Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
PEZIARAHAN 2015 | binaswadaya.org      

PEZIARAHAN 2015

Terpicu oleh “budaya” selfie, Peziarahan 2015 ini ditulis sebagai sarana mawas diri maupun bersama, karena materi yang ditulis mengandung banyak kebersamaan. Ceritanya dimulai awal Februari, yaitu setelah kembali dari Leiden (Belanda) menyelesaikan hasil penelitian lapang di Klaten untuk disertasi. Sudah diduga banyak kegiatan telah menunggu dan segera terlibat di dalamnya. Karena banyaknya kegiatan dan terbatasnya ruang, maka tulisan ini disusun dalam topik–topik seperti: Event Memory, Kuliah Umum, Narasumber, Penghargaan (award), Beyond Bina Swadaya dan Anniversary.

 

Event Memory

Sejumlah kegiatan dikelompokan dalam topik event memory bercirikan peristiwa yang mengesankan dan lama diingat, antara lain:

  1. Dialog “Persahabatan Yang Memberdayakan” memperingati 50 tahun dipilih menjadi Ketua Umum DPP Ikatan Petani Pancasila, mengabdi tanpa henti, dihadiri sekitar 100 sahabat di pandu Pak Bayu Krisnamurthi (19 Maret);
  2. Untuk mengenang inspirator kita, setiap bulan Mei (tanggal 21) diadakan sarasehan Spiritualitas Dijkstra, kali ini dengan narasumber Romo Benny Juliawan, Pembina Yayasan Bina Swadaya dengan tema “Spiritualitas Mata Terbuka”;
  3. Sebagai tindak lanjut pertemuan dengan Mubyarto Institut di Yogya, pada tg 15 Juni para pendukung MUBINS dari Yogya dan Jakarta mengadakan dialog strategis dengan Bina Swadaya. Kegiatan ini mendorong Yayasan Purbadanarta (Semarang) dan LSM Bitra (Medan) untuk melakukan hal yang sama.
  4. Berawal menghadiri launching program pemberdayaan masyarakat kerja sama BSK (Bina Swadaya Konsultan) dengan Exxon Mobil di Bojonegoro yang dihadiri Menteri ESDM Sudirman Said, terbetik pemikiran agar program tersebut di jadikan embrio upaya pemberdayaan yang lebih luas meliputi seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro. Tertarik pada pemikiran ini, Kang Yoto (panggilan akrab Bapak Suyoto, Bupati Bojonegoro) bersama Ibu berkunjung ke Wisma Hijau untuk berbincang dengan Pengurus dan selanjutnya diteruskan kunjungan Pengurus ke Bojonegoro awal Oktober.
  5. Untuk internalisasi wawasan dan proyeksi kepemimpinan Bina Swadaya, dalam Rapat Pembina (September) dibahas Bina Swadaya Strategic menggabungkan internal dan external managemen diteruskan Forum Peengembangan Wawasn pra RMP dengan tema: “Meningkatkan Keberdayaan Masyarakat Berkelanjutan, Refleksi 50 Tahun Bina Swadaya.”
  6. Proses pemantapan jatidiri Bina Swadaya menarik perhatian banyak pihak termasuk Konferensi Ordo Yesuit Indonesia (Klaten, 30 Oktober), dihadiri 107 Direktur Karya dan Pimpinan Yayasan tentang misi keadilan sosial antara lain dengan menggali inspirasi dari proses dinamiknya.

 

Kuliah Umum

Pengalaman panjang (50 tahun) yang terkristal menjadi pengetahuan dan pandangan, menimbulkan keingintahuan berbagai organisasi dan lembaga mitra dalam bentuk kuliah umum, antara lain:

  1. Di Universitas Pajajaran, Bandung, dalam program Integrated Microfinance Management dengan 2 tema: “Bina Swadaya Promoting Self Help Institutions” dan “From Microcredit To Integrated Microfinance Management” (16 – 17 Maret);
  2. Di Yonsei University di Seoul Korea Selatan, dalam program studi Intenational Study dengan tema: “Social and Sustainable Development: Perspective of Bina Swadaya, Indonesia” (24 Maret);
  3. Mubyarto Institute, dalam program Kursus Ekonomi Kerakyatan, dengan tema: “Strategi Pengembangan Kewirausahaan Sosial Bagi Pengembangan Ekonomi Daerah” (Yogya, 10 Juni)
  4. Universitas Katolik Widya Mandala, tema “Sekitar Manajemen Kewirausahaan Sosial: Refleksi 50 tahun Bina Swadaya” (Surabaya, 30 Juli)
  5. Universitas Indonesia, kuliah umum tentang “Kewirausahaan Sosial” Bagi Mahasiswa Katolik (Jakarta, 29 November) Dengan Tema “Meningkatkan Keberdayaan Masyarakat Berkelanjutan Refleksi 50 Tahun Perjalanan Bina Swadaya”;
  6. Universitas Islam Indonesia bekerjasama dengan Universitas Sungkonghoe (Korea Selatan) dengan tema: “International Cooperation Based Community Development: Best Practices and Lesson Learned” (Yogya, 15 Desember).

 

Narasumber

Perjalanan waktu 2015 juga ditandai banyak permintaan menjadi narasumber dan keynote speaker diberbagai pertemuan, antara lain:

  1. Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) dalam Kongres II dan Workshop HILPI (IPB, 28 Februari) dengan tema “Perspektif SPR Sebagai Gerakan Mencerdaskan dan Mensejahterakan Peternak”;
  2. Dalam rangka penerimaan Penghargaan POSCO (Seoul, 25 Maret) dengan tema: “Social Development and Friendship”;
  3. Paralel Session dalam ASEAN People Forum dengan tema Mainstreaming Solidarity in Conflict Affected Communities Through Solidarity Based Community Entreprises (Kuala Lumpur, 23 April);
  4. Pre-ASEAN Summit, Roundtable Discussion on Social Solidarity Economy dengan tema Fostering an ASEAN Community: Cooperation in Developing Value Chains of Silidarity Based Community Entreprises (Kuala Lumpur, 25 April);
  5. Keynote speech dalam rangka peluncuran buku Social Entrepreneursip di Kedutaan Besar Amerika Serikat (Jakarta, 10 Maret);
  6. PDI Perjuangan dalam Program Sekolah Partai untuk calon Kepala Daerah, dengan tema: “Memberdayakan Perekonomian Rakyat” (Bogor, 22 Juli);
  7. Universitas Islam Raden Rahmat Malang, dalam rangka Annual Malang International Peace Conference (AMIPEC) dengan tema: “Social Integration, Socio Economic Development and Community Based Peace Movement” (6 September);
  8. Membahas buku “Ben Mboi, Percikan Pemikiran Menuju Kemandirian Bangsa” dengan menghadirkan naskah “Menuju Kemandirian Bangsa, Belajar Tentang Dan Dari Ben Mboi.” Acara peluncuran buku di Gedung Bentara Budaya, 6 Oktober;
  9. SANKALP Southest Asia Summit digelar di Jakarta 18 – 19 November dengan tema: Next Frontier of Innovation and Entrepreneuship for Impact. Disamping sebagai ketua juri untuk SANKAL Award juga menyampaikan keynote speech berjudul: “Social Integration, Social Development and Peace Movement.”

 

Penghargaan

Walau bukan tujuan, perbuatan baik yang kita lakukan menerima penghargaan dari mereka yang peduli. Kita pun peduli memberi penghargaan kepada yang telah berbuat baik yang kita wujudkan dalam Trubus Kusala Swadaya. Dalam 2015 kita mengalami yang berikut ini:

  1. POSCO TJ Park Prize, suatu penghargaan bidang Community Development and Philantropy dari Yayasan yang didirikan oleh pabrik baja POSCO di Seoul, Korea Selatan, 25 Maret;
  2. Trubus Kusala Swadaya (ke-4, sejak 2007) adalah bentuk penghargaan Bina Swadaya kepada individu dan lembaga wirausaha sosial (Depok, 5 Nopember);
  3. Lifetime Achievement Award diberikan dalam rangka Anugerah Jawara Wirausaha Sosial Bandung (AJWSB) oleh Syamsi Dhuha Foundation “sebagai pelopor LSM Indonesia dan Pendiri Yayasan Bina Swadaya yang konsisten”, di Bandung 10 November;
  4. Penghargaan dari Institut Pertanian Bogor kepada Majalah Trubus atas konsistensi memberikan informasi pertanian (Bogor).

 

Beyond Bina Swadaya

Pengalaman perjalanan Bina Swadaya mengajarkan bahwa dampak suatu karya ditentukan oleh kemampuan membangun dan mengembangkan network dan kolaborasi, maka hal itu perlu dikelola secara serius dengan apa yang disebut Beyond Bina Swadaya; basisnya tetap Bina Swadaya, sasaran kerjanya membangun dan mengembangkan jejaring dan kerjasama. Beberapa di antaranya:

  1. Sinergi Indonesia adalah Yayasan yang dibentuk oleh para Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia untuk mendorong gerakan keberdayaan berkelanjutan dengan Universitas berfungsi sebagai Integrator. Yayasan ini dibentuk terinspirasi karya dan sangat didukung oleh Bina Swadaya. Beberapa kegiatan dilakukan dalam 2015 antara lain: mengadakan diskusi dengan Pimpinan OJK tentang pengembangan keuangan mikro, membentuk forum WASKITA memformat rekomendasi BUM-Des kepada Menteri Desa, menerbitkan buku Prof. Subroto “Indonesia di Tanganmu”, membentuk Program Buy To Donate untuk fund raising dan pendidikan kepedulian sosial, menyelenggarakan pertemuan pimpinan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) dari perguruan tinggi di Jogja dan Jateng, dll.
  2. ASEC (Asian Solidarity Council) Indonesia adalah forum yang dibentuk dengan dukungan kuat dari Bina Swadaya, sebagai bagian gerakan global yang memperjuangkan sistem pembangunan yang lebih inklusif. ASEC Indonesia menyelenggarakan pertemuan sekali setiap lima minggu (Kamis Pahing), menjadi mitra strategis Sekretariat ASEAN, menyelenggarakan forum pada setiap ASEAN Summit, membahas usulan tentang Undang-undang Kewirausahaan Sosial, mengadakan Round Table Discussion menyusun rekomendasi tentang Trans Pacific Partnership kepada Pemerintah.
  3. Persab Flobamora didirikan 5 tahun yang lalu atas desakan teman-teman dari NTT agar Bina Swadaya memimpin dan memfasilitasi gerak pembangunan di Flobamora. Pada tahun-tahun sebelumnya Persab Flobamora berhasil merumuskan pendekatan pembangunan di tingkat meso, makro dan mikro. Pada tahun 2015, memfasilitasi inisiatif-inisiatif setempat untuk berkembang dan berjejaring, antara lain SMK Pertanian Bitauni di Kefamenanu, Program penanaman jati unggul di Lembata, mengembangkan kelompok swadaya masyarakat di Mukun, Manggarai Timur, pengembangan madu organik di Alor, pelatihan keterampilan usaha pertanian di Kupang, dll.

 

Anniversary

Setiap tahun Bina Swadaya terkait dengan perayaan ulang tahun baik dari Bina Swadaya sebagai kelompok, PT-PT maupun jejaring Beyond Bina Swadaya. Pada tahun 2015 ini secara khusus dirayakan ulang tahun ASEC Indonesia yang diadakan di dan bekerjasama dengan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak dengan tema Penguatan Solidaritas dalam Pembangunan Perdesaan (Juni). Sementara itu peringatan 35 tahun Penebar Swadaya diselenggarakan Sarasehan dengan tema “Buku dan Dunia Kreatif di Era Digital.”

Tahun 2015 ini juga merupakan 50 tahun Wedding Anniversary kami dan mendapat perhatian dari para sahabat terutama para senior yang hadir diantara sekitar 700 tamu. Acara ini menjadi lebih bermakna ketika dimulai dengan Misa Syukur yang dipimpin oleh Mgr. Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo (Uskup Agung Jakarta) didampingi Romo Frans Magnis Suseno, SJ dan Romo Gregorius Utomo.

 

Resolusi 2016

Berkat pengalaman dan pelajaran selama 2015, banyak orang termasuk saya menilai, tepatnya mengharap, 2016 akan lebih teduh atau kondusif untuk upaya peningkatan keberdayaan rakyat dan perjuangan sistem ekonomi yang lebih berkeadilan. Sementara itu, kolaborasi antar berbagai pihak: Masyarakat, Pemerintah, Swasta, Lembaga Pendidikan dan lain-lain semakin berpeluang dan diharapkan.

Dengan adanya peluang tersebut, mari kita rumuskan resolusi 2016 dan siapkan lebih baik beberapa fokus perjuangan yang telah kita mulai beberapa waktu lalu.

  1. Kembangkan BUM-Des menjadi Lembaga Wirausaha Sosial yang mencerdaskan, mensejahterakan, memandirikan dan mensolidaritaskan masyarakat di 80.000 desa. Beberapa kegiatan yang baik dilakukan, antara lain: a. kembangkan kelembagaan masyarakat desa yang produktif dan partisipatif, b. lakukan pelayanan dan pengembangan keuangan mikro, c. kembangkan produksi dan usaha masyarakat, d. aplikasikan teknogi tepat guna dan lestarikan lingkungan hidup, dan e. kembangkan karya local spesific dan ekonomi kreatif.
  2. Kembangkan gerakan keberdayaan masyakat berkelanjutan dengan Lembaga Pendidikan, khususnya Perguruan Tinggi (4.200) melakukan fungsi integrator yang sinergikan Kelompok Swadaya Masyarakat, Lembaga Pengembangan Swadaya Masyarakat dan Lembaga Pelayanan Sumberdaya yang berdampak peningkatan keberdayaan masyarakat. Lembaga integrator bisa berkolaborasi dengan Program CSR, Lembaga Filantropi dan Lembaga Pemerintah.
  3. Mendukung Gerakan Pengembangan Keuangan Mikro melayani 57 juta usaha mikro (economically active poor) dengan mengembangkan sistem wholesaler micro finance untuk mengisi dan menghidupkan Arsitektur Keuangan Mikro Indonesia.

Masih banyak hal yang bisa kita lakukan, termasuk mengubah birokrasi kita, dari sikap DILAYANI menjadi MELAYANI.

 

Teriring salam kasih dengan harap sehat dan damai sejahtera di 2016.

Bambang Ismawan,

salah satu Pendiri dan Ketua Pembina Yayasan Bina Swadaya. Dimuat di majalah INFO pada Januari 2016

Pertanianku — Cara memberantas rumput liar sebenarnya mudah. Tetapi, jenis gulma [...]

Pertanianku — Apakah Anda salah satu pencinta tanaman kaktus hias? Tanaman yang [...]

Pertanianku — Tanaman hias tak hanya diletakkan di taman ataupun sudut ruang tam [...]

Pertanianku — Bisnis peternakan ayam selalu menjadi incaran peternak pemula. Kin [...]

Pertanianku — Berkebun merupakan kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat untuk [...]

Pertanianku — Hortikultura diartikan sebagai tanaman kebun. Biasanya, tanaman ya [...]

Pertanianku — Ada berbagai cara mengupas kiwi yang bisa Anda lakukan sebelun men [...]

Pertanianku — Proses pematangan mangga seringkali belum sempurna ketika buah ini [...]

Pertanianku — Kolam ikan akan lebih hidup jika ditambahkan dengan tanaman hias a [...]

Pertanianku — Fenomena harga cabai yang melambung tinggi terjadi lagi. Ikatan Pe [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10000 milliseconds