, Aisha Putri Safrianty. Kegiatan ini memperkenalkan membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan dan dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, termasuk generasi muda.
Pameran ini juga menghadirkan Workshop Menulis Cerita Jakarta Lewat Pena dan Warna. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak mengolah lika-liku kehidupan ibu kota menjadi karya tulis dan visual. Melalui workshop ini, kita diajak memahami kemampuan membaca seseorang bisa mengekspesikan pengalaman dan menuangkannya melalui karya-karya kreatif.
Kekayaan budaya lokal turut hadir melalui Pentas Literasi Lenong Jakarta dengan lakon Hajatan Bang Jali. Mengandalkan humor khas Betawi, pertunjukan ini menghadirkan hiburan sekaligus menyampaikan pesan moral melalui cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Sebagai seni pertunjukan tradisional, lenong memiliki nilai budaya yang penting untuk terus diperkenalkan kepada generasi muda. Dialog, karakter, dan konflik dalam cerita menjadi sarana untuk mengenal nilai-nilai kehidupan sekaligus memahami warisan budaya Betawi.
Suasana festival semakin semarak dengan penampilan sejumlah musisi, di antaranya Banda Neira, Danilla, Xmash, dan Mighfar Suganda. Kehadiran mereka melengkapi pengalaman pengunjung dengan perpaduan kegiatan literasi, seni, dan musik.