Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Ratifiksi FCTC, Mentan Minta Petani Tak Khawatir | binaswadaya.org      

Ratifiksi FCTC, Mentan Minta Petani Tak Khawatir

Pemerintah yakin untuk meratifikasi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau atau Framework Convention Tobacco Control (FCTC) dalam beleid berupa Peraturan Presiden (Perpres).

Terkait ratifikasi itu, ada kekhawatiran petani tembakau menjadi pihak yang paling terpukul dengan keputusan pemerintah tersebut.

Namun, Menteri Pertanian, Suswono menyatakan bahwa, petani tembakau tidak perlu cemas karena FCTC tidak melarang petani untuk menanam tembakau.

Meski begitu, Suswono menyatakan, pemerintah juga sedang menyiapkan tanaman alternatif bagi petani tembakau yang merasa kurang bergairah akibat adanya aturan kesehatan terkait pengendalian produk tembakau ini.

“Pemerintah sedang mencarikan tanaman alternatif tembakau yang nilainya sama atau bahkan lebih baik dari tembakau,” kata Suswono kepada KONTAN, akhir pekan lalu.

Ia menyatakan, hak menanam tembakau menjadi hak asasi petani. Namun, disisi lain pemerintah juga berkewajiban menyiapkan tanaman alternatif jika nantinya daya tarik produk tembakau menurun akibat meningkatnya kesadaran masyarakat soal kesehatan.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berujar bahwa alternatif tanaman pengganti ini akan disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing.

Suswono menghimbau kepada para Pemerintah Daerah (Pemda) untuk ikut berperan membantu petani tembakau ini mencari alternatif tanaman yang sesuai.

Ia pun merujuk salah satu tanaman yang bisa dikembangkan adalah tanaman bunga-bungaan yang dianggap cukup menguntungkan dan memiliki pasar ekspor yang besar.

Menanggapi rencana itu, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Abdus Setiawan meragukan tanaman alternatif yang direkomendasikan pemerintah.

“Lahan tembakau kami 200.000 hektare dan tidak rasional jika semua atau bahkan separuhnya ditanami tanaman bunga,” kata Abdus.

Ia mengatakan, pemerintah sejatinya telah lama mengkaji tanaman alternatif bagi petani tembakau ini, tanaman seperti kacang, jagung, dan wijen pernah ditawarkan, namun semua itu dianggap belum setara tembakau dari sisi omzet.

Abdus justru mengingatkan pemerintah untuk tidak tergesa-gesa meratifikasi FCTC ini. (Fahriyadi)

 Sumber:http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/11/25/0745184/Ratifiksi.FCTC.Mentan.Minta.Petani.Tak.Khawatir

Pertanianku — Beragam jenis tanaman buah biasa dibudidayakan dengan berbagai car [...]

Pertanianku — Cara menyuburkan tanah bisa dilakukan dengan pemberian pupuk. Sela [...]

Pertanianku — Penggunaan bahan alami untuk menyuburkan tanah sudah digunakan sej [...]

Pertanianku — Bagaimana trik agar jagung manis berbuah lebat? Ya, siapa yang tid [...]

Pertanianku — Ada beberapa jenis anggur yang tersebar di seluruh dunia. Salah sa [...]

Pertanianku — Bisnis beternak ayam kampung sangat menjanjikan. Bagaimana tidak? [...]

Pertanianku — Sejak dulu, daun jambu biji dipercaya dapat mengatasi diare. Untuk [...]

Pertanianku — Apakah Anda ingin memelihara tanaman hias air? Ada banyak jenis ta [...]

Pertanianku — Jenis sapi perah alias sapi penghasil susu ada banyak jenisnya. Sa [...]

Pertanianku — Berbagai cara mengupas mangga bisa dipraktikkan untuk menikmati bu [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10000 milliseconds