Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Pemerintah Import Gula Sama Dengan Bunuh Petani | binaswadaya.org      

Pemerintah Import Gula Sama Dengan Bunuh Petani

Petani yang tergabung dalam Asosiasi Gula Indonesia (AGI), mengaku kecewa dengan keputusan Pemerintah dalam hal ini Kementrian Perdagangan (Kemendag).

Pasalnya, Kemendag memberikan izin Perum Bulog mengimpor gula Kristal putih (GKP) atau gula siap konsumsi hingga mencapai 350 ribu ton. Bahkan, dengan alasan untuk memperkuat stok cadangan gula nasional (buffer stock), Bulog diberikan tenggat waktu impor mulai 1 April hingga 15 Mei 2014.

Menurut salah seorang anggota yang juga staf ahli AGI, Yadi Yusriadi, seharusnya pemerintah tidak melakukan impor gula lantaran stok masih berlimpah. Tentu saja ini mengecewakan para petani yang sudah menyiapkan jauh-jauh hari. “Persediaan yang ada di gudang pabrik gula per akhir Maret 2014 lebih dari 800 ribu ton, sehingga sangat berlebih untuk persediaan sampai Mei 2014,” ungkapnya.

Apalagi, lanjut Yudi, dalam waktu dekat ini juga akan masuk musim giling di beberapa sentra produksi gula di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Sehingga, dipastikan pasokan gula nasional tidak akan kurang karena cukup banyak.

“Bulan Juni 2014 seluruh pabrik di Jawa sudah giling, April ini di Sumatra sudah giling. Jadi impor gula yang diadakan Bulog akan menjadikan suplai berlebih. Hal ini dapat menekan harga gula pada harga di bawah BPP (Biaya Pokok Produksi) petani yang Rp 8.791/kg,” imbuh Yadi.

Sayangnya, belum ada ketentuan yang mewajibkan/memprioritaskan Bulog menyerap gula nasional. Sehingga, Bulog dapat dengan mudah membuat pilihan apakah impor atau menyerap gula di dalam negeri. “Masalahnya tata niaga gula pada saat ini mengikuti harga pasar bebas, sehingga petani tidak mendapatkan kepastian harga. Selain itu, Bulog juga tidak mempunyai kewajiban untuk membeli gula petani,” sesal Yadi.

Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, menanggapi santai protes petani gula atas kebijakan mengeluarkan izin impor gula kristal putih (GKP) kepada Perum Bulog sebesar 350 ribu ton. Menurutnya, kebijakan mengeluarkan izin impor gula kepada Perum Bulog dinilai sudah tepat.

“Begini kita dapat sama-sama angkanya, tetapi saya bilang di sini penting daripada pemerintah tidak mempunyai iron stok (cadangan gula pemerintah) sendiri,” ujar mantan Kepala BKPM ini.(za)

 

Sumber : http://harianterbit.com/read/2014/04/15/735/21/21/Pemerintah-Import-Gula-Sama-Dengan-Bunuh-Petani

Pertanianku — Lahan sempit bukan penghalang bagi Anda yang ingin memulai bertana [...]

Pertanianku — Bertanam sayuran dalam pot banyak dilakukan oleh rumah tangga, ter [...]

Pertanianku — Pupuk bokashi berasal dari Jepang. Arti nama ‘bokashi’ dalam bahas [...]

Pertanianku — Usaha ternak kelinci dapat dilakukan dalam kandang kelinci sistem [...]

Pertanianku — Siapa sangka, manfaat kulit buah naga merah manjur menanggulangi s [...]

Pertanianku — Kaktus merupakan salah satu tanaman hias yang cukup populer. Ini k [...]

Pertanianku — Populasi sapi perah yang ada di Indonesia saat ini kebanyakan dida [...]

Pertanianku — Stres dan depresi dapat menekan kesehatan mental seseorang hingga [...]

Pertanianku — Budidaya kelinci banyak dilakukan untuk kebutuhan peliharaan dan k [...]

Pertanianku — Budidaya melon patut dicoba karena berbagai keuntungan yang bisa A [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10000 milliseconds