Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Pupuk Bersubsidi di Jambi Banyak Diselewengkan | binaswadaya.org      

Pupuk Bersubsidi di Jambi Banyak Diselewengkan

Pupuk bersubsidi di Provinsi Jambi masih banyak yang diselewengkan. Sebagian pupuk bersubsidi yang seharusnya disalurkan kepada petani kecil ternyata mengalir kepada para pengusaha dan petani bermodal. Akibatnya para petani tanaman pangan dan petani sawit bermodal kecil sulit mendapatkan pupuk bersubsidi. Penyelewengan distribusi pupuk bersubsidi tersebut diduga terjadi karena lemahnya pengawasan distribusi pupuk bersubsidi di daerah itu.

Monadi (45), petani sawit swadaya Desa Pancoran Talang, Kecamatan Petaling, Muarojambi, Provinsi Jambi kepada SP di Jambi, Selasa (25/11) mengaku, para petani sawit bermodal kecil di desanya hingga kini sulit mendapatkan pupuk urea bersubsidi. Mereka sulit mendapat pupuk urea bersubsidi karena persediaan pupuk urea bersubsidi di koperasi unit desa (KUD) sering kosong.

“Para petani sawit di desa kami sudah beberapa bulan tidak memupuk kebun sawit karena pupuk urea bersubsidi tidak ada di KUD. Kami tidak tahu  mengapa persediaan pupuk di KUD sering kosong. Kami tidak sanggup membeli pupuk nonsubsidi karena harganya mahal. Harga pupuk urea nonsubsidi di Petaling mencapai Rp 2.500/kg. Padahal harga pupuk urea bersubsidi hanya Rp 1.500/kg,”katanya.

Sementara itu, lembaga swadaya masyarakat (LSM) Gebrak, Kabupaten Tebo baru-baru ini menemukan indikasi terjadinya perdagangan ilegal pupuk bersubsdidi di daerah itu. Para spekulan membeli pupuk urea bersubsidi dari penyalur. Lalu mereka mengganti karung pupuk urea bersubsidi tersebut menjai karung pupuk urea nonsubsidi. LSM Gebrak menemukan enam karung pupuk bersubsidi yang telah berganti karung menjadi pupuk nonsubsidi.

“Pupuk urea nonsubsidi tersebut dijual di pasaran Rp170.000/karung ukuran 50 kg. Padahal harga pupuk urea bersubsidi paling tinggi Rp 155.000/karung ukuran 50 kg. Puluhan ton pupuk bersubsidi yang diganti karung pupuk nonsubsidi tersebut sudah terjual. Kasus ini suadah kami laporkan ke instansi terkait tetapi belum ada tindak lanjut,”katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, Ridham Priskap pada Rakor Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) tahun 2014 di Jambi, Selasa (25/11) mengatakan, pihaknya sudah cukup lama mendapatkan informasi tentang terjadinya penyelewengan distribusi pupuk bersubsidi di daerah itu. Namun sampai sekarang masalah tersebut tidak pernah bisa diatasi.

“Saya sudah lama mendengar permasalahan pupuk bersubsidi ini. Tetapi masalahnya tak pernah kunjung selesai dari tahun ke tahun. Saya harapkan rakor KP3 ini bisa memberi solusi dan rekomendasi yang tepat dalam penyelesaian kasus penyelewengan distribusi pupuk bersubsidi ini. KP3 Jambi perlu membentuk tim pengawasan distribusi pupuk bersubsidi dan memantau distribusi pupuk hingga sampai kepada petani kecil,”katanya.

Secara terpisah, Direktur Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) Provinsi Jambi, Handoyo mengatakan, distribusi pupuk bersubsidi di Jambi masih sering tidak sesuai aturan karena pasokan pupuk bersubsdidi yang tidak mencukupi. Kebutuhan pupuk urea bersubsidi di Jambi tahun ini misalnya mencapai 200.000 ton. Namun alokasi atau pasokan pupuk urea bersubsdidi di daerah itu yang disalurkan melalui PT Pusri hanya 31.000 ton.

Dijelaskan, untuk tahun ini, Puskud Jambi sendiri hanya mendapat jatah penyaluran pupuk urea bersubsdidi 3.400 ton. Pupuk urea bersubsidi tersebut disalurkan kepada petani melalui 164 unit KUD di Kabupaten Muarojambi, Kota Jambi dan Sarolangun. Sebagian besar penyaluran pupuk urea bersubsdidi di daerah itu dilakukan distributor yang bermitra dengan PT Pusri Wilayah Jambi. [141/N-6]

Sumber : http://sp.beritasatu.com/ekonomidanbisnis/pupuk-bersubsidi-di-jambi-banyak-diselewengkan/69909

Pertanianku — Beragam jenis makanan sehat banyak menjadi asupan pada saat seseor [...]

Pertanianku — Menghilangkan bekas getah pisang pada baju cukup sulit dilakukan. [...]

Pertanianku — Jeruk memiliki keunikan rasa manis dan asam yang membuatnya terasa [...]

Pertanianku — Bawang merah dan cabai merupakan dua jenis tanaman yang bernilai e [...]

Pertanianku — Ayam arab adalah ayam jenis petelur unggul yang banyak diidolakan [...]

Pertanianku — Tanaman bunga kerap dijadikan tanaman penghias pekarangan rumah. N [...]

Pertanianku — Trik menyimpan buah pisang bisa diterapkan agar buah ini bisa disi [...]

Pertanianku — Buah plum digemari karena dipercaya bisa membantu menurunkan berat [...]

Pertanianku — Biasanya, konsumen menyukai membeli buah yang belum terlalu matang [...]

Pertanianku — Penyakit tular tanah terdiri atas berbagai jenis jamur, bakteri, n [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds