Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Menkop: Pemerintah Akan Melindungi Produk Ekspor UKM | binaswadaya.org      

Menkop: Pemerintah Akan Melindungi Produk Ekspor UKM

Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede (AAGN) Puspayoga menegaskan bahwa produk-produk ekspor yang dihasilkan usaha mikro dan kecil (UMK) harus dilindungi, jangan sampai produk yang dihasilkannya diakui negara lain.

“Produk UKM harus dilindungi jangan sampai dipatenkan negara lain,” tegas Puspayoga ketika mengunjungi Indonesia Bamboo Community (IBC) di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (20/12/2014).

Penegasan tersebut diungkap, Puspayoga setelah mendengar keluhan dari Adang Muhidin pemilik pusat kerajinan alat musik berbahan dasar bambu, yang berkisah alat tiup (Saxophone) dari bambu yang diekspor IBC ke Swedia ternyata dipatenkan di negara tersebut.

“Kasus Ini tidak boleh terjadi lagi. Kita harus melindungi kreativitas UKM dalam memproduksi barang,” tegas mantan Wakil Gubernur Bali dua periode.

Maksudnya, tambah Puspayoga, produk UKM yang sudah dipesan atau di ekspor ke luar negara pastinya adalah produk dengan kreativitas yang luar biasa, atau produk yang bisa bersaing di pasar global. Jad produk tersebut harus dilindungi jangan sampai hak atas kekayaan intelektualnya (HAKI) di rampas negara lain.

Janji Menkop untuk melindungi para Eksportir UKM seperti Adang ini memang pantas dilakukan. Pasalnya, Adang dengan kerajinan alat musik dari bambunya sudah mengukir prestasi tingkat internasional. Diantaranya, masuk rekor MURI untuk kategori pagelaran alat musik bambu dengan jenis terbanyak. Termasuk Saxophone dari bambu yang dinobatkan sebagai “yang pertama di dunia.

Bahkan, Adang berencana akan memecahkan rekor dunia untuk simponi orkestra bambu pertama di dunia. “Doakan saja niat kami terwujud dan bisa mengangkat nama baik produk UKM Indonesia di kancah internasional”, tukas Adang.

?Sementara itu, Adang menjelaskan, sejak didirikan pada April 2011 lalu, dirinya sudah mampu membuat alat musik dari bambu untuk pasar ekspor ke negara-negara seperti AS, Jepang, Malaysia, Meksiko,Belgia, Prancis, Belanda, Yunani, Filipina, dan Singapura.

“Kita membuat 14 macam alat musik dari bambu seperti Biola, gitas, gitar bass, dan alat-alat tiup”, kata Adang.

Namun, aku Adang, khusus untuk alat musik tiup seperti Saxophone tidak dikeluarkan dulu, sebelum urusan hak patennya selesai. “Kita tidak mau kecolongan lagi seperti pernah terjadi dibeli oleh orang Swedia lalu dipatenkan di negaranya”, imbuh Adang.

Ke depan, lanjut Adang, tempatnya akan melakukan pengembangan dengan membuat Pusat Pelatihan Produk Bambu Indonesia yang berpusat di Bandung. “Kita sedang membangun tempat dua lantai. Lantai satu untuk pelatihan perajin bambu, sementara lantai dua untuk perpustakaan. Buku-buku tentang bambu akan ada di perpustakaan ini”, papar Adang.

Sumber : http://www.harianterbit.com/read/2014/12/22/14380/30/21/Menkop-Pemerintah-Akan-Melindungi-Produk-Ekspor-UKM

Pertanianku — Saat memakan buah apel, umumnya kita membuang bagian kulit, teruta [...]

Pertanianku — Hari raya Idul Adha identik dengan daging kurban. Biasanya, kita a [...]

Pertanianku — Beragam jenis makanan sehat banyak menjadi asupan pada saat seseor [...]

Pertanianku — Menghilangkan bekas getah pisang pada baju cukup sulit dilakukan. [...]

Pertanianku — Jeruk memiliki keunikan rasa manis dan asam yang membuatnya terasa [...]

Pertanianku — Bawang merah dan cabai merupakan dua jenis tanaman yang bernilai e [...]

Pertanianku — Ayam arab adalah ayam jenis petelur unggul yang banyak diidolakan [...]

Pertanianku — Tanaman bunga kerap dijadikan tanaman penghias pekarangan rumah. N [...]

Pertanianku — Trik menyimpan buah pisang bisa diterapkan agar buah ini bisa disi [...]

Pertanianku — Buah plum digemari karena dipercaya bisa membantu menurunkan berat [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds