- Maret 11, 2026
- Posted by: Astri
- Categories: Articles, Artikel
Duka akibat bencana hidrometeorologi yang menerjang Aceh Tamian pada November lalu menyisakan tantangan berat. Selain merusak infrastruktur, ekonomi warga pun ikut terguncang dan menjadi sangat rentan. Merespons kondisi tersebut, Yayasan Bina Trubus Swadaya mendapatkan kepercayaan Catholic Relief Services (CRS) untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan guna menjawab tantangan pemulihan pascabencana. Melalui skema Bantuan Non-Tunai Multiguna (MPCA), sebanyak 820 Kepala Keluarga (KK) penyintas bencana di Aceh Tamiang dipastikan akan menerima dana untuk menyambung hidup.
Aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari misi darurat yang digagas oleh konsorsium yang terdiri dari Catholic Relief Services (CRS), Bina Trubus Swadaya, Yayasan Pusaka Indonesia (YPI), dan Forum Konservasi Leuser (FKL).
Menyadari kompleksitas dampak pascabencana, bantuan ini diprioritaskan bagi warga yang paling membutuhkan. Adapun kelompok sasarannya meliputi ibu hamil, ibu menyusui, kepala keluarga perempuan, penyandang disabilitas, dan lanjut usia (lansia).
“Respons yang cepat, terkoordinasi, dan berbasis kebutuhan sangat menentukan dalam meminimalkan dampak bencana,” tutur Agung Project Direktur Bina Trubus Swadaya.
Kehadiran bantuan ini diharapkan menjadi bantalan ekonomi bagi kelompok rentan tersebut guna memastikan kebutuhan pokok tetap terpenuhi di tengah masa sulit.
Sebelum terjun langsung ke lapangan, konsorsium telah melakukan asesmen serta koordinasi intensif. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh mekanisme penyaluran tepat sasaran, serta ketersediaan layanan pendukung di wilayah sasaran sebagai dasar perencanaan dan pelaksanaan program yang tepat sasaran.
Sinergi antarlembaga ini menjadi modal agar penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran, baik secara administratif maupun teknis yang dilakukan untuk memastikan seluruh tim sudah siap sepenuhnya terjun ke lapangan. Bantuan senilai Rp1.000.000 per keluarga ini dijadwalkan akan cair setelah Idulfitri. Proses pencairannya pun dibuat sedemikian rupa agar tidak menyulitkan warga.
Para penerima manfaat hanya perlu mendatangi agen resmi terdekat dan menunjukkan nomor ponsel yang telah terverifikasi. Cara ini dipilih agar proses distribusi menjadi lebih transparan, akuntabel, dan memberikan keleluasaan bagi warga untuk membeli kebutuhan yang paling mendesak.