Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Syalfitri Mengelola Sampah Membangun Sekolah | binaswadaya.org      

Syalfitri Mengelola Sampah Membangun Sekolah

Mengembangkan sekolah sekaligus mengelola sampah. Impian itu sudah lama tumbuh dalam diri Syalfitri (50), aktivis perempuan asal Palembang, Sumatera Selatan. Baru, tahun 2013, gagasan itu terwujud lewat sekolah dan posko kesehatan yang antara lain dibiayai dengan menggunakan sampah.

Syalfitri membangun Taman Kanak-kanak Junjung Birru di sebelah rumahnya di Jalan Demak, Nomor 3, Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang. Satu ruangan, berukuran 3 meter x 5 meter, menjadi bangunan utama sekolah. Satu ruangan lagi, berukuran 3 meter x 4 meter, adalah garasi mobil yang juga dirancang menjadi ruang kelas.

Ruang kelas dihiasi sejumlah produk kerajinan buatan siswa yang bahannya berasal dari sampah non-organik. Sampah tersebut disulap menjadi berbagai produk kerajinan, seperti tas, aksesori, kotak pensil, dan sejumlah barang lain.

”Semua kerajinan ini dibuat oleh anak didik. Biar mereka dapat membuat karya dari lingkungannya sendiri,” ujar Syalfitri saat ditemui di sekolahnya, Rabu (18/1) pagi.

Hasil karya itu pun dapat digunakan untuk sarana belajar. Contohnya, botol yang dijadikan kotak pensil. Tutup botol yang beraneka warna juga dimanfaatkan siswa untuk menyebutkan nama warna dalam bahasa Inggris. Sejumlah karya lain juga dipajang di galeri di samping halaman depan.

Pagi itu, sekitar 35 siswa TK Junjung Birru sedang menggambar dan mewarnai di kelas. Firliya Firdaus (5), salah satu siswa, serius mewarnai gambar komedi putar yang ada di bukunya. Sesekali ia berdiri ke jendela untuk melihat kondisi di luar kelas atau bermain dengan teman sekelasnya sembari berlari-lari.

Lalu, tiba waktu makan siang. ”Ayo sebelum makan, periksa bawah meja,” ajak Syalfitri kepada anak didiknya. Kalau ada sampah, segera dibuang ke tempatnya. ”Baik, Bu,” jawab anak-anak serentak.

Sebelum makan, satu per satu siswa mengantre untuk mencuci tangan. Firliya masuk dalam barisan. Dapat giliran, ia mencuci tangannya dengan bersih. Semua siswa memang terbiasa membersihkan tangan sebelum makan.

Syalfitri mengatakan, semua guru di TK Junjung Birru memiliki misi untuk mengajarkan siswa hidup sehat dan bersih. Bahkan, ada sejumlah lagu bertemakan kebersihan yang selalu disenandungkan sejak mulai belajar.

Dari proses semacam ini, Syalfitri berharap nilai-nilai yang baik tertanam dalam diri siswa, terutama kesadaran untuk menjaga lingkungan. ”Jika dari dini sudah diajarkan bersih dan mencintai lingkungan, maka ketika anak-anak ini sudah besar, sifat itu akan terbawa,” ujarnya.

Bayar dengan sampah

Tidak sebatas di sekolah, Syalfitri juga mengajak setiap siswa untuk menjaga kebersihan di rumah masing-masing. Mereka diminta untuk membawa sampah dari rumah ke sekolah dan kemudian ditabung. Hasil tabungan sampah selanjutnya akan diakumulasikan untuk meringankan biaya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP).

”Ada potongan biaya dari setiap sampah yang dikumpulkan. Bahkan, jika ada siswa yang sering membawa sampah, SPP-nya bisa gratis,” ujarnya.

Syalfitri menerangkan, SPP tetap ada untuk membayar tenaga pengajar di sekolah. Namun, meskipun tergolong murah, masih saja ada orangtua siswa yang tidak mampu membayar. ”Ya, mau diapakan lagi, mereka membayar sesuai dengan kemampuan,” ujarnya.

Ningsih (27), salah satu orangtua murid, mengaku membayar SPP sebesar Rp 60.000 setiap bulan. Namun, ia rutin mengantarkan sampah melalui anaknya yang menjadi siswa di TK tersebut. Dari sana, ia mendapat potongan sampai Rp 20.000 per bulan. ”Selain untuk mengajarkan anak hidup bersih, dengan mengumpulkan sampah, biaya SPP bisa lebih ringan,” katanya.

Syalfitri

Lahir:

Palembang, 18 Oktober 1966

Anak:

  1. Mazdar Auzan (19)
  2. Ardi Hefitra (18)

Pendidikan:

  1. SD 103 Palembang
  2. SMP 2 Palembang
  3. SMA Metodis II Palembang
  4. D-3 Akademi Akuntansi dan Perbankan Palembang
  5. S-1 Fakultas Ekonomi Manajemen Universitas Tamansiswa Palembang
  6. S-1 Fakultas Psikologi Universitas Bina Darma Palembang

Pekerjaan:

  1. General Affair Tomen Corp tahun 1990-1996
  2. Pemilik Yayasan Junjung Birru Palembang 2013-Sekarang

Penghargaan:

Local Hero Pertamina Award 2015

 

Tidak hanya untuk sekolah, tabungan sampah juga berlaku untuk kaum lanjut usia (lansia) yang ingin memeriksa kesehatan satu bulan sekali. Sampah itu kemudian ditimbang, mereka pun mendapatkan pelayanan dan pendidikan kesehatan serta latihan senam bersama.

Hari itu, di halaman rumah Syalfitri dipenuhi kaum lansia yang ingin memeriksakan kesehatannya. Saat itu sedang digelar program posyandu lansia. Satu per satu lansia diperiksa kadar gula dan tekanan darahnya.

Elli Abas (63), salah satunya. Elli Abas sudah tiga tahun mengikuti program posyandu lansia. ”Daripada sampah dibuang begitu saja, lebih baik ditabung dan saya bisa memeriksa kesehatan secara rutin,” ujar Elli Abas.

Mimpi tahun 2009

Niat Syalfitri untuk mendirikan sekolah, bank sampah, posyandu lansia, dan posbindu sebenarnya sudah tumbuh sejak 2009. Saat itu ia prihatin dengan kondisi lingkungan sekitarnya yang masih terlihat kumuh.

Berbekal sejumlah pelatihan yang pernah ia geluti tentang kebersihan, ia membuat skema membersihkan lingkungan lewat edukasi. Sistem itu dinilai sangat efektif.

Baru pada 2013, Syalfitri bisa mewujudkan mimpinya dengan membuka sekolah dan posko kesehatan di dekat rumahnya. Dua lembaga itu antara lain dijalankan bayaran sampah. Sampah itu dikelola dan ditabung dalam bank sampah.

Bagi perempuan itu, menjaga kebersihan adalah hal yang mendasar. Ajaran agama pun menekankan pentingnya kebersihan. Namun, masih banyak orang yang kurang menyadari hal itu. ”Dengan membuat Yayasan Junjung Birru, saya berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan semakin tinggi,” ucapnya.

Syalfitri menerangkan, istilah Junjung Birru memiliki makna bahwa sesuatu hal yang baik harus dikumandangkan dan disebarkan ke permukaan, termasuk menjaga lingkungan dengan pemanfaatan sampah.

Yayasan ini memiliki logo berupa gambar tangan yang membawa kaleng, botol, tutup botol, dan kertas yang di tengahnya terdapat janin manusia. Syalfitri menjelaskan, gambar itu berarti, jika kita tidak menjaga lingkungan, generasi selanjutnya tidak bisa menikmati dan merasakan bersihnya lingkungan.

Dari kerja sosial yang digiatkannya selama ini, Syalfitri sering diundang untuk menjadi pembicara di sejumlah seminar lingkungan. Kesempatan inilah yang ia manfaatkan untuk menyebarkan nilai-nilai kebersihan kepada masyarakat.

Dia berharap program ini dapat didukung oleh pemerintah. Caranya, dengan memanfaatkan hasil karya siswa yang telah mengolah sampah di sejumlah kegiatan. Misalnya, hasil olahan sampah dijadikan cendera mata. ”Ini merupakan bentuk dukungan kepada masyarakat yang telah mengolah sampah,” ucapnya.

Melalui Yayasan Junjung Birru, Syalfitri berusaha menebarkan kesadaran, setiap orang dapat memiliki rasa cinta kebersihan dan menularkannya kepada orang lain. Jika hal itu terus disebarluaskan, tentu dampaknya akan semakin besar. ”Semua dimulai dari hal yang kecil. Jika kita terus tekun, itu akan berdampak besar,” ujarnya.

Belajar untuk menghargai sampah dan lingkungan serta mengembangkan pendidikan dan kesehatan. Pesan itu terus diperjuangkan Syalfitri melalui berbagai usaha sosialnya.

Sumber: http://print.kompas.com

Pertanianku — Beragam jenis makanan sehat banyak menjadi asupan pada saat seseor [...]

Pertanianku — Menghilangkan bekas getah pisang pada baju cukup sulit dilakukan. [...]

Pertanianku — Jeruk memiliki keunikan rasa manis dan asam yang membuatnya terasa [...]

Pertanianku — Bawang merah dan cabai merupakan dua jenis tanaman yang bernilai e [...]

Pertanianku — Ayam arab adalah ayam jenis petelur unggul yang banyak diidolakan [...]

Pertanianku — Tanaman bunga kerap dijadikan tanaman penghias pekarangan rumah. N [...]

Pertanianku — Trik menyimpan buah pisang bisa diterapkan agar buah ini bisa disi [...]

Pertanianku — Buah plum digemari karena dipercaya bisa membantu menurunkan berat [...]

Pertanianku — Biasanya, konsumen menyukai membeli buah yang belum terlalu matang [...]

Pertanianku — Penyakit tular tanah terdiri atas berbagai jenis jamur, bakteri, n [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds