Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Program Desa Sejahtera Mandiri Libatkan 14 Perguruan Tinggi | binaswadaya.org      

Program Desa Sejahtera Mandiri Libatkan 14 Perguruan Tinggi

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pendampingan dalam program Desa Sejahtera Mandiri (DSM) yang dimitrakan dengan 14 perguruan tinggi merupakan sinergitas untuk mengakselerasi kesejahteraan.

“Program DSM yang dimitrakan dengan 14 perguruan tinggi merupakan upaya akselerasi kesejahteraan warga desa, ” ujar Mensos dalam kunjungan kerja di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Minggu (17/1/2016).

Ke-14 perguruan tinggi itu, yaitu STKS Bandung, Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Universitas Gadjah Mada, Universitas Ciputra Surabaya, Universitas Islam Malang, Universitas Muhammadiyah Malang.

Selain itu juga Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Jember, IAIN Antasari Banjarmasin, Universitas Mulawarman Samarinda, Universitas Hasanuddin Makassar, Universitas Muslim Indonesia, Universitas Andalas, serta Universitas Jambi.

Di Kabupaten Bantaeng ini, kata Mensos, dimitrakan dengan Universitas Hasanudian (Unhas), Makassar, agar proses pendampingan bisa tepat sasaran dan tepat solusi.
“Dengan dimitrakan 14 perguruan tinggi tersebut, progam DSM bisa tepat sasaran dan tepat solusi yang ditawarkan bagi warga desa,” katanya.

DSM merupakan perwujudan dari stimulan awal agar terus terjadi penguatan pelbagai kebutuhan substantif di daerah, sekaligus untuk upaya pemetaan terhadap masalah-masalah di lapangan.

“Program DSM merupakan stimulan untuk penguatan substantive dan untuk pemetaan masalah-masalah di lapangan, ” tandasnya.
Model pemetaan ditargetkan adalah untuk menginventarisir permasalahan, kebutuhan, serta solusi yang tepat dilakukan agar masyarakat bisa lebih mandiri dan sejahtera.

“InsyaAllah dengan pemetaan di lapangan tersebut, bisa mendapatkan gambaran yang utuh dan komprehensif, ” harapnya.

Kehadiran para mahasiswa/i dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN), bisa mengakselerasi pengetahuan warga di desa, khususnya di bidang pertanian dan teknik pemasaran hasil produksi.

“Kita mengenal istilah petik, olah dan jual. Seiring perkembangan zaman pola seperti itu harus dirubah menjadi petik, olah, kemas dan jual. Anak-anak sering tertarik membeli makanan ringan karena kemasan yang menarik daripada isinya yang terkadang sebagian besar angin, ” ucapnya.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, peran aparatur desa, kelurahan, kecamatan hingga kabupaten untuk memberikan pemahanan yang benar bagi warga yang tertarik menjadi pekerja di luar negeri.

https://www.kemsos.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=18858

Pertanianku — Hidroponik menjadi solusi pertanian di perkotaan atau sering diseb [...]

Pertanianku — Salah satu faktor kesukesan dalam beternak ayam ialah pemilihan DO [...]

Pertanianku — Saat ini, lahan pertanian semakin sempit karena banyaknya pendiria [...]

Pertanianku — Olahan daun pepaya terkenal memiliki cita rasa pahit yang kurang d [...]

Pertanianku — Mengupas, mengiris, dan mencuci cabai dalam jumlah banyak bisa mem [...]

Pertanianku — Pengawetan cabai bisa dilakukan agar cabai bisa awet dan tahan lam [...]

Pertanianku — Tanaman hias biasa digunakan untuk mempercantik halaman rumah. Ben [...]

Pertanianku — Pupuk organik yang diolah secara modern diyakini dapat kembali mer [...]

Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) mensosialisasikan aplikasi Sistem [...]

Pertanianku — Selain produk pertanian, ekspor sektor peternakan juga menjadi kom [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds