- Juni 22, 2026
- Posted by: Astri
- Categories: Articles, Artikel
Upaya mewujudkan sistem pertanian yang lebih sehat, mandiri, dan ramah lingkungan terus digalakkan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Komitmen ini diwujudkan melalui peluncuran Program Pertanian Organik bertajuk “Blora Bergelora” (Berorganik, Ekologi Responsif, Gerakan Ekonomi Lokal yang Ramah Alam).
Program ini diinisiasi dan didukung penuh oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), dengan menggandeng Bina Trubus Swadaya, pemerintah daerah, serta pemerintah desa setempat. Langkah awal program ini ditandai dengan pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan forum pemangku kepentingan yang digelar di Balai Desa Gondel, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, (21/5/26).
Melalui forum ini, seluruh elemen mulai dari pemerintah, sektor swasta, pendamping program, hingga kelompok tani duduk bersama untuk menyamakan visi. Kolaborasi lintas sektor ini diperkuat demi mendorong pengembangan pertanian organik yang berkelanjutan di Desa Gondel. Menariknya, program ini tidak berorientasi pada peningkatan produktivitas hasil panen saja, namun juga menjaga kelestarian alam dan mendongkrak perekonomian warga desa.
Lokasi acara pun dipadati oleh puluhan perwakilan kelompok tani Desa Gondel yang antusias mengikuti jalannya kegiatan dari awal hingga usai. Kehadiran mereka menegaskan komitmen serta semangat tinggi masyarakat desa untuk belajar dan terlibat langsung dalam menyukseskan program pertanian organik di wilayahnya.
Suasana forum pun menjadi lebih hidup karena para petani tidak hanya mendengarkan paparan. Mereka sangat aktif menyampaikan berbagai pertanyaan, membagikan pengalaman di sawah, serta mengutarakan harapan demi keberhasilan program pertanian organik ini.
Program “Blora Bergelora” ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak yang hadir. Perwakilan ExxonMobil Cepu Limited, Ali Mahmud, menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat mendukung pengembangan pertanian organik di Kabupaten Blora.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Blora, Dasiran, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Blora mendukung penuh pelaksanaan program ini dan berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, Ngaliman, menjelaskan bahwa Desa Gondel dipilih karena dinilai memiliki potensi yang besar serta modal pengalaman dalam pengembangan pertanian organik.
Potensi ekonomi dari program ini juga ditegaskan oleh Sekretaris DP4 Kabupaten Blora, Lilik Setyawan. Menurutnya, peluang pasar beras organik saat ini masih terbuka lebar. Dengan pengelolaan yang baik, pertanian organik dapat menjadi sumber pendapatan baru yang menjanjikan bagi para petani.
Hal senada diungkapkan oleh Kepala Desa Gondel, Suko Hadiwiyono. Pihaknya menyatakan harapan agar program ini mampu meningkatkan kesejahteraan warganya dan menegaskan kesiapan pihak desa untuk mendukung total pelaksanaannya. Optimisme serupa juga diungkapkan oleh Direktur PT Bina Swadaya Kemitraan, Agung Prasetio, yang menilai program ini sebagai upaya dalam membangun desa yang mandiri pangan dan maju secara ekonomi.
Melalui proses pendampingan yang berkelanjutan serta kolaborasi lintas sektor yang kuat, program ini diharapkan mampu mendukung petani Desa Gondel dalam membangun ekosistem pertanian organik yang lebih tangguh, mandiri, dan memiliki daya saing tinggi.