Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Petani NTT diimbau kembangkan verietas "inpari" | binaswadaya.org      

Petani NTT diimbau kembangkan verietas “inpari”

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Nusa Tenggara Timur, Amirudin Pohan, mengimbau petani sawah lahan basah agar mengembangkan jenis padi “Inbrid Padi Irigasi” atau Inpari sebagai varietas unggul.

“Sejak 2008 penamaan padi berubah. Untuk padi sawah dinamakan Inpari (Inbrid Padi Irigasi),” katanya di Kupang, Selasa, terkait dengan solusi yang ditawarkan pemerintah kepada para petani untuk meningkatkan produksi dan menjaga ketahanan pangan.

Dia menyebut varietas inpari seperti Inpari 1-10, Inpari 11, Inpari 12 dan Inpari 13 berdasarkan uji laboratorium memiliki sejumlah keunggulan seiring dengan perkembangan musim dan iklim.

“Pada 2010/2011 untuk varietas Inpari, INPARI 13-lah yang banyak ditanam petani. Ini sesuai dengan target pemerintah agar INPARI 13 menggeser varietas ciherang yang paling banyak ditanam petani,” katanya.

Pada 2011 Balai Besar Penelitian Padi telah mengeluarkan varietas terbaru dengan keunggulan yang lebih baik seperti Inpari 14 Pakuan, Inpari 15 Parahyangan, Inpari 16 Pasundan, Inpari 17, Inpari 18, Inpari 19, Inpari 20, Inpari 21.

Demikian pula untuk 2012 telah dilepas beberapa varietas padi, antara lain inpari 22-29. Dan untuk Padi Rawa ( Inpara ) juga banyak dilepas pemerintah seperti Inpara 1-8. Demikian pula untuk padi gogo (inpago)yakni Inpago 1-5.

Dia menyebut November 2013, kerjasama Badan Litbang Pertanian yang dilakukan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT dengan Kodim Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) berhasil memproduksi benih sumber padi varietas inpari 10.

“Setelah dilakukan panen simbolis oleh Kasdam Udayana (7 November 2013), maka selanjutnya benih tersebut diproses menjadi benih berlabel ungu,” katanya.

Hasil pengembalian dengan petani penangkar sebanyak satu ton kepada BPTP/Kodim selanjutnya diserahkan kepada petani lainnya untuk dikembangkan menjadi benih (label biru).

“Varietas ini cocok dikembangkan di sejumlah titik di wilayah NTT didasarkan pada karakteristik tanah dan lingkungan,” katanya.

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/425971/petani-ntt-diimbau-kembangkan-verietas-inpari

Pertanianku — Saat memakan buah apel, umumnya kita membuang bagian kulit, teruta [...]

Pertanianku — Hari raya Idul Adha identik dengan daging kurban. Biasanya, kita a [...]

Pertanianku — Beragam jenis makanan sehat banyak menjadi asupan pada saat seseor [...]

Pertanianku — Menghilangkan bekas getah pisang pada baju cukup sulit dilakukan. [...]

Pertanianku — Jeruk memiliki keunikan rasa manis dan asam yang membuatnya terasa [...]

Pertanianku — Bawang merah dan cabai merupakan dua jenis tanaman yang bernilai e [...]

Pertanianku — Ayam arab adalah ayam jenis petelur unggul yang banyak diidolakan [...]

Pertanianku — Tanaman bunga kerap dijadikan tanaman penghias pekarangan rumah. N [...]

Pertanianku — Trik menyimpan buah pisang bisa diterapkan agar buah ini bisa disi [...]

Pertanianku — Buah plum digemari karena dipercaya bisa membantu menurunkan berat [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds