Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Produk Massicot Kian Digemari Hingga ke Luar Negeri | binaswadaya.org      

Produk Massicot Kian Digemari Hingga ke Luar Negeri

Amanda Mitsuri dan Ramdhan Muhamad sukses membesarkan Massicot. Pasangan lulusan Desain Produk, Institut Teknologi Nasional (Itenas), Bandung, ini memulai bisnisnya pada akhir 2012 menuai tanggapan yang positif dari masyrakat. Tak hanya kalangan anak muda, menurut pasangan ini produknya juga disukai orang tua. Dengan desain yang bold dan warna warni yang tak biasa, Massicot sukses meraih perhatian dari Jepang. Bagaimana pasangan Amanda Mitsuri dan Ramdhan Muhamad menjalankan bisnisnya. Keduanya menuturkannya kepada Nimas Novi Dwi Arini:

Boleh diceritakan bagaimana memulai bisnis
ini?

(Amanda) Kami memulai Massicot ini di akhir tahun 2012, awalnya saya dan Ramdhan
punya usaha masing-masing tapi terpikir untuk membuat usaha bareng-bareng. Kebetulan kami pacaran.

(Ramdhan) Saya sendiri suka untuk eksplorasi bentuk-bentuk dan kami berdua
suka membuat konsep sama-sama. Jadi, dari sini kami ingin membuat sebuah usaha
berdua.

Apa sesuai dengan background pendidikan?

(Amanda) Ya memang kami berdua kuliah di jurusan di Desain Prodak, Itenas Bandung
jadi sebenarnya membuat prodak-prodak seperti ini bisa dibilang sudah terbiasa
ya. Terutama Ramdhan memang dari dulu suka eksplorasi bahan resin.

(Ramdhan) Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, memang saya suka sekali
eksplorasi bentuk dan sebenarnya bahan yang kami pakai ini juga sudah biasa
dipakai di Indonesia. Tapi saya mengeksplorasi sesuatu yang belum pernah ada
di sini. Massicot itu kan produknya adalah artificial gems yang kami
rangkai menjadi kalung dan gelang lalu sekarang kita eksplorasi juga ke sepatu
dan clucth.

masicot2

Bagaimana proses kreatifnya?

(Amanda) Proses kreatifnya benar-benar dari awal itu ya dari ide kami sendiri.
Proses pembuatannya juga berdua saja. Kami bisa dapat ide dari mana saja

(Ramdhan) Jadi memang dari proses memberi warna ke resin sampai bentuk masternya
kami berdua yang mengerjakan. Kalau soal ide bisa dari mana saja, misalnya ketika
kami lagi liburan ke Bali kita ke pantai kita lihat ombak dari sana muncul ide.Warna
dari ombak ini yang ingin kita bekukan ke dalam resin.

Berapa lama proses produksinya?

(Ramdhan) Bisa lama bisa cepet ya, sebenarnya lebih banyak faktor eksternalnya.
Kan kami tergantung juga dengan cuaca, studio kami di Bandung yang udaranya
dingin jadi kadang gara-gara hal ini prosesnya bisa lebih lama karena resinnya
tidak cepat kering. Biasanya sampai barang jadi dan dilempar ke pasar bisa satu
bulan ya.

Sekarang apa ada pengembangan produknya?

(Amanda) Sekarng ini kami juga sedang mengembangkan Massicot+, perbedaan dengan
yang biasa sebenarnya dari bahan. Kalau yang biasa kami tidak pakai emas sedangkan
yang Massicot+ ini pakai emas. Kalau soal harganya kisarannya Rp600.000 – 1.500.000
per buah.

Setelah berjalan apa mulai ditemui produk yang meniru atau mirip?

(Amanda) Wah banyak ya yang mirip sama kita tapi ya kita biarin saja.

(Ramdhan) Pas awal tahu saya sempat kesal tapi setelah ke sini ya biarin saja,
orang-orang yang sudah tahu Massicot bisa membedakan.

(Amanda) Kalau yang meniru itu bisa terasa tidak punya cerita, sedangkan produk
yang kami buat ini semua punya cerita dan yang mengerjakan kan masih kami sendiri
jadi pasti beda soul-nya.

