Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Pencurian Ikan Rugikan Indonesia Rp101 Triliun | binaswadaya.org      

Pencurian Ikan Rugikan Indonesia Rp101 Triliun

Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) merilis bahwa setiap tahunnya Indonesia mengalami kerugian Rp101.040 trilium/tahun akibat akibat illegal, unreported, and unregulated fishing (IUU fishing). Setditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Ida Kusuma Wardhaningsih mengemukakan, perhitungan kerugian terjadi sejak tahun 2001.

Ida mengatakan, penghitungan kerugian juga terjadi pada tenaga kerja dihitung dari perkiraan jumlah kapal yang melakukan illegal fishing. Dari pengalaman hasil operasi Kapal Pengawas KKP selama ini, jumlah kapal yang melakukan illegal fishingrata-rata mencapai 1.000 kapal dalam satu tahun.

“Bila diasumsikan rata-rata tenaga kerja di kapal mencapai 10 orang dengan gaji Rp24 juta/orang/tahun,maka kerugian di sektor tenaga kerja menjadi Rp 240 miliar per tahun,” ujar Ida di Jakarta, Senin (21/4).

Untuk perkiraan jumlah ikan yang dicuri secara global mencapai 25 persen dari potensi ikan. Data itu berdasarkan data dari FAO pada 2001. Sehingga perkiraan kerugian akibat ikan yang dicuri mencapai Rp28,8 triliun/tahun. Ida menerangkan IUU Fishing tidak hanya membuat Indonesia mengalami kerugian dalam bentuk pemasukan negara tetapi juga kerugian ekonomis, kerugian ekologis, dan kerugian sosial

“Kerugian ekonomis, antara lain Pemerintah kehilangan nilai ekonomis dari ikan yang dicuri, Pungutan Hasil Perikanan (PHP) yang hilang, subsidi BBM yang dinikmati kapal perikanan yang tidak berhak,” imbuh Ida.

Sementara kerugian ekologis, antara lain berupa kerusakan sumber daya ikan dan lingkungannya, yang diakibatkan oleh penggunaan alat penangkap ikan dan/atau alat bantu penangkapan ikan (API/ABPI) yang tidak ramah lingkungan.

IUU fishing merupakan salah satu penyebab kapasitas UPI yang sudah dibangun hanya termanfaatkan sekitar 30-50 persen,” ungkap Ida.

Kebutuhan ikan dunia, perbedaan harga ikan di dalam dan luar negeri menurut Ida juga membuat meningkatnya ilegal fishing . Tiongkok yang menerapkan sistem buka tutup di area tangkapan ikannya, lanjutnya, juga membuat nelayannya masuk ke Indonesia untuk mencari ikan.

Sumber : http://harianterbit.com/read/2014/04/22/1082/21/21/Pencurian-Ikan-Rugikan-Indonesia-Rp101-Triliun

Pertanianku — Lahan sempit bukan penghalang bagi Anda yang ingin memulai bertana [...]

Pertanianku — Bertanam sayuran dalam pot banyak dilakukan oleh rumah tangga, ter [...]

Pertanianku — Pupuk bokashi berasal dari Jepang. Arti nama ‘bokashi’ dalam bahas [...]

Pertanianku — Usaha ternak kelinci dapat dilakukan dalam kandang kelinci sistem [...]

Pertanianku — Siapa sangka, manfaat kulit buah naga merah manjur menanggulangi s [...]

Pertanianku — Kaktus merupakan salah satu tanaman hias yang cukup populer. Ini k [...]

Pertanianku — Populasi sapi perah yang ada di Indonesia saat ini kebanyakan dida [...]

Pertanianku — Stres dan depresi dapat menekan kesehatan mental seseorang hingga [...]

Pertanianku — Budidaya kelinci banyak dilakukan untuk kebutuhan peliharaan dan k [...]

Pertanianku — Budidaya melon patut dicoba karena berbagai keuntungan yang bisa A [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds