Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Pangkas Rantai Distribusi, Pemerintah Akan Kembangkan Pasar Agro | binaswadaya.org      

Pangkas Rantai Distribusi, Pemerintah Akan Kembangkan Pasar Agro

Rendahnya imbal hasil yang dinikmati petani dari usaha pertanian ditengarai disebabkan oleh panjangnya mata rantai distribusi. Di sisi lain, mata rantai yang panjang tersebut juga membuat harga di tingkat konsumen menjadi tinggi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung mengatakan, imbal hasil petani bisa ditingkatkan sehingga kesejahteraan mereka pun terangkat, dengan cara memangkas mata rantai distribusi.

“Keberpihakan Kementan bukan memberikan pupuk subsidi, melainkan kerja sama dengan Kemendag memotong mata rantai sehingga imbal hasil petani meningkat, kesejahteraan meningkat,” tekan Chairul di Jakarta, Kamis (24/7/2014).

Menurut Chairul, keberadaan pasar produk pertanian seperti yang dilakukan Kementan sangat penting karena banyak sekali mata rantai yang harus dilalui petani untuk sampai ke konsumen. Chairul menyatakan, inilah yang menyebabkan imbal hasil petani rendah, sementara harga konsumen mahal.

“Saya harap Kemendag dan Kementan memotong mata rantai menjadi semakin pendek. Waktu saya jadi Ketua KEN, saya menemukan misal harga di petani X sama dengan 1, harga di konsumen bisa sampai empat kalinya. Harapannya, jika ada pasar agro seperti ini, bukan lagi X sama dengan 1 menjadi 4, melainkan X sama dengan 1 menjadi maksimal dua kali lipatnya,” ujar Chairul.

Salah satu langkah konkretnya adalah dengan membuka pasar agro. Namun, di kota-kota besar, pasar agro ini sangat sulit dilakukan karena terhambat harga tanah yang tinggi. Sebab, kata Chairul, margin keuntungan pertanian tidaklah tinggi.

“Dengan margin yang kecil, tidak mungkin bikin pasar besar di tengah Ibu Kota. Upaya Kementan ini, saya apresiasi, saya mendukung penuh,” kata Chairul.

Sejauh ini, potensi domestik konsumen produk pertanian mencapai 250 juta orang. Dengan pertambahan penduduk tiap tahun sekitar 1,6 persen, artinya akan ada peningkatan demand. “Tiap tahun kita membentuk Singapura baru, tiap tahun terbentuk 4 juta demand baru,” imbuhnya.

Di sisi lain, sering kali pelaku pertanian melupakan bahwa naiknya pendapatan masyarakat mendorong perubahan gaya hidup. Tentu saja, ini akan menuntut produk pertanian yang semakin berkualitas dan jumlah yang banyak.

 Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/07/25/005700326/Pangkas.Rantai.Distribusi.Pemerintah.Akan.Kembangkan.Pasar.Agro

Pertanianku — Saat memakan buah apel, umumnya kita membuang bagian kulit, teruta [...]

Pertanianku — Hari raya Idul Adha identik dengan daging kurban. Biasanya, kita a [...]

Pertanianku — Beragam jenis makanan sehat banyak menjadi asupan pada saat seseor [...]

Pertanianku — Menghilangkan bekas getah pisang pada baju cukup sulit dilakukan. [...]

Pertanianku — Jeruk memiliki keunikan rasa manis dan asam yang membuatnya terasa [...]

Pertanianku — Bawang merah dan cabai merupakan dua jenis tanaman yang bernilai e [...]

Pertanianku — Ayam arab adalah ayam jenis petelur unggul yang banyak diidolakan [...]

Pertanianku — Tanaman bunga kerap dijadikan tanaman penghias pekarangan rumah. N [...]

Pertanianku — Trik menyimpan buah pisang bisa diterapkan agar buah ini bisa disi [...]

Pertanianku — Buah plum digemari karena dipercaya bisa membantu menurunkan berat [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10000 milliseconds