Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Rajungan Pantura tunjukkan gejala "overfisihing" | binaswadaya.org      

Rajungan Pantura tunjukkan gejala “overfisihing”

rajungan

Kondisi sumber daya rajungan (Portanus pelagicus) di wilayah pantai utara (Pantura) Jawa Tengah menunjukkan gejala “overfishing” atau penurunan populasi.

“Kajian yang dilakukan bersama Pusat Penelitian Pengelolaan Perikanan dan Sumber Daya Ikan (P4KSI) Kementerian Kelautan dan Perikanan), IPB, Undip, dan Komisi Nasional Pengkajian Sumber Daya Ikan (Komnas Kajiskan),” kata Direktur Eksekutif Asosiasi Pengelolaan Rajungan Indonesia (APRI) Arie Prabawa kepada ANTARA News di Desa Betahwalang, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Sabtu.

Oleh karena itu, kata dia, diperlukan usaha bersama para pihak guna mengembalikan stok populasi rajungan sehingga tetap lestari.

Terkait dengan itu, kata dia, para peneliti menetapkan Desa Betahwalang, Kabupaten Demak, sebagai kawasan konservasi rajungan, untuk memperbaiki sumber daya perikanan daerah tersebut yang cenderung makin kritis.

Para pihak yang berkolaborasi dalam upaya penetapan kawasan konservasi itu adalah nelayan rajungan setempat, APRI, dan Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro (Undip).

Peluncuran kawasan konservasi rajungan itu ditandai dengan pemasangan tonggak bambu di tengah laut sejauh 2 mil dari pantai, yang juga dihadiri langsung Kepala Desa Betahwalang Ahmad Jamil beserta unsur muspika.

Bersamaan dengan peluncuran kawasan konservasi rajungan itu, juga dideklarasikan Lembaga Pengelolaan Perikanan Rajungan Lestari (LP2RL), yang unsurnya adalah nelayan, aparat desa, dan juga akademisi dari Undip.

Ketua LP2RL Slamet Suharto, M.Sc., yang juga staf pengajar FPIK Undip berharap bahwa upaya-upaya bersama semua pihak terkait guna menjaga kelestarian rajungan di Betahwalang, sebagai sentra utama penghasil rajungan maupun Kabupaten Demak pada umumnya bisa terwujud.

“Penetapan kawasan konservasi adalah salah satu ikhtiar, sedangkan yang lainnya juga terus dilakukan, seperti penetasan telur rajungan dan program terkait lainnya,” katanya.

Rajungan sebagai salah satu komoditas perikanan yang penting bagi sebagian masyarakat dan nelayan Indonesia. Hingga tahun 2011 telah menghasilkan devisa sebesar 268 juta dolar AS (Rp2,47 triliun) atau berada di urutan ketiga setelah tuna dan udang.

Tidak kurang dari 65.000 nelayan kecil terlibat dalam penangkapan rajungan di Indonesia, dan lebih dari 13.000 tenaga pengupas rajungan yang mayoritas perempuan dan keluarga nelayan bekerja di industri pengolahan komoditas ini.

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/411460/rajungan-pantura-tunjukkan-gejala-overfisihing

Pertanianku — Saat memakan buah apel, umumnya kita membuang bagian kulit, teruta [...]

Pertanianku — Hari raya Idul Adha identik dengan daging kurban. Biasanya, kita a [...]

Pertanianku — Beragam jenis makanan sehat banyak menjadi asupan pada saat seseor [...]

Pertanianku — Menghilangkan bekas getah pisang pada baju cukup sulit dilakukan. [...]

Pertanianku — Jeruk memiliki keunikan rasa manis dan asam yang membuatnya terasa [...]

Pertanianku — Bawang merah dan cabai merupakan dua jenis tanaman yang bernilai e [...]

Pertanianku — Ayam arab adalah ayam jenis petelur unggul yang banyak diidolakan [...]

Pertanianku — Tanaman bunga kerap dijadikan tanaman penghias pekarangan rumah. N [...]

Pertanianku — Trik menyimpan buah pisang bisa diterapkan agar buah ini bisa disi [...]

Pertanianku — Buah plum digemari karena dipercaya bisa membantu menurunkan berat [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds