Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Siyam Sumartini : Mengelola Sampah Kekinian | binaswadaya.org      

Siyam Sumartini : Mengelola Sampah Kekinian

“Sampah yang dulu lain dengan sekarang. Dulu dibuang, sekarang jadi uang. Dulu, dulu, dulu jadi masalah. Sekarang bisa jadi berkah”. Itulah cuplikan syair lagu berjudul “Sampah Masa Kini” ciptaan Siyam Sumartini.

Lagu itu merepresentasikan pemikiran Siyam tentang kondisi sampah yang kini bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Bertahun-tahun tinggal berdampingan dengan tempat pembuangan akhir sampah Kota Madiun membuat perempuan 50 tahun itu jengah. Tumpukan sampah menyebabkan bau busuk yang menusuk hidung, serbuan lalat, dan lingkungan menjadi kumuh.

Lingkungan yang “sakit” itu pun menyebabkan warga penghuninya rentan terserang beragam penyakit, seperti diare dan gatal-gatal. Klimaksnya terjadi saat kampungnya menjadi daerah endemis demam berdarah. Banyak warga terserang dan nyawa mereka pun terenggut.

“Saat itulah saya merasa situasi seperti ini tidak boleh dibiarkan. Saya harus berbuat sesuatu, tetapi apa yang harus dilakukan,” ujar Siyam di rumahnya, Sabtu (2/9) lalu.

Sumber masalahnya sampah. Ironisnya, semakin sampah dijauhi, semakin besar masalah yang ditimbulkan. Siyam pun akhirnya berpikir bagaimana caranya menyelami sampah agar berubah menjadi sesuatu yang bermanfaat atau membawa berkah.

Awalnya, dia berkreasi dengan sampah. Beragam barang bekas dikumpulkan dan dijadikan bahan aneka produk kerajinan. Bunga cantik yang terbuat dari sendok plastik bekas, tas unik atau goody bag berbahan plastik keresek, dan beberapa barang lain.

Beragam kreasi daur ulang itu dia pamerkan di sejumlah acara dan dijual. Harganya pun tak murah. Sebagai gambaran, sebuah keranjang air minum kemasan dari gelas plastik dan koran bekas laku dijual Rp 250.000. Adapun goody bag unik dijual Rp 5.000 per unit.

Siyam menularkan kesuksesan kreasi daur ulangnya kepada tetangganya. Dia menunjukkan barang bekas yang awalnya tak bernilai bisa diubah menjadi produk kerajinan bernilai jual tinggi. Hasil penjualan itu bisa digunakan untuk membantu perekonomian keluarga.

Siyam juga mengajak warga di lingkungannya mengelola sampah rumah tangga dengan mendirikan Bank Sampah Matahari pada 2010. Tujuannya mereduksi sampah rumah tangga dengan cara memilih dan memilah sampah yang bernilai ekonomi atau bisa didaur ulang.

“Dengan adanya proses pemilahan dan pemilihan, sampah yang dibuang ke TPA berkurang. Di sisi lain, sampah yang dipilah bisa dijual langsung dan menghasilkan uang. Apabila menginginkan nilai tambah, sampah dikreasi menjadi produk daur ulang,” ujar Siyam.

Tidak mulus

Meski tujuannya baik, perjuangan mengajak warga tidaklah mulus sebab sampah berkonotasi negatif. Sampah identik dengan sesuatu yang jorok, kotor, bau, dan tak bernilai. Namun, dia berhasil meyakinkan warga tentang pentingnya mengelola sampah agar tidak menjadi bencana.

SIYAM SUMARTINI

Lahir:

7 Januari 1967

Suami:

Supriyono (51)

Anak:

  1. Novia Prisi (24)
  2. Reza Safira (19)
  3. Kayla Adenia (10)

Pendidikan:

  1. SDN 1 Kelurahan Winongo, Kota Madiun lulus 1981
  2. Sekolah Teknik Negeri 5 Madiun lulus 1984
  3. Sekolah Teknik Menengah Negeri 1 Madiun lulus 1987
  4. S-1 jurusan Administrasi Negara Universitas Merdeka Madiun lulus 2006
  5. S-2 jurusan Administrasi Negara Universitas Merdeka Malang lulus 2012

Pekerjaan:

  1. Pegawai negeri sipil di Bagian Administrasi Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun (1990-1998)
  2. Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kabupaten Madiun (1998-sekarang)
  3. Instruktur senam
  4. Pengajar tari tradisional dan tari kreasi
  5. Direktur Bank Sampah Induk Kota Madiun (2016-sekarang)

Dua tahun kemudian, perjuangan Siyam mulai berbuah manis. Tak hanya sukses memengaruhi lingkungan tempat tinggalnya di Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Pada 2012 dia berhasil memengaruhi pemerintah daerahnya untuk mengembangkan bank sampah di seluruh kecamatan.

Kini, Bank Sampah Matahari yang dirintisnya telah direplikasi di 27 kelurahan di Kota Madiun. Setiap kelurahan ada satu hingga dua bank sampah sehingga total terdapat 50 bank sampah di “Kota Pecel” itu. Pegawai negeri sipil di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Madiun ini didapuk menjabat sebagai Direktur Bank Sampah Induk Kota Madiun.

Kesuksesannya mengelola Bank Sampah Matahari semakin diakui setelah terpilih dalam TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik 2016. Konsep bank sampah ini juga direplikasi di 106 desa dan kelurahan di Kabupaten Madiun serta Kabupaten Magetan.

Agar kegiatan bank sampah semakin menarik, Siyam menciptakan lagu “Sampah Masa Kini” dan mars “Bank Sampah”. Sosialisasi yang dilakukan juga tak selalu lewat acara formal. Instruktur senam itu biasa melakukannya di sela acara sosial masyarakat, seperti arisan atau seusai senam sehat.

Dia bercita-cita membuat sebuah gerai untuk memamerkan aneka produk kreasi daur ulang dari 156 bank sampah.

Gerai itu menjadi kebanggaan sekaligus ajang promosi dan pemasaran yang bisa dijangkau setiap tamu yang berkunjung ke Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Magetan. Harapannya, tamu bisa membeli sebagai buah tangan. Bagi yang tertarik bisa memesannya langsung kepada produsen.

Apabila pesanannya dalam jumlah besar, pekerjaan akan dibagi ke sejumlah kelompok agar mereka bisa menikmati hasilnya bersama-sama. Jika rencana itu berhasil, Siyam berharap bisa menciptakan lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat, terutama ibu rumah tangga.

Melalui bank sampah, Siyam juga merangkul masyarakat agar aktif pada kegiatan pos pelayanan terpadu bagi bayi ataupun lanjut usia. Hasil penjualan produk kreasi bank sampah bisa membiayai kegiatan posyandu agar masyarakat semakin bersemangat mengikutinya.

Siyam lahir, tumbuh, dan menempuh pendidikan di Kota Madiun. Lulusan sekolah teknik menengah ini tak punya latar belakang pendidikan lingkungan. Saat kuliah untuk mendapatkan gelar sarjana strata satu ataupun strata dua, dia mengambil bidang studi administrasi negara.

Siyam mengatakan ingin terus mengabdikan diri kepada masyarakat di bidang lingkungan. Bukan demi uang, pangkat, ataupun jabatan. Impiannya sederhana, yakni mengajak masyarakat mencintai sampah.

Dengan cinta itulah, mereka bisa mengubah sampah sebagai sumber bencana menjadi sesuatu yang bermanfaat atau menghadirkan berkah bagi umat manusia.

Mustahil rasanya menghentikan produksi sampah secara total. Namun, bukan hal sulit mereduksi sampah dan mengelolanya dengan baik. Pengelolaan inilah yang harus terus diperbarui untuk menyesuaikan dengan kondisi sampah kekinian.

 

Sumber: http://print.kompas.com

Pertanianku — Cara memberantas rumput liar sebenarnya mudah. Tetapi, jenis gulma [...]

Pertanianku — Apakah Anda salah satu pencinta tanaman kaktus hias? Tanaman yang [...]

Pertanianku — Tanaman hias tak hanya diletakkan di taman ataupun sudut ruang tam [...]

Pertanianku — Bisnis peternakan ayam selalu menjadi incaran peternak pemula. Kin [...]

Pertanianku — Berkebun merupakan kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat untuk [...]

Pertanianku — Hortikultura diartikan sebagai tanaman kebun. Biasanya, tanaman ya [...]

Pertanianku — Ada berbagai cara mengupas kiwi yang bisa Anda lakukan sebelun men [...]

Pertanianku — Proses pematangan mangga seringkali belum sempurna ketika buah ini [...]

Pertanianku — Kolam ikan akan lebih hidup jika ditambahkan dengan tanaman hias a [...]

Pertanianku — Fenomena harga cabai yang melambung tinggi terjadi lagi. Ikatan Pe [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds