Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Meski Rentan Diselewengkan Besaran Dana PNPM Ditambah Rp1,5 Miliar | binaswadaya.org      

Meski Rentan Diselewengkan Besaran Dana PNPM Ditambah Rp1,5 Miliar

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Pedesaan dan PNPM Perkotaan, dinilai Menko Kesra, Agung Laksono, paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Program ini pun mampu memberdayakan masyarakat menuju tingkat kesejahteraan yang lebih baik.

“Pemerintah harus mencari cara membangunan masyarakat. Tidak hanya sekedar memberi, tetapi harus memberdayakan. Program seperti PNPM-lah yang mengandung unsur-unsur pemberyaan masyarakat,” kata Agung, Jumat (25/10), di Kemenko Kesra.

Karenanya, pemerintah pun pada 2014 akan menambah besaran dana PNPM bagi kecamatan yang masih tertinggal. Penambahannya sekitar Rp1 miliar-Rp1,5 miliar, sehingga menjadi Rp3 miliar per kecamatan yang masih tertinggal. Jika ditotal, maka dana untuk PNPM secara nasional pada 2014 sebesar Rp15 triliun.

Pemerintah mengakui program ini rentan digelapkan, meski prosentasenya kecil. Karenanya, pemerintah akan memberikan sanksi kepada daerah yang menggelapkan dana pinjaman modal usaha tanpa bunga itu. Sanksinya berupa tak akan dicairkannya dana itu, meski tetap mendapatkan alokasi. “Sementara waktu tidak dapat dicairkan sampai hasil verifikasi resmi dari kementerian atau lembaga,” kata Agung.

Beberapa daerah pada tahun depan terpaksa gigit jari. Sebut saja Kecamatan Bayat, Klaten, yang terjadi penyimpangan dana PNPM mencapai Rp3,3 miliar. Atau juga yang terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

“Sebenarnya, penyimpangan dana bergulir PNPM terjadi di 37 kabupaten se-Indonesia, namun untuk Bayat ini rekor dari sisi jumlahnya karena di atas Rp 1 miliar,” kata Deputi Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkokesra, Dr Ir Sujana Royat.

Sujana yang juga Ketua Pokja Pengendali PNPM Mandiri menambahkan, kasus yang terjadi di Bayat akan menjadi pelajaran bagi pembinaan PNPM ke depan. Saat ini, sedang dilakukan audit lanjutan untuk mengetahui kerugian dan pihak yang terlibat.

Ia menandaskan, dana PNPM tak boleh untuk kegiatan politik. Jika ini terjadi, pelakunya akan didiskualifikasi oleh Badan Pengawas Pemilu, dan diminta untuk mengundurkan diri.

Sumber:http://www.harianterbit.com/2013/10/27/besaran-dana-pnpm-ditambah-rp15-miliar/

 

Pertanianku — Bisnis peternakan ayam selalu menjadi incaran peternak pemula. Kin [...]

Pertanianku — Berkebun merupakan kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat untuk [...]

Pertanianku — Hortikultura diartikan sebagai tanaman kebun. Biasanya, tanaman ya [...]

Pertanianku — Ada berbagai cara mengupas kiwi yang bisa Anda lakukan sebelun men [...]

Pertanianku — Proses pematangan mangga seringkali belum sempurna ketika buah ini [...]

Pertanianku — Kolam ikan akan lebih hidup jika ditambahkan dengan tanaman hias a [...]

Pertanianku — Fenomena harga cabai yang melambung tinggi terjadi lagi. Ikatan Pe [...]

Pertanianku — Komoditas perkebunan memiliki kontribusi besar dalam peningkatan e [...]

Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) menilai, pupuk menjadi kunci kema [...]

Pertanianku — Beragam jenis tanaman buah biasa dibudidayakan dengan berbagai car [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds