Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
MEMPERLUAS KESETIAKAWANAN SOSIAL NASIONAL | binaswadaya.org      

MEMPERLUAS KESETIAKAWANAN SOSIAL NASIONAL

hari kesetiakawanan sosial nasional

Oleh Prof. Dr. Haryono Suyono

 

DALAM peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2013, Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) memulai tradisi baru yang diharapkan segera meluas menjadi awal dari gerakan nasional untuk mengembangkan Kedaulatan Sosial secara nasional. Tradisi baru itu dimulai dengan suatu bazar di halaman Gedung Universitas Trilogi di Jakarta dengan menggelar hasil karya dari keluarga kurang mampu, keluarga miskin, pengusaha mikro dan disabilitas yang dibina melalui Posdaya dan lembaga sosial lainnya di Jakarta dan sekitarnya di halaman kampus yang luas itu.

Di samping itu digelar juga pengenalan terhadap upaya pelatihan ketrampilan, pengembangan bisnis mikro dan kemudahan untuk mendapatkan kredit dengan fasilitas tanpa agunan melalui Kredit dan Tabungan Keluarga Sejahtera atau Tabur Puja yang disalurkan melalui  Bank atau koperasi di tingkat desa.

Gebyar itu merupakan puncak dari perkenalan pendekatan baru yang dilakukan oleh DNIKS yang dimulai dengan pelatihan khusus seluruh Orsos tingkat pusat yang tergabung dalam DNIKS untuk memahami suatu pendekatan lebih baik menangani masalah sosial sebelum suatu phenomena sosial menjadi masalah.

Penanganan secara dini itu diharapkan menjadi bagian dari upaya besar untuk mengembangkan Kedaulatan Sosial Nasional yang menjadikan seluruh anggota masyarakat tidak saja sadar akan suatu phenomena sosial, tetapi berani mengambil prakarsa dan cerdik melakukan langkah-langkah preventif.

Upaya itu mencegah phenomena sosial menjadi masalah dengan mengambil langkah-langkah konkrit agar phenomena itu tidak berlanjut menjadi masalah yang penanganannya lebih sulit, lebih lama dan memakan tenaga atau biaya yang lebih tinggi. Penanganan itu bisa menyebabkan sebuah keluarga akan berubah menjadi kasus penderita sosial yang lebih berat lagi.Dalam pelatihan untuk organisasi sosaial itu diberikan pembekalan bersifat komprehensif tentang kemungkinan suatu phenomena sosial bisa menjadi masalah sosial. Salah satunya adalah kebiasaan baru anak-anak bermain dengan handphone atau ipad yang kita tahu mengandung peralatan canggih untuk bisa berselancar di dunia maya. Kemungkinan bahwa  anak-anak itu mengakses situs pornografi hampir tidak bisa dicegah karena pemerintah tidak serius dalam memblokir situs itu dari provider yang tidak saja di tanah air tetapi bisa mengirim pesan dari luar negeri dengan mudah dan murah. Tidak mustahil bahwa pencantuman situs pornografi yang bisa merusak otak itu merupakan rekayasa untuk menghancurkan generasi muda calon pemimpin bangsa dikemudian hari.

Pemimpin Indonesia tahun 2045, seratus tahun setelah Indonesia merdeka akan cacat otaknya dan tidak bisa berpikir jernih lagi sehingga dengan mudah bisa menjual tanah air dan bangsa besar ini ke tangan penjajah baru.

Pada pelatihan itu diberikan juga bekal untuk mengajak lembaga sosial mengembangkan pendekatan kemasyarakatan sehingga mereka bisa mengirim tenaga ahlinya bukan hanya menangani mereka yang sudah menderita, tetapi ikut mencegah bersama keluarga di masyarakat luas. Misalnya saja ikut menyiapkan setiap keluarga untuk menangani lansia di rumahnya sendiri sehingga kalau suatu keluarga mempunyai seorang lansia tidak buru-buru  mengirimnya ke panti jompo karena tidak mampu merawat atau memberi pelayanan di rumah masing-masing.

Keluarga diberi kemampuan untuk mempunyai lansia di rumahnya sendiri dan kalau perlu diberi pendampingan tenaga professional yang setiap kali bisa datang dan memberikan bantuan konsultasi ke rumah masing-masing. Tenaga bantuan ini bisa diciptakan untuk mengembangkan kesempatan kerja yang lebih banyak di tanah air sehingga kegiatan sosial bisa menjadi lapangan kerja yang baru dan menarik serta memberi kesempatan kerja yang baru.

Seorang warga yang dalam keluarganya menderita disabilitas karena penyakit gula harus sangat hati-hati dengan kebiasaan makannya agar bakat gula tidak menjalar dalam usia muda. Kebiasaan menghindari makanan tertentu akan menyelamatkan usia muda yang produktif dari seseorang yang dalam lingkungan keluarganya menderita diabetes yang ada kalanya menurun  kepada anaknya tersebut.

Tenaga-tenaga sosial bisa juga bekerja sama dengan tenaga pendidikan untuk mendampingi tenaga pengajar pada PAUD yaitu dengan memberikan konsultasi kepada guru PAUD dan para orang tua untuk memperhatikan anak balitanya. Anak-anak balita itu perlu diperhatian sikap dan tingkah lakunya. Apabila bersikap dan bertingkah laku tidak koperatif dengan
teman-temannya, suka tidak mendengar temannya mengajak bercanda atau tidak mau mendengar panggilan gurunya, bukan berarti anak itu bandel.

Ada kemungkinan seorang anak seperti itu pendengarannya kurang baik, atau low hearing dan harus segera dibawa ke klinik untuk dilihat pendengarannya. Pemerikasaan secara dini akan mencegah seorang anak untuk tidak tuli dan menjadikan mereka di hari tua seorang disabilitas
tuna rungu.

Hal serupa bisa diperlakukan untuk menggugah perhatian dalam bidang penglihatan. Seorang anak yang kalau disuruh membaca di papan tulis selalu mendekat, ada kemungkinan menderita low fision, atau lemah penglihatannya. Perawatan lebih dini bisa mencegah seseorang menjadi buta yang memerlukan penanganan seumur hidup dengan penderitaan juah lebih berat.

Bekal pelatihan untuk membangun ketahanan sosial itu dipraktekkan di beberapa daerah sebagai upaya menyadarkan lembaga sosial dan masyarakat luas bahwa penanganan masalah sosial bisa melalui pendekatan preventif yang memberikan harapan lebih baik untuk masyarakat luas. (Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua Umum DNIKS, www.haryono.com).

Sumber: http://www.harianterbit.com/2013/12/23/memperluas-kesetiakawanan-sosial-nasional-2/

Pertanianku — Beragam jenis tanaman buah biasa dibudidayakan dengan berbagai car [...]

Pertanianku — Cara menyuburkan tanah bisa dilakukan dengan pemberian pupuk. Sela [...]

Pertanianku — Penggunaan bahan alami untuk menyuburkan tanah sudah digunakan sej [...]

Pertanianku — Bagaimana trik agar jagung manis berbuah lebat? Ya, siapa yang tid [...]

Pertanianku — Ada beberapa jenis anggur yang tersebar di seluruh dunia. Salah sa [...]

Pertanianku — Bisnis beternak ayam kampung sangat menjanjikan. Bagaimana tidak? [...]

Pertanianku — Sejak dulu, daun jambu biji dipercaya dapat mengatasi diare. Untuk [...]

Pertanianku — Apakah Anda ingin memelihara tanaman hias air? Ada banyak jenis ta [...]

Pertanianku — Jenis sapi perah alias sapi penghasil susu ada banyak jenisnya. Sa [...]

Pertanianku — Berbagai cara mengupas mangga bisa dipraktikkan untuk menikmati bu [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds