Lima Tahun MDOD, Bina Swadaya Dampingi 2.000 Peternak Susu Organik

Lebih dari 2.000 peternak sapi perah telah berhasil mengadopsi sistem peternakan organik berkat pendampingan intensif Bina Swadaya. Melalui program Market Driven Organic Dairy (MDOD) yang berjalan selama lima tahun terakhir, BSK sukses memperkuat rantai nilai susu organik di Indonesia.

Hadir sebagai proyek percontohan nasional, program ini mengintegrasikan pengembangan rantai nilai susu sapi organik dari hulu hingga hilir. Tujuannya jelas, membangun sistem peternakan yang tangguh sekaligus memenuhi standar pasar yang semakin selektif.

Program MDOD mengerahkan tim ahli yang terdiri dari koordinator, fasilitator, hingga pakar teknis untuk mendampingi peternak secara intensif. “Kami menempatkan tujuh personel di lapangan guna memastikan pendampingan rutin bagi para peternak,” ujar Koordinator Program MDOD, Bagus Trianggono di Grha Bina Trubus Swadaya, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, baru-baru ini.

Melalui program MDOD, kapasitas produksi susu sapi organik terus menunjukkan tren positif. Menurutnya, berkat pendampingan rutin, para peternak kini tidak saja mahir mengoperasikan mesin susu standar organik, bahkan mampu mendongkrak rata-rata produksi hingga mencapai 1.100 liter per hari, dengan produktivitas per ekor sapi rata-rata 12,5 liter setiap hari.

Bina Swadaya memperkuat ekosistem peternakan organik di Nongkojajar, Kecamatan Tutur, Pasuruan, Jawa Timur, dengan membekali para peternak melalui kompetensi yang meliputi pemahaman organik, pembuatan eco-enzyme, hingga literasi keuangan dan manajemen bisnis demi meningkatkan daya saing di pasar.

Bina Swadaya mengintegrasikan aspek teknis dan manajerial dalam memberdayakan peternak sapi perah di lapangan. Bagus menjelaskan, pihaknya juga membekali peternak dengan kemampuan menyusun action plan, mulai dari pengelolaan keuangan hingga perencanaan pengembangan infrastruktur kandang secara berkelanjutan.

Program MDOD sukses Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) peternakan organik yang diproyeksikan menjadi acuan nasional. Dokumen ini didiskusikan bersama Kementerian Pertanian untuk diselaraskan dengan standar nasional terbaru di sektor peternakan.

Sebagai bentuk penguatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Denmark, program MDOD tengah merampungkan standar peternakan organik yang diproyeksikan menjadi cikal bakal regulasi yang memperkuat kredibilitas produk susu organik dalam negeri.

Menjawab tantangan penyerapan pasar di sektor hilir, Bina Swadaya mulai mengintensifkan koordinasi dengan SEGES (lembaga penelitian dan inovasi pertanian asal Denmark), untuk memperkuat ekosistem pemasaran susu organik nasional. Langkah ini diambil guna memastikan lonjakan produktivitas ternak di hulu selaras dengan kesiapan off-taker dalam menyerap hasil produksi.

“Saat ini kami fokus melakukan penguatan akses pasar untuk menjamin keberlanjutan industri susu organik. Melalui koordinasi pemasaran yang intensif, kami ingin membuktikan bahwa keberlanjutan dan akses pasar berjalan beriringan, peternakan lokal akan tumbuh jauh lebih mandiri dan berdaya saing,” tutupnya.

Tentang Bina Swadaya Konsultan

Sebagai unit implementor pemberdayaan masyarakat di bawah naungan Bina Trubus Swadaya, Bina Swadaya Konsultan (BSK) berfokus pada pengembangan kapasitas, pendampingan masyarakat, serta penyediaan solusi berkelanjutan di sektor pertanian, peternakan, dan lingkungan.



Tinggalkan Balasan