Bagaimana strategi pemasarannya?

(Amanda) Pertama kali kami meluncurkan Massicot penjualannya itu online,
boleh dibilang sosial media membantu kami dari sana lah orang-orang mulai mengenal
Massicot. Ya, walaupun dengan jualan di online ada
resiko untuk ditiru lebih besar tapi tidak apa-apa sih. Kalau sekarang ini kami
mulai jualan offline juga salah satunya di The Goods Dept dan ada beberapa
lain.

Bagaimana akhirnya bisa bekerja sama dengan The Good Dept?

(Amanda) Sebenarnya kami sudah sama-sama saling kenal jadi waktu itu ditawarkan
dan kami setuju karena ini tempat yang sesuai dengan visi misi kami juga.

Kan pernah ikut Jakarta Fashion Week, apakah dengan mengikuti ini berdampak
besar pada Massicot?

(Amanda) Iya benar kami diberikan slot ketika Jakarta Fashion Week sama majalah
Cleo. Dari Jakarta Fashion Week ini kami merasa dampaknya lumayan besar, kalau
dulu pasar kita masih kecil sekarang ini artis-artis dan pecinta fashion
Tanah Air mulai mau pakai produk kami.
Bisa dibilang ini merupakan next level untuk di pembelinya ya. Dari Jakarta
Fashion Week ini awarness dan penjualan kami meningkat.

Produk Massicot sudah dijual di mana saja?

(Amanda) Permintaannya sudah banyak ya kebanyakan sih masih lokal tapi kami
sudah jual produk kami sampai ke Jepang mulai Maret 2013 ini. Selain itu, Massicot
juga bisa ditemukan di New Zealand dan Australia.

Boleh diceritakan bagaimana akhirnya bisa tembus ke pasar Jepang?

(Amanda) Sebenarnya waktu itu ada pameran di sana, kami minta bawain ke teman
saja. Di pameran itu ada brand-brand Indonesia yang lain tapi Massicot
terpilih untuk masuk ke toko itu. Di sana sistemnya itu setiap dua minggu ada
desain baru jadi kami ngikutin biasanya datu desain dijual hanya beberapa saja
begitu.

Bagaimana kinerja bisnisnya saat ini?

(Amanda) Dalam sebulan sekarang kita bisa membuat 50-100 ya berbagai model.
Kalau tahun kemarin kita mengeluarkan 5 desain dan yang paling best seller
itu seri Wave.

Bagaimana prospek ke depannya bisnis ini?

(Amanda) Saya sih melihat bisnis ini akan semakin maju ke depannya karena sekarang
saja Massicot sudah dapat diterima oleh masyarakat. Kadang pembeli kami ketika
melihat potongan kue atau melihat apa selalu bilang wah ini Massicot. Ini bagi
kami sangat penting karena saya ingin Massicot ini bukan hanya dilihat sebagai
sebuah brand atau kalung saja tapi lebih dari itu. Selain itu, saat ini
kami banyak mendapat penawaran-penawaran untuk ikut pameran atau menjual di
toko-toko yang ada di luar negeri tapi kami sangat memilih sekali karena tidak
mau Massicot ada di tempat yang tidak satu visi. Prospek bisnis ini masih sangat
jauh sekali karena masih banyak ide yang kami buat dan belum kami eksplor lebih
jauh lagi.

Apa target dan rencana ke depannya?

(Ramdhan) Rencananya tentu kami akan memperbesar pasar kami ya kalau bisa memperluas
pasar luar negeri.

Amanda
Mitsuri dan Ramdhan Muhamad sukses membesarkan Massicot. Pasangan lulusan Desain
Produk, Institut Teknologi Nasional (Itenas), Bandung, ini memulai bisnisnya
pada akhir 2012 menuai tanggapan yang positif dari masyrakat. Tak hanya kalangan
anak muda, menurut pasangan ini produknya juga disukai orang tua. Dengan desain
yang bold
dan
warna warni yang tak biasa, Massicot sukses meraih perhatian dari Jepang. Bagaimana
pasangan Amanda Mitsuri dan Ramdhan Muhamad menjalankan bisnisnya. Keduanya
menuturkannya kepada
Nimas Novi Dwi Arini:

Boleh diceritakan bagaimana memulai bisnis
ini?

(Amanda) Kami memulai Massicot ini di akhir tahun 2012, awalnya saya dan Ramdhan
punya usaha masing-masing tapi terpikir untuk membuat usaha bareng-bareng. Kebetulan
kami pacaran.

(Ramdhan) Saya sendiri suka untuk eksplorasi bentuk-bentuk dan kami berdua
suka membuat konsep sama-sama. Jadi, dari sini kami ingin membuat sebuah usaha
berdua.

Apa sesuai dengan background pendidikan?

(Amanda) Ya memang kami berdua kuliah di jurusan di Desain Prodak, Itenas Bandung
jadi sebenarnya membuat prodak-prodak seperti ini bisa dibilang sudah terbiasa
ya. Terutama Ramdhan memang dari dulu suka eksplorasi bahan resin.

(Ramdhan) Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, memang saya suka sekali
eksplorasi bentuk dan sebenarnya bahan yang kami pakai ini juga sudah biasa
dipakai di Indonesia. Tapi saya mengeksplorasi sesuatu yang belum pernah ada
di sini. Massicot itu kan produknya adalah artificial gems yang kami
rangkai menjadi kalung dan gelang lalu sekarang kita eksplorasi juga ke sepatu
dan clucth.

Bagaimana proses kreatifnya?

(Amanda) Proses kreatifnya benar-benar dari awal itu ya dari ide kami sendiri.
Proses pembuatannya juga berdua saja. Kami bisa dapat ide dari mana saja

(Ramdhan) Jadi memang dari proses memberi warna ke resin sampai bentuk masternya
kami berdua yang mengerjakan. Kalau soal ide bisa dari mana saja, misalnya ketika
kami lagi liburan ke Bali kita ke pantai kita lihat ombak dari sana muncul ide.Warna
dari ombak ini yang ingin kita bekukan ke dalam resin.

Berapa lama proses produksinya?

(Ramdhan) Bisa lama bisa cepet ya, sebenarnya lebih banyak faktor eksternalnya.
Kan kami tergantung juga dengan cuaca, studio kami di Bandung yang udaranya
dingin jadi kadang gara-gara hal ini prosesnya bisa lebih lama karena resinnya
tidak cepat kering. Biasanya sampai barang jadi dan dilempar ke pasar bisa satu
bulan ya.

Sekarang apa ada pengembangan produknya?

(Amanda) Sekarng ini kami juga sedang mengembangkan Massicot+, perbedaan dengan
yang biasa sebenarnya dari bahan. Kalau yang biasa kami tidak pakai emas sedangkan
yang Massicot+ ini pakai emas. Kalau soal harganya kisarannya Rp600.000 – 1.500.000
per buah.

Setelah berjalan apa mulai ditemui produk yang meniru atau mirip?

(Amanda) Wah banyak ya yang mirip sama kita tapi ya kita biarin saja.

(Ramdhan) Pas awal tahu saya sempat kesal tapi setelah ke sini ya biarin saja,
orang-orang yang sudah tahu Massicot bisa membedakan.

(Amanda) Kalau yang meniru itu bisa terasa tidak punya cerita, sedangkan produk
yang kami buat ini semua punya cerita dan yang mengerjakan kan masih kami sendiri
jadi pasti beda soul-nya.

Bagaimana strategi pemasarannya?

(Amanda) Pertama kali kami meluncurkan Massicot penjualannya itu online,
boleh dibilang sosial media membantu kami dari sana lah orang-orang mulai mengenal
Massicot. Ya, walaupun dengan jualan di online ada
resiko untuk ditiru lebih besar tapi tidak apa-apa sih. Kalau sekarang ini kami
mulai jualan offline juga salah satunya di The Goods Dept dan ada beberapa
lain.

Bagaimana akhirnya bisa bekerja sama dengan The Good Dept?

(Amanda) Sebenarnya kami sudah sama-sama saling kenal jadi waktu itu ditawarkan
dan kami setuju karena ini tempat yang sesuai dengan visi misi kami juga.

Kan pernah ikut Jakarta Fashion Week, apakah dengan mengikuti ini berdampak
besar pada Massicot?

(Amanda) Iya benar kami diberikan slot ketika Jakarta Fashion Week sama majalah
Cleo. Dari Jakarta Fashion Week ini kami merasa dampaknya lumayan besar, kalau
dulu pasar kita masih kecil sekarang ini artis-artis dan pecinta fashion
Tanah Air mulai mau pakai produk kami.
Bisa dibilang ini merupakan next level untuk di pembelinya ya. Dari Jakarta
Fashion Week ini awarness dan penjualan kami meningkat.

Produk Massicot sudah dijual di mana saja?

(Amanda) Permintaannya sudah banyak ya kebanyakan sih masih lokal tapi kami
sudah jual produk kami sampai ke Jepang mulai Maret 2013 ini. Selain itu, Massicot
juga bisa ditemukan di New Zealand dan Australia.

Boleh diceritakan bagaimana akhirnya bisa tembus ke pasar Jepang?

(Amanda) Sebenarnya waktu itu ada pameran di sana, kami minta bawain ke teman
saja. Di pameran itu ada brand-brand Indonesia yang lain tapi Massicot
terpilih untuk masuk ke toko itu. Di sana sistemnya itu setiap dua minggu ada
desain baru jadi kami ngikutin biasanya datu desain dijual hanya beberapa saja
begitu.

Bagaimana kinerja bisnisnya saat ini?

(Amanda) Dalam sebulan sekarang kita bisa membuat 50-100 ya berbagai model.
Kalau tahun kemarin kita mengeluarkan 5 desain dan yang paling best seller
itu seri Wave.

Bagaimana prospek ke depannya bisnis ini?

(Amanda) Saya sih melihat bisnis ini akan semakin maju ke depannya karena sekarang
saja Massicot sudah dapat diterima oleh masyarakat. Kadang pembeli kami ketika
melihat potongan kue atau melihat apa selalu bilang wah ini Massicot. Ini bagi
kami sangat penting karena saya ingin Massicot ini bukan hanya dilihat sebagai
sebuah brand atau kalung saja tapi lebih dari itu. Selain itu, saat ini
kami banyak mendapat penawaran-penawaran untuk ikut pameran atau menjual di
toko-toko yang ada di luar negeri tapi kami sangat memilih sekali karena tidak
mau Massicot ada di tempat yang tidak satu visi. Prospek bisnis ini masih sangat
jauh sekali karena masih banyak ide yang kami buat dan belum kami eksplor lebih
jauh lagi.

Apa target dan rencana ke depannya?

(Ramdhan) Rencananya tentu kami akan memperbesar pasar kami ya kalau bisa memperluas
pasar luar negeri.

(Amanda) Selain itu kami ingin sekali mencari orang yang pas untuk bekerja
dengan kami, mungkin ini agak susah karena kami mencari yang benar-benar satu
visi karena Massicot ini kan kami buat dari awal sampai marketing berdua
saja. Kami ingin menemukan orang yang benar-benar cocok dengan kami. Kami juga
ingin cari investor untuk lebih mengembangkan bisnis kami.(***)

Sumber : http://swa.co.id/entrepreneur/produk-massicot-kian-digemari-hingga-ke-luar-negeri

 

Pertanianku — Beragam jenis makanan sehat banyak menjadi asupan pada saat seseor [...]

Pertanianku — Menghilangkan bekas getah pisang pada baju cukup sulit dilakukan. [...]

Pertanianku — Jeruk memiliki keunikan rasa manis dan asam yang membuatnya terasa [...]

Pertanianku — Bawang merah dan cabai merupakan dua jenis tanaman yang bernilai e [...]

Pertanianku — Ayam arab adalah ayam jenis petelur unggul yang banyak diidolakan [...]

Pertanianku — Tanaman bunga kerap dijadikan tanaman penghias pekarangan rumah. N [...]

Pertanianku — Trik menyimpan buah pisang bisa diterapkan agar buah ini bisa disi [...]

Pertanianku — Buah plum digemari karena dipercaya bisa membantu menurunkan berat [...]

Pertanianku — Biasanya, konsumen menyukai membeli buah yang belum terlalu matang [...]

Pertanianku — Penyakit tular tanah terdiri atas berbagai jenis jamur, bakteri, n [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds