Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Proses Pengadaan Korup, Kemiskinan Meningkat | binaswadaya.org      

Proses Pengadaan Korup, Kemiskinan Meningkat

Sistem pengawasan internal atau eksternal terhadap proses pengadaan barang dan jasa perlu disempurnakan.

Sektor pengadaan masih menjadi lahan ‘favorit’ para koruptor. Terbukti dari sekian banyak perkara korupsi yang bermuara di pengadilan tipikor, sebagian besar diantaranya terkait proses pengadaan barang dan jasa. Fenomena korupsi di sektor pengadaan dijadikan salah satu materi pembahasan acara “Anti Corruption Conference: Corruption in Indonesia, Challenges and Solutions” di Jakarta.

Hadir sebagai salah satu panelis, Todung Mulya Lubis mengatakan pengadaan barang dan jasa adalah pos pengeluaran negara paling besar di Indonesia. Todung menyebut sekitar 30-40 persen dari anggaran negara digunakan untuk pengadaan barang dan jasa. Di beberapa kementerian seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Pendidikan, alokasi anggaran mereka untuk pengadaan barang dan jasa mencapai 60-70 persen.

Dengan jumlah dana beredar yang begitu besar, berdasarkan temuan Transparency International, ironisnya sektor pengadaan barang dan jasa sangat rentan terjadi korupsi. Modusnya beragam mulai dari penggelembungan harga, pengaturan tender, suap, dan kebocoran dana.

“Proses pengadaan yang korup dapat mengakibatkan angka kemiskinan meninggi karena anggaran negara yang seharusnya untuk kepentingan publik menjadi beralih,” papar Todung yang juga dikenal sebagai penggiat anti korupsi.

Kerugian dari proses pengadaan yang korup, lanjut dia, juga mempengaruhi dunia bisnis. Iklim persaingan usaha menjadi tidak sehat dan tidak stabil sehingga akan sangat merugikan para pelaku bisnis yang memutuskan atau tidak mampu untuk mengikuti praktik korupsi yang telah merajalela.

Kondisi ini, kata Todung, disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, lemahnya penegakan hukum. Kedua, buruknya manajemen pengadaan barang dan jasa. Ketiga, lemahnya kepatuhan terhadap hukum. Menurut dia, sistem pengadaan barang dan jasa yang berlaku sekarang juga masih memiliki celah terjadinya korupsi.

“Tidak penting regulasinya lengkap, institusinya bagus. Tetapi kalau sistemnya masih membuka peluang korupsi ya korupsi akan terus terjadi,” ujar Todung yang juga tercatat sebagai Direktur Eksekutif Indonesia Legal Roundtable.

Sebagai solusi, Todung menekankan perlunya memperbaiki berbagai aturan terkait proses anggaran serta sistem pengelolaan keuangan negara. Selain itu, sistem pengawasan internal atau eksternal terhadap proses pengadaan barang dan jasa juga perlu disempurnakan.

Ditegaskan Todung, semua pihak memiliki peran yang penting dalam memberantas praktik korupsi di sektor pengadaan. Perbaikan, kata dia, juga perlu dilakukan di kalangan pelaku usaha. Untuk itu, Todung mengimbau para pelaku usaha untuk menjunjung tinggi kode etik dalam berbisnis yang diantaranya diintroduksi dalam ICC Rules of Conduct and Recommendations on Combating Extortion and Bribery dan OECD Guidelines for Multinational Enterprises.

“Pedoman OECD untuk perusahaan multinasional berisi sejumlah rekomendasi tentang perilaku korporasi yang bertanggung jawab serta standar-standar perilaku yang mengikat secara sukarela,” jelas Todung.

Dalam acara yang sama, Partner pada kantor hukum Lubis Ganie Surowidjojo, Abdul Haris Muhammad Rum mengatakan para pelaku bisnis sudah cukup memahami bahayanya praktik korupsi. Makanya, saat ini perjanjian-perjanjian bisnis mencantumkan suatu klausul (default) yang memungkinkan salah satu pihak membatalkan perjanjian atau bentuk sanksi seperti denda apabila pihak lainnya terbukti melakukan praktik korupsi.

“Tentunya klausul ini tidak akan menggugurkan pertanggungjawab hukum pidana,” ujar Haris.

Sumber : http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt517a955c27b11/proses-pengadaan-korup–kemiskinan-meningkat

Pertanianku — Beragam jenis makanan sehat banyak menjadi asupan pada saat seseor [...]

Pertanianku — Menghilangkan bekas getah pisang pada baju cukup sulit dilakukan. [...]

Pertanianku — Jeruk memiliki keunikan rasa manis dan asam yang membuatnya terasa [...]

Pertanianku — Bawang merah dan cabai merupakan dua jenis tanaman yang bernilai e [...]

Pertanianku — Ayam arab adalah ayam jenis petelur unggul yang banyak diidolakan [...]

Pertanianku — Tanaman bunga kerap dijadikan tanaman penghias pekarangan rumah. N [...]

Pertanianku — Trik menyimpan buah pisang bisa diterapkan agar buah ini bisa disi [...]

Pertanianku — Buah plum digemari karena dipercaya bisa membantu menurunkan berat [...]

Pertanianku — Biasanya, konsumen menyukai membeli buah yang belum terlalu matang [...]

Pertanianku — Penyakit tular tanah terdiri atas berbagai jenis jamur, bakteri, n [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds