Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Sekjen KKP: Keberhasilan Minapolitan Perlu Dapat Perhatian | binaswadaya.org      

Sekjen KKP: Keberhasilan Minapolitan Perlu Dapat Perhatian

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia sudah sepatutnya menaruh perhatian atas keberhasilan Minapolitan sebagai program strategis pembangunan berbasis kawasan. Keberhasilan tersebut terlihat dari peningkatan aktivitas ekonomi kelautan dan perikanan di beberapa daerah yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai kawasan Minapolitan.

Sekretaris Jenderal KKP Sjarief Widjaja mengatakan, Kabupaten Pacitan di Propinsi Jawa Timur telah berhasil mengembangkan kawasan Minapolitan berbasis perikanan tangkap secara terpadu. Sedangkan, Kabupaten Sumba Timur di Propinsi Nusa Tenggara Timur kini berkembang menjadi sentra penghasil rumput laut yang semakin diperhitungkan.

“Sejak ditetapkan pemerintah sebagai kawasan percontohan Minapolitan pada tahun 2010, kedua daerah tersebut secara signifikan menunjukan peningkatan aktivitas perekonomian,” kata dia dalam siaran pers, yang diterima di Jakarta, Rabu (24/9).

Menurut Sjarief, sebagai tandanya dapat dilihat dari tingkat pendapatan masyarakat yang terus mengalami kenaikan setiap tahunnya. Sebelumnya pada tahun 2010, tingkat pendapatan masyarakat yang berusaha di bidang perikanan di Kabupaten Pacitan hanya berkisar Rp 700-800 ribu per bulan. Kemudian terjadi kenaikan yang cukup signifkan hingga 100 persen atau menjadi Rp 1,5 juta pada tahun 2013.

“Hal itu menjadikan program Minapolitan sebagai prime mover pengembangan ekonomi daerah”, ujar Sjarief.

Lain halnya dengan Kabupaten Sumba Timur, saat ini telah menjadi pusat pengembangan komoditas rumput laut (Eucheuma cottonii) di kawasan timur Indonesia. Rumput laut kering menjadi komoditas andalan dengan jumlah produksinya yang terus bertambah setiap tahun.

Jumlah produksi berturut-turut pada tahun 2010 hingga 2013 adalah 703,8 ton, 575,6 ton, 1.393,8 ton dan 1.704,1 ton. Sedangkan hingga bulan Agustus 2014, produksinya sudah mencapai 1.905,6 ton. Angka tersbut ditaksir akan terus meningkat seiring dengan dibangunnya pabrik pengolahan rumput laut dan intensifikasi budidaya rumput laut.

Adapun sentra produksi atau zona inti berada di Kecamatan Pahunga Lodu, meliputi Desa Kaliuda, Tanamanang, Lambakara, Mburukulu, dan Palanggay.  Sedangkan Kecamatan Wulla-Waijelu, Karera, Rindi, Pandawai, Kanatang, dan Haharu sebagai zona penyangga (hinterland).

Sumber : http://www.gatra.com/ekonomi-1/68407-sekjen-kkp-keberhasilan-minapolitan-perlu-dapat-perhatian.html

Pertanianku — Fenomena harga cabai yang melambung tinggi terjadi lagi. Ikatan Pe [...]

Pertanianku — Komoditas perkebunan memiliki kontribusi besar dalam peningkatan e [...]

Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) menilai, pupuk menjadi kunci kema [...]

Pertanianku — Beragam jenis tanaman buah biasa dibudidayakan dengan berbagai car [...]

Pertanianku — Cara menyuburkan tanah bisa dilakukan dengan pemberian pupuk. Sela [...]

Pertanianku — Penggunaan bahan alami untuk menyuburkan tanah sudah digunakan sej [...]

Pertanianku — Bagaimana trik agar jagung manis berbuah lebat? Ya, siapa yang tid [...]

Pertanianku — Ada beberapa jenis anggur yang tersebar di seluruh dunia. Salah sa [...]

Pertanianku — Bisnis beternak ayam kampung sangat menjanjikan. Bagaimana tidak? [...]

Pertanianku — Sejak dulu, daun jambu biji dipercaya dapat mengatasi diare. Untuk [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10000 milliseconds