Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Peternak kambing etawa dilatih membuat olahan susu | binaswadaya.org      

Peternak kambing etawa dilatih membuat olahan susu

Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada melatih kelompok peternak kambing peranakan etawa di Daerah Istimewa Yogyakarta membuat produk olahan susu untuk meningkatkan nilai jual.

“Kami ingin membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas susu yang dihasilkan melalui berbagai produk olahan, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan peternak,” kata dosen Fakultas Peternakan UGM Widodo di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, kelompok peternak kambing PE di Kabupaten Sleman, Bantul, dan Kulon Progo, DIY, diberikan pelatihan cara pembuatan produk olahan susu segar baik berupa susu pasteuriasi, es krim maupun yogurt.

Dengan pengembangan produk olahan susu kambing diharapkan dapat membantu meningkatkan konsumsi susu di Indonesia yang hanya 11,4 kg/kapita/tahun. Jumlah yang jauh di bawah rerata negara berkembang yang mencapai 70 kg/kapita/tahun.

Meskipun demikian, dalam pengolahan susu diperlukan teknologi pengolahan yang baik untuk menghindari kerusakan susu karena cemaran mikroba. Oleh karena itu diperlukan teknologi pengolahan untuk pengawetan dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyimpanan.

“Setelah membangun sektor produksi susu kambing PE, kami berniat membangun sektor hilir pengolahan susunya. Ke depan kami berkeinginan akan ada industri pengolahan susu berbasis susu kambing PE yang menerima dan mengolah susu yang dihasilkan kelompok ternak kambing PE,” katanya.

Ia mengatakan kambing PE merupakan jenis kambing penghasil susu selain sebagai pedaging. Jenis kambing PE mampu memproduksi susu sekitar 1-1,5 liter per ekor setiap hari dengan masa laktasi 170 hari.

Harga jual susu segar kambing PE mencapai Rp14 ribu per liter. Kalau setiap peternak memiliki 5-10 kambing PE sudah bisa memberikan kontribusi ekonomi bagi peternak di perdesaan.

“Beternak kambing PE tergolong mudah karena kambing jenis ini memiliki keunggulan lebih adaptif terhadap kondisi iklim tropis seperti di Indonesia. Oleh karena itu tidak mengherankan jika saat ini banyak peternak yang mengembangkan usaha ternak kambing PE,” katanya.

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/459084/peternak-kambing-etawa-dilatih-membuat-olahan-susu

Pertanianku — Beragam jenis makanan sehat banyak menjadi asupan pada saat seseor [...]

Pertanianku — Menghilangkan bekas getah pisang pada baju cukup sulit dilakukan. [...]

Pertanianku — Jeruk memiliki keunikan rasa manis dan asam yang membuatnya terasa [...]

Pertanianku — Bawang merah dan cabai merupakan dua jenis tanaman yang bernilai e [...]

Pertanianku — Ayam arab adalah ayam jenis petelur unggul yang banyak diidolakan [...]

Pertanianku — Tanaman bunga kerap dijadikan tanaman penghias pekarangan rumah. N [...]

Pertanianku — Trik menyimpan buah pisang bisa diterapkan agar buah ini bisa disi [...]

Pertanianku — Buah plum digemari karena dipercaya bisa membantu menurunkan berat [...]

Pertanianku — Biasanya, konsumen menyukai membeli buah yang belum terlalu matang [...]

Pertanianku — Penyakit tular tanah terdiri atas berbagai jenis jamur, bakteri, n [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10000 milliseconds