Jengkol untuk Padi

Kulit jengkol  bermanfaat bagi budidaya pertanian tanaman padi sebagai pupuk organik. Dhanang Ajie dan rekan dari Institut Pertanian Bogor merebus 8 kg kulit jengkol yang sudah ditumbuk halus ke dalam 8 liter air. Air menyusut menjadi 6 liter. Ia menyemprotkan air rebusan itu pada tanaman padi. Hasilnya, produksi tanaman yang Powered by WPeMatico

Mulsa untuk Kentang

Modifikasi lingkungan dengan penggunaan mulsa dan ajir meningkatkan efisiensi fotosintesis. Penelitian Moch. Wildan Nugraha dari Jurusan Budidaya Pertanian, Universitas Brawijaya, menunjukkan penggunaan ajir dan mulsa plastik hitam perak meningkatkan bobot segar umbi kentang granola 2,46 kg per 1,3 m². Bandingkan dengan kontrol yang hanya 1,45 kg per 1,3 m² itu Powered by WPeMatico

Bioetanol Limbah Kopi

Pengolahan biji kopi membuang 35% kulit kopi berkadar selulosa 49,87%. Limbah itu melimpah di Indonesia dan belum termanfaatkan. Hasil penelitian Nana Dyah Siswati dari Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Surabaya, Jawa Timur, menunjukkan kulit kopi berpotensi sebagai sumber bioetanol. Nana menghidrolisis kulit kopi menggunakan HCl Powered by WPeMatico

Tepung Biji Kurma

Saat Ramadan, konsumsi kurma meningkat. Masyarakat mengonsumsi daging buah, dan membuang bijinya. Padahal, biji buah Phoenix dactylifera pun dapat menjadi bahan baku tepung kue bergizi tinggi. Itulah hasil penelitian Endang Warsiki dan Lutfi Setiyono dari Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB). Berdasarkan riset itu 100 gram tepung biji kurma Powered by WPeMatico