Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
SMK Katolik St. Pius X Insana | binaswadaya.org      

SMK Katolik St. Pius X Insana

Jika anda melintas antara Kefamenanu ke arah Atambua, maka di Km 30 akan ditemui sebuah tempat ziarah Gua Maria Bitauni yang terkenal di antara orang Katolik se NTT. Sebelumnya sekitar 2 Km, adalah sebuah SMK Katolik St. Pius X Insana, yang lebih dikenal dengan SMK Bitauni. Masyarakat sekitar cukup mengenal SMK tersebut sebagai SMK Pertanian dan memang di situlah tempat anak-anak belajar dan berpraktek budidaya pertanian, peternakan, perikanan dan pengolahan hasil pertanian.

smk-bitauni2

Akses masuk di Jalan raya Kefamenanu – Atambua Km. 28

SMK Katolik St. Pius Insana, yang tahun lalu berusia 25 tahun, mempunyai program studi dan kompetensi keahlian di bidang AGRIBISNIS TANAMAAN PANGAN DAN HORTIKULTURA (ATPH), AGRIBISNIS PEMBIBITAN TANAMAN DAN KULTUR JARINGAN (APTKJ), AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS (ATU), AGRIBISNIS TERNAK RUMINANSIA (ATR) dan TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN (TPHP)

SMK Bitauni di pimpin oleh Romo Vincent Manek Mau Pr. sebagai kepala sekolah dan dibantu oleh 33 guru dan staf sekolah. Dibalik pendirian SMK Bitauni ini ada Romo Uskup Emeritus Antonius Pain Ratu SVD. yang mengawal terus sejak berdirinya SMK ini, bahkan beliau sekarang tinggal di sana sejak pensiun.

SMK Bitauni ini menerapkan model sekolah berasrama, baik pria dan wanita. Saat ini anak muridnya berjumlah sekitar 405 orang, terdiri dari 216 murid laki-laki dan 196 murid perempuan. Mereka semua harus tinggal di asrama, ada 4 unit asrama, 2 unit asrama laki-laki dan 2 unit asrama perempuan. Masing-masih asrama mempunyai 2 pendamping, yaitu 2 pendamping laki-laki dan 2 pendamping perempuan, yang bertanggung jawab penuh terhadap kegiatan sehari-hari di asrama dan pendidikan di masing-masing asrama. Para pendamping ini dikoordinir oleh seorang Pastor, yaitu Romo Agus Klau. Untuk pendamping usaha produksi dan pemasaran dikelola oleh Romo Yeremias Seran Pr.

smk-bitauni-asr-putra

Asrama Putra

smk-bitauni-asr-putri2

Asrama Putri

 

Kegiatan pendidikan dan asrama cukup ketat dan disiplin tinggi, ada empat prinsip utama yang menjadi perhatian dalam pembinaan dan pendampingan siswa-siswi baik di sekolah maupun di asrama, antara lain:

1. DISIPLIN (TAAT DAN TEPAT) : Disiplin menjadi salah satu syarat penting mencapai kesuksesan. Hidup berdisiplin harus dimulai sejak masa pendidikan, bahkan harus dimulai sejak usia dini. Sikap disiplin terwujud lewat tindakan taat dan tepat waktu. Taat pada aturan dan tata tertib yang berlaku di sekolah maupun di asrama. Sejak bangun tidur hingga tidur malam, ada aturan dan tata tertib yang mengatur. Semuanya itu bertujuan baik dan mulia. Aturan yang ketat dan pengontrolan yang rutin, mampu membentuk sikap taat dan tepat waktu bagi peserta didik semua

2. TANGGUNG JAWAB : Dalam kehidupan bersama, setiap orang dituntut untuk memiliki rasa tanggung jawab. Terutama bertanggungjawab atas hal-hal umum yang menunjang kegiatan bersama; bertanggungjawab atas semua tugas yang dipercayakan, baik secara pribadi maupun kelompok. Setiap tugas yang dipercayakan harus diselesaikan dengan tuntas dan tepat waktu. Setiap siswa telah dibagi lahan sekian meter, untuk usaha pribadi demi menunjang kehidupan harian mereka. Menanam sayuran dan buah-buahan.

3. JUJUR : Krisis terbesar yang sedang dihadapi oleh bangsa kita adalah krisis kejujuran. Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) menjadi isu sentral yang realistis sepanjang zaman. Virus KKN kini masuk dan merasuk hingga ke semua lini kehidupan. Berhadapan dengan realitas seperti ini, maka setiap kita sebagai anak bangsa harus bertanggungjawab. Kesadaran hidup jujur harus dibina sejak masa pendidikan. Jujur dengan diri sendiri, jujur dengan orang lain. Jujur mengakui kelemahan sendiri dan menghargai kelebihan orang lain.

4. CINTA BUDAYA : Kebudayaan sebagai warisan leluhur harus terus dipelihara dan dilestarikan. Melalui berbagai kegiatan ektrakurikuler pementasan budaya, para siswa dimotivasi untuk memiliki rasa cinta akan budaya sendiri sambil terus belajar dari kebudayaan orang lain

smk-bitauni3   smk-bitauni4

Keberhasilan SMK Bitauni tidak terlepas dari ketatnya pengaturan jadwal bagi para siswa untuk bisa hidup mandiri sesuai dengan aturan dan jadwal yang sudah ditetapkan.

Bangun tidur sudah dimulai sejak pukul 04:30, sesudah bangun tidur, membersihkan lingkungan kompleks asrama, sesuai dengan pos kerja yang telah dibagikan dengan waktu ± 30 menit.

Siswa-siswi yang memiliki giliran memasak, mereka melakukan kegiatan memasak, sedangkan yang lain langsung mandi dan mempersiapkan diri untuk perayaan Ekaristi pukul 05:30. Perayaan Ekaristi berlangsung hanya ± 30 menit. Seusai Perayaan Ekaristi, mereka kembali ke asrama dan langsung makan, tepat pukul 06:30, semua sudah harus berada di sekolah.

Kegiatan di sekolah berlangsung sejak pukul 06:30-13:30. Pukul 13:30-14:30 siswa-siswi mempersiapkan makan siang untuk mereka. Selesai makan siang, siswa-siswi wajib istirahat siang kurang lebih 1(satu) jam.

Pukul 15:30, lonceng benrbunyi tanda kegiatan sore dimulai. Jadwal sore dibagi secara merata antara kerja bakti asrama dan kegiatan olahraga.

Hari senin adalah jadwal kegiatan kerja bakti di asrama. Hari Selasa, dan Jumat adalah jadwal kegiatan di sekolah dengan pembagian pos kerja masing-masing, Hari Rabu, Sabtu dan Minggu adalah jadwal kegiatan Olahraga. Hari Kamis menjadi hari kegiatan di unit produksi masing-masing setiap jurusan

Kegiatan sore hanya berlangsung 1(satu) jam, yaitu pukul 16:00-17:00. Selesai kegiatan-kegiatan umum seperti di atas, waktu sore hari juga digunakan untuk kegIatan di unit masing-masing. Misalnya bagi program keahlian Pertanian, mereka akan ke lahan masing-masing dan mulai menanam, menyiram, membersihkan tanaman dan sayuran. Sedangkan bagi yang Program Keahlian Peternakan, mereka akan ke kandang dan memberi pakan kepada ternak peliharaan mereka. Waktu yang diberikan 1(satu) jam.

smk-bitauni-pembibitan   smk-bitauni-siram-cabe

Tepat pukul 18:00, siswa-siswi sudah harus berada di asrama masing-masing dan mulai mengatur untuk memasak, mandi, makan malam, dan mempersiapkan diri untuk belajar. Pukul 19:30-21:45, siswa-siswi sudah harus belajar/studi malam.

Pukul 22:00, adalah jam istirahat malam. Sebelumnya didahului dengan doa malam bersama.

Lalu pasti akan bertanya-tanya berapa biaya sekolah di sana, dengan fasilitas lingkungan pendukung sekolah yang begitu lengkap baik lahan untuk praktek dan gedung sekolah serta asrama. Jawabnya adalah, hanya membayar sumbangan orang tua sebesar Rp 400 ribu/tahun per anak. Sumber pembiayaan pendidikan yang lain diperoleh dari BSM dan BOS (pemerintah), pendapatan dari budidaya yang dilakukan dilingkungan sekolah (hasil dari anak2 sekolah dan pendamping).

PENGEMBANGAN TANAMAN BAOBAB, MENJAWAB KESULITAN AIR DI TANAH TIMOR

Sesuai dengan harapan dari SMK St. Pius X Insana yaitu ingin mengubah kegersangan tanah Timor menjadi Eden melalui budidaya pohon Baobab dan melalui pengembangan pertanian organik maka dilakukannya berbagai budidaya tanaman secara organik dari proses awalnya baik pebuatan pupuk, budidaya pertanian dan peternakan, serta pembibitan dan penanaman pohon Baobab dan penggunaan bahan-bahan daur ulang dari limbah pertanian itu sendiri.

smk-bitauni-andreas-baobab   smk-bitauni-baobab-subur

SMK St. Pius X Insana membudidayakan pohon Baobab sejak tahun 2011. Bekerja sama dengan pemerintah daerah Kabupaten Timor Tengah Utara, SMK St. Pius X Insana telah mendistribusikan bibit pohon Baobab kepada masyarakat TTUI sebanyak 6.500 bibit (di 8 kecamatan).

smk-bitauni-bibit-baobab  smk-bitauni-bibit-siaptanam

Bibit pohon baobab tersebut ditanam oleh masyarakat pada hutan sumber-sumber mata air demi pelestarian. Walau demikian masih membutuhkan lebih banyak anakan pohon Baobab, agar tanah yang gersang dapat berubah menjadi lingkungan yang menyediakan banyak air.

Dalam kunjungan 23 utusan Kabupaten se NTT dalam rangka Hari Pangan Sedunia dan Pangan Lokal ke SMK Baituni ini, beberapa utusan membeli dan membawa pulang bibit pohon Baobab untuk ditanam di masing-masing daerahnya. Mereka membeli dengan harga bibit per satuan Rp. 25.000.

smk-bitauni-produk

Produk dari SMK Bitauni. Pupuk organik cair dan kompos, benih, bibit dan makanan

smk-bitauni-rm-yeremias

Romo Yeremias menawarkan bibit Baobab kepada tamu dari 22 kabupaten se NTT

 

 

 

Pertanianku — Beragam jenis tanaman buah biasa dibudidayakan dengan berbagai car [...]

Pertanianku — Cara menyuburkan tanah bisa dilakukan dengan pemberian pupuk. Sela [...]

Pertanianku — Penggunaan bahan alami untuk menyuburkan tanah sudah digunakan sej [...]

Pertanianku — Bagaimana trik agar jagung manis berbuah lebat? Ya, siapa yang tid [...]

Pertanianku — Ada beberapa jenis anggur yang tersebar di seluruh dunia. Salah sa [...]

Pertanianku — Bisnis beternak ayam kampung sangat menjanjikan. Bagaimana tidak? [...]

Pertanianku — Sejak dulu, daun jambu biji dipercaya dapat mengatasi diare. Untuk [...]

Pertanianku — Apakah Anda ingin memelihara tanaman hias air? Ada banyak jenis ta [...]

Pertanianku — Jenis sapi perah alias sapi penghasil susu ada banyak jenisnya. Sa [...]

Pertanianku — Berbagai cara mengupas mangga bisa dipraktikkan untuk menikmati bu [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds