Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Pakar: Budaya Produktif Bisa Entaskan Kemiskinan | binaswadaya.org      

Pakar: Budaya Produktif Bisa Entaskan Kemiskinan

[BANDUNG] Guru Besar Fakultas Pertanian Unpad Prof Dr Tuhpawana P Sendjaja mengatakan penerapan budaya produktif dan paradigma ekonomi kerakyatan menjadi salah satu langkah mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

“Budaya produktif akan menjadi kekuatan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi jika didukung dengan paradigma ekonomi kreatif,” katanya di Bandung, Minggu.

Menurut dia, masalah pengangguran dan kemiskinan di Indonesia tidak kunjung teratasi akibat cara pengatasan yang tidak terintegrasi dan tidak mendasar. Upaya pengentasan kemiskinan perlu dilakukan secara mendasar, mulai dari aspek paradigma dan segala sumberdaya yang ada di Indonesia perlu diupayakan agar memberikan kontribusi.

“Mengentaskan kemiskinan dan pengangguran di Indonesia seharusnya diawali dengan melakukan perubahan mendasar pada aspek paradigmanya,” kata Tuhpawana.

Ia menjelaskan budaya produktif bisa dilihat dari beberapa aspek yang salah satunya adalah banyak dan beragamnya inovasi yang dihasilkan.

Bangsa produktif adalah bangsa yang kreatif dan inovatif, karena produktif sejatinya merupakan salah satu ciri kreatif dan inovatif,” kata Tuhpawana.

Ia menyebutkan ada lima cara yang bisa dilakukan untuk mewujudkan paradigma ekonomi kerakyatan sebagai pendukung budaya produktif.

Perubahan itu diantaranya mengalihkan paradigma ekonomi rakyat menjadi kerakyatan, perubahan paradigma “market driven” (permintaan pasar) menjadi “resource based” (sesuai keterampilan suber daya) dan perubahan paradigma konsumen berdaya beli rendah ke konsumen produktif.

“Perubahan paradigma ekspor hasil primer ke peningkatan nilai tambah dan perubahan paradigma bangga konsumsi produk luar negeri ke bangga konsumsi produk sendiri juga perlu dilakukan,” kata Tuhawana.

Menurut dia, dukungan pemerintah sangat penting dalam mewujudkan budaya produktif. Menurutnya pemerintah mempunyai peran yang menentukan dan membuka kesempatan bagi semua orang untuk memasuki kegiatan usaha produktif.

“Pemerintah harus jeli dan meneliti tentang kegiatan produktif,” kata Tuhpawana menambahkan. [Ant/N-6]

 Sumber : http://www.suarapembaruan.com/ekonomidanbisnis/pakar-budaya-produktif-bisa-entaskan-kemiskinan/55541

Pertanianku — Bisnis peternakan ayam selalu menjadi incaran peternak pemula. Kin [...]

Pertanianku — Berkebun merupakan kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat untuk [...]

Pertanianku — Hortikultura diartikan sebagai tanaman kebun. Biasanya, tanaman ya [...]

Pertanianku — Ada berbagai cara mengupas kiwi yang bisa Anda lakukan sebelun men [...]

Pertanianku — Proses pematangan mangga seringkali belum sempurna ketika buah ini [...]

Pertanianku — Kolam ikan akan lebih hidup jika ditambahkan dengan tanaman hias a [...]

Pertanianku — Fenomena harga cabai yang melambung tinggi terjadi lagi. Ikatan Pe [...]

Pertanianku — Komoditas perkebunan memiliki kontribusi besar dalam peningkatan e [...]

Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) menilai, pupuk menjadi kunci kema [...]

Pertanianku — Beragam jenis tanaman buah biasa dibudidayakan dengan berbagai car [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds