Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Masalah Kesejahteraan Sosial, Bukan Hanya Charity | binaswadaya.org      

Masalah Kesejahteraan Sosial, Bukan Hanya Charity

Kementerian Sosial menegaskan, bahwa tantangan untuk menyejahterakan bangsa Indonesia adalah tugas bersama dan lintas sektoral bukan hanya tugas Kementerian Sosial (Kemensos). Untuk itu, semua pihak terkait harus bekerja bersama-sama bahu membahu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun demikian, menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Sosial (Kemensos) Harry Z. Soeratin, pihaknya ingin agar aksi menangani masalah kesejahteraan sosial bukan sekedar charity, namun lebih jauh dari itu. “Kemensos saat ini ingin menggeser bahwa masalah kesejahteraan bukan hanya charity namun lebih jauh dari itu,” katanya pada Forum Tematik Badan Koordinasi Hubungan Kemasyarakatan (Bakohumas) di Hotel Santika, TMII, Jakarta, Selasa (27/9) pagi.

Dirjen Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos Andi Z.A. Dulung yang hadir dalam kesempatan itu menambahkan, bahwa pekerjaan rumah terbesar adalah kalangan tidak mampu bisa naik sedangkan kalangan atas tidak terlalu naik dengan cepat.

“Sasaran KIS (Kartu Indonesia Sehat) 92,4 juta penduduk Indonesia yang dibantu iuran. Selain itu, 16 juta keluarga yang jadi sasaran beras sejahtera (rastra),” lanjut Andi.

Program lain, tambah Andi, yakni PKH (Program Kelauraga Harapan) merupakan bantuan tunai bersyarat dan didampingi oleh 1 orang pendamping serta disasar untuk 11% penduduk. “Selain bantuan bersyarat tersebut, sebelum disetop, diberikan bantuan KUBE (Kredit Usaha Bersama) dan juga perbaikan rumah,” tambah Andi.

forum-kemiskinan

Non Tunai
Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos Andi Z.A. Dulung mengemukakan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo pada 26 April 2016 lalu, maka kini setiap bantuan sosial dan subsidi disalurkan secara non tunai, dan menggunakan sistem perbankan untuk kemudahan mengontrol, memantau, dan mengurangi penyimpanan.

“Semua program penanganan kemiskinan perlu disinergikan agar outcome-nya memberikan dampak luas, efisien, dan efektif,” ujar Andi mengutip pernyataan Menteri Sosial.

Prinsip dasar bantuan pangan, menurut Dirjen PFM, melalui electronic voucher. Ia melanjutkan bahwa konsep e-warong adalah agen bank dalam menyalurkan bansos non tunai.

“Jadi jelas bahwa aplikasi e-warong ini tidak dapat melayani secara tunai dan saat ini sudah bekerja sama dengan dua bank yakni BNI dan BRI,” pungkas Dirjen PFM.

Tampak hadir pada acara forum Bakohumas kali itu antara lain Direktur Jenderal (Dirjen) Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo Rosