Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
PEMERINTAH DORONG PETANI GARAM SUPLAI INDUSTRI | binaswadaya.org      

PEMERINTAH DORONG PETANI GARAM SUPLAI INDUSTRI

Pemerintah berupaya mendorong petani garam di Tanah Air untuk meningkatkan kualitasnya agar bisa menyuplai kebutuhan garam industri, kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo.

“Agar bisa menyuplai kebutuhan garam industri, kadar natrium klorida (NaCl) garam harus ditingkatkan,” ujarnya di Pati, Minggu (16/3/2014).

Upaya tersebut, katanya, salah satunya bisa dilakukan lewat penataan tambak garam.

Rencananya, lanjut dia, dalam waktu dekat akan dibuatkan demontration plot (demplot) sehingga petani garam bisa mencontoh teori dalam menghasilkan garam berkualitas.

Saat ini, kata dia, kebutuhan garam konsumsi sudah tercukupi, bahkan mengalami surplus sehingga kualitas kapasitas produksinya perlu didorong untuk ditingkatkan agar bisa menyuplai kebutuhan garam industri.

Kebutuhan garam konsumsi nasional, katanya, mencapai 1,5 juta ton per tahun, sedangkan garam industri sekitar 1,8–2 juta ton per tahun.

Pelaksanaan Pugar yang awalnya dilakukan di 40 kabupaten/kota pada tahun 2011, kini diperluas menjadi 43 kabupaten/kota.

“Hasilnya, bisa meningkatkan produksi garam nasional secara signifikan dan dapat memenuhi kebutuhan garam nasional,” ujarnya.

Tercatat persediaan garam nasional tahun 2013 sebanyak 1,3 juta ton dan terjadi surplus produksi garam tahun 2013 sebesar 605,4 ribu ton.

Adapun target produksi garam pada tahun 2014 sebesar 3,3 juta ton dari target areal lahan seluas 26.700 hektare.

“Sejak 40 tahun yang lalu, baru pada tahun 2013 tidak mendatangkan garam impor sampai tahun ini,” ujarnya.

Tingkat kadar NaCL garam yang dihasilkan petani, katanya, saat ini berkisar 95–96 persen dan perlu ditingkatkan hingga 98 persen.

“Jika bisa ditingkatkan hingga 98 persen, peluang bisa menyuplai kebutuhan garam industri semakin besar,” ujarnya.

Upaya meningkatkan kualitas maupun tingkat produksi garam, katanya, sudah dilakukan, di antaranya melalui program peningkatan usaha garam rakyat (Pugar) dengan menggelontorkan bantuan Rp8,7 miliar untuk peningkatan produksi garam rakyat di Jateng.

Sentra produksi garam di Kabupaten Pati, Jepara, Rembang, dan Brebes juga diproyeksikan mampu mendukung swasembada garam, khususnya di Jateng.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga menetapkan tujuh lokasi sentra Pugar, yakni Cirebon, Indramayu, Rembang, Pati, Pamekasan, Sampang, dan Sumenep.

Selain itu, KKP juga menetapkan 33 kabupaten/kota sebagai penyangga Pugar.

Kontribusi produksi garam di Tanah Air, masih didominasi dari Jawa Timur sebesar 47 persen, disusul Jateng 30 persen, Jabar 10 persen, NTB, Bali, dan NTT dengan persentase bervariasi. (Ant)

Sumber : http://wartaekonomi.co.id/berita25980/pemerintah-dorong-petani-garam-suplai-industri.html

 

Pertanianku — Beragam jenis makanan sehat banyak menjadi asupan pada saat seseor [...]

Pertanianku — Menghilangkan bekas getah pisang pada baju cukup sulit dilakukan. [...]

Pertanianku — Jeruk memiliki keunikan rasa manis dan asam yang membuatnya terasa [...]

Pertanianku — Bawang merah dan cabai merupakan dua jenis tanaman yang bernilai e [...]

Pertanianku — Ayam arab adalah ayam jenis petelur unggul yang banyak diidolakan [...]

Pertanianku — Tanaman bunga kerap dijadikan tanaman penghias pekarangan rumah. N [...]

Pertanianku — Trik menyimpan buah pisang bisa diterapkan agar buah ini bisa disi [...]

Pertanianku — Buah plum digemari karena dipercaya bisa membantu menurunkan berat [...]

Pertanianku — Biasanya, konsumen menyukai membeli buah yang belum terlalu matang [...]

Pertanianku — Penyakit tular tanah terdiri atas berbagai jenis jamur, bakteri, n [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds