Keswadayaan Perempuan

Keswadayaan Perempuan, Mandiri dari Segala Sektor Sejumlah perempuan mendatangi sebuah rumah di Dusun Kebon Konang, Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Para perempuan berpenampilan sederhana itu membawa sejumlah buku besar kumal. Setelah berkumpul, mereka membahas pembukuan kas kelompok mereka. Siapa sangka jika para ibu yang kebanyakan buruh batik itu tengah mengurus perputaran uang ratusan juta rupiah. Dengan…

Indonesia Swadaya

Sumber: Buletin Bina Swadaya edisi Mei 2007 Soekarno terinsipirasi oleh seorang petani yang bernama Marhen dan kemudian melahirkan marhenisme sebagai paradigma untuk membela wong cilik. Dengan analisis struktural yang serupa, sekelompok pemuda yang bergabung dalam Ikatan Petani Pancasila (cikal bakal Bina Swadaya) meyakini keswadayaan sebagai jalan keluar dari kemiskinan. Sebuah konsepsi yang tidak secantik dan…

Gerakan Bersama Melawan Kemiskinan

Tidak hanya sebuah kegembiraan yang menyelimuti Bambang Ismawan dan Bina Swadaya setelah menerima Penghargaan sebagai Social Entrepreneur of The Year 2006. Namun, sebuah kegundahan terkeruak untuk mendorong wirausahawan sosial bergerak bersama memberantas kemiskinan. Kegundahan tersebut semakin tertumpuk ketika melihat kenyataan kemiskinan di Indonesia melonjak hingga 17,8% penduduk Indonesia. Sayangnya, pemerintah juga tidak mampu menyelesaikan permasalahan…

Mendorong Gerakan Kewirausahaan Sosial

Menyitir pendapat M Yunus, “Ketidakadilan sosial yang marak di dunia, wirausahawan social adalah jawabannya”. Bina Swadaya juga meyakini kebenaran pernyataan yang diungkapkan oleh M Yunus tersebut. Terlebih setelah Bambang Ismawan dianugerahi sebagai Social Entrepreneur of The Year 2006. Namun, penghargaan yang diterima Pak Bambang dan juga Bina Swadaya tersebut melahirkan sebuah tanggungjawab sosial baru. Sebuah…

Social Entrepreneur 2006

Entrepreneur Of The Year 2006 dari Ernst & Young Indonesia Pada tanggal 30 November 2006′ diumumkan bahwa Bapak Bambang Ismawan sebagai penerima penghargaan kategori baru “The Social Entrepreneur Of The Year 2006”. Social Entrepreneur of the Year merupakan kriteria penghargaan baru  di tahun 2006 ini, dan ada 3 finalis untuk kategori ini.

Tumbu Oleh Tutup

Siang hari yang cerah, sekitar pukul 11.00, meski udara sekitar Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) panas, tetapi bernuansa meriah dari para pengunjung yang hadir dalam Trubus Argo Expo 2006. Pameran itu dihadiri para pemenang Lomba Buah Unggul Nasional 2005, pemerhati masalah pertanian, pengusaha, dan para pejabat pemerintah. Sebanyak 204 stand usaha…

Prasasti Hidup Mubyarto

“Kehilangan…” itulah yang perasaan yang menggelayuti para sahabatnya saat mendengar kabar bahwa Prof. Dr. Mubyarto dipanggil Tuhan pada hari Selasa 24 Mei 2005. Kabar duka itu tersiar setelah 4 hari lamanya Muby, demikian ia akrab dipanggil, dirawat di RS Sardjito, Yogyakarta. Sosok sederhana yang memasuki usia 67 tahun itu tak kuasa melawan penyakit paru-paru basah…

PPKM Bina Swadaya: Memaknai Sebuah Komitmen

Awalnya adalah sebuah panggilan. Panggilan itu mengusik para pendiri Bina Swadaya. Terngiang dalam benak mereka, “Kehadiran Bina Swadaya harus mampu mengangkat harkat-martabat masyarakat miskin.” Komitmen itu antara lain diterjemahkan dalam program pelayanan keuangan mikro bagi masyarakat miskin yang membutuhkan modal kerja. Pergumulan pelayanan keuangan mikro Bina Swadaya dimulai dari Program Tabungan Setia Kawan dan Kredit…

Berkutat di Seputar Keswadayaan

Membicarakan keuangan mikro agak sulit untuk membedakan nuansanya, apakah bertujuan membiayai kegiatan produktif ataukah konsumtif mengingat pelaku usaha mikro adalah rumah tangga yang tentu saja informal sifat usahanya. Informal dalam arti tak memiliki badan maupun ijin usaha. Akibatnya sulit pula memisahkan, mana yang penghasilan rumah tangga dengan kegiatan usaha. Maka definisi kredit mikro pun baur,…