Bina Swadaya

Paulus Wirutomo: Perlu Belajar Revolusi Mental dari Korea

Perubahan menuju Indonesia yang lebih baik tidak hanya dilakukan dengan pembangunan fisik dan ekonomi. Perubahan tersebut juga harus tercermin dalam pembangunan sosial dan budayanya. Hal ini disampaikan oleh Sosiolog Paulus Wirutomo dalam WOW Talk di studio Marketeers Radio di masa Pemilu Presiden yang lalu. Indonesia saat ini, menurut Paulus, memiliki pertumbuhan ekonomi yang terbilang lumayan.…

Bina Swadaya

Paulus: Pemerintah Harus Dengar Suara Rakyat Miskin

Guru Besar FISIP Universitas Indonesia (UI) Paulus Wirutomo mengimbau pemerintah agar memperhatikan suara rakyat miskin yang meminta tidak dihapuskannya program beras untuk rakyat miskin (raskin). Menurut Paulus, di Jakarta, Kamis (29/1), pemerintah harus melakukan kajian mendalam dan tidak tergesa-gesa mengubah satu kebijakan, seperti pengadaan raskin yang masih tetap diinginkan rakyat miskin. “Jadi, pemerintah memang seharusnya…

Pengepul Manggis Ini Keluar dari Zona Nyaman

Awal tahun ini saya mengunjungi dua orang sahabat lama saya. Yang satunya, Jodi, pengepul manggis di Cibadak-Sukabumi dan satunya lagi, Hamid,  tukang kayu di Banten. Keduanya memilih hidup jauh dari keramaian: di tengah-tengah kampung di kaki gunung yang sepi, memulai kembali kehidupan dari bawah. Tetapi jangan salah, 20 tahun lalu keduanya dikenal sebagai yuppie (young-urban…

Prospek Perbankan 2015

Tahun 2015 telah di depan mata. Bagaimanaprospek perbankan nasional pada 2015? Sektor apa yang paling gurih untuk digarap bank nasional? Tak dapat disanggah, tahun depan akan sarat dengan tantangan. Pertumbuhan ekonomi nasional masih bakal melambat. Sekiranya bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve alias The Fed jadi menaikkan suku bunga yang kini mencapai 0,25%…

Keluar dari Zona Nyaman

Mungkin inilah yang tidak banyak dimiliki SDM kita: kemampuan untuk keluar dari zona nyaman. Tanpa keterampilan itu, perusahaan-perusahaan Indonesia akan “stuck in the middle,” birokrasi kita sulit “diajak berdansa” menjelajahi dunia baru yang penuh perubahan, dan kaum muda sulit memimpin pembaharuan. Tidak hanya itu, orang-orang tua juga kesulitan mendidik anak-anaknya agar tabah menghadapi kesulitan. Dengan…

BMT alternatif pemberdayaan ekonomi kerakyatan

Oleh Mohammad Anthoni Cukup banyak koperasi yang masih bisa berkembang selama dua dekade terakhir atas inisiatif masyarakat sendiri, di tengah tidak sedikit pula koperasi yang hidup kembang-kempis, bahkan tidak bisa beroperasi lagi.. Jenis yang paling pesat pertumbuhannya adalah koperasi yang bergerak di sektor keuangan, seperti koperasi simpan pinjam atau koperasi jasa keuangan, termasuk yang beroperasi…

Kemasan Ciamik, Produk UKM Melejit

Bagi para pelaku usaha khususnya pemula dan UKM, kerasnya tantangan dalam persaingan usaha adalah hal yang lumrah. Ada banyak batu sandungan yang kerap ditemui yang tak jarang membuat umur usaha mereka menjadi singkat. Masalah-masalah tersebut misalnya modal yang terbatas, kualitas produk tidak standar atau sistem pemasaran yang buruk. Ketiga faktor utama itu sering disebut-sebut sebagai…

Tantangan MEA 2015 Kita Harus “Menyerang”, Bukan “Bertahan”

Pasar bebas dengan bingkai Masyarakat Ekonomi ASEAN akan mulai bergulir pada 2015. Sejauh mana kesiapan Indonesia menghadapinya? Menurut Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi, persiapan Indonesia sudah 88%. Indonesia tidak perlu takut menghadapu MEA 2015, karena kebebasan arus barang sebenarnya sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Apa yang harus dilakukan para pebisnis Tanah Air menghadapi MEA?…

Pendidikan dan Rantai Kemiskinan

KISAH anak-anak dari keluarga kurang mampu yang berhasil menembus perguruan tinggi sudah sering kita dengar. Seperti dialami Raeni, anak tukang becak yang meraih IPK 3,96 di Universitas Negeri Semarang. Ia bahkan mendapat tawaran kuliah S-2 ke Inggris. Setiap kali ke daerah pertanian, saya sering menemukan petani yang melakukan segala upaya agar anak-anaknya jangan lagi jadi…

Anak-anak Kita Bukanlah Burung Dara yang Sayapnya Diikat

Prof Rhenald Kasali @Rhenald_Kasali Pada abad ke-15, seorang pelaut tangguh mengangkat layar kapalnya menyeberangi lautan. Tujuannya adalah pusat rempah-rempah di timur. “India.” Ia berseru pada semua awak kapalnya. “Kita telah mendarat di India.” Anda mungkin sudah bisa mereka siapa yang saya maksud. Ya, dia adalah Christopher Colombus. Alih-alih mendarat di India seperti janjinya pada ratu…