Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Pemerintah Bantu Sertifikasi Halal KUMKM Berbagai Provinsi | binaswadaya.org      

Pemerintah Bantu Sertifikasi Halal KUMKM Berbagai Provinsi

Kementerian Koperasi dan UKM memfasilitasi koperasi dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (KUKM) di berbagai provinsi di Indonesia memperoleh sertifikat halal dan pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

“Pada tahun 2014, kami membimbing KUMKM tentang Kehalalan dan HKI di berbagai lokasi,” kata Menteri Koperasi dan UKM, Sjarifuddin Hasan di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan sebanyak 50 KUMKM di 15 lokasi difasilitasi untuk mendapatkan sertifikat halal.

Disamping itu pihaknya juga memberikan bimbingan dan sosialisasi peningkatan mutu dan kemasan produk di 22 lokasi masing-masing kepada 50-60 KUMKM.

“Pendampingan sertifikasi halal, Standar Nasional Indonesia (SNI), HACCP dilakukan kepada pelaku UMKM dan koperasi yang memenuhi ketentuan,” katanya.

Menteri menambahkan, pada prinsipnya, suatu produk dapat memperoleh sertifikat halal melalui beberapa tahapan yakni audit hingga uji laboratorium.

Audit terdiri dari ketentuan dari mana bahan baku diperoleh dimana kalau dari hewan apakah penyembelihannya sudah sesuai tata cara Islam atau belum.

Selain itu juga ketentuan soal bagaimana proses produksinya, distribusinya dan penyimpanannya.

“Audit ini hanya boleh dilakukan oleh badan sertifikasi yang sudah terakreditasi oleh badan akreditasi di negara di mana produk ini diproduksi. Di Indonesia oleh KAN atau Kantor Akreditasi Nasional,” katanya.

Selama ini sertifikasi yang dilakukan LPPOM-MUI dan LPPOM-MUI belum terakreditasi di tingkat internasional sehingga produk KUMKM besar kemungkinan sulit diterima di negara-negara Islam atau yang membutuhkan logo Halal dan logo Halalnya pun yang diakui oleh mereka.

Selanjutnya, proses sertifikasi dilanjutkan dengan pengujian laboratorium dari produk yang sudah jadi, apakah mengandung babi dan turunannya, atau mengandung alkohol.

“Hasil Pengujian ini hanya diakui jika dilakukan oleh lab yang sudah terakreditasi, sementara ini dilakukan oleh LPPOM-MUI dan LPPOM-MUI belum punya lab yang terakreditasi,” katanya.

Kemudian hasil audit dan pengujian disidangkan oleh Komisi Fatwa yang selama ini dilakukan oleh MUI baru kemudian Halal terbit.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/syariah-ekonomi/14/04/15/n42opf-pemerintah-bantu-sertifikasi-halal-kumkm-berbagai-provinsi

Pertanianku — Lahan sempit bukan penghalang bagi Anda yang ingin memulai bertana [...]

Pertanianku — Bertanam sayuran dalam pot banyak dilakukan oleh rumah tangga, ter [...]

Pertanianku — Pupuk bokashi berasal dari Jepang. Arti nama ‘bokashi’ dalam bahas [...]

Pertanianku — Usaha ternak kelinci dapat dilakukan dalam kandang kelinci sistem [...]

Pertanianku — Siapa sangka, manfaat kulit buah naga merah manjur menanggulangi s [...]

Pertanianku — Kaktus merupakan salah satu tanaman hias yang cukup populer. Ini k [...]

Pertanianku — Populasi sapi perah yang ada di Indonesia saat ini kebanyakan dida [...]

Pertanianku — Stres dan depresi dapat menekan kesehatan mental seseorang hingga [...]

Pertanianku — Budidaya kelinci banyak dilakukan untuk kebutuhan peliharaan dan k [...]

Pertanianku — Budidaya melon patut dicoba karena berbagai keuntungan yang bisa A [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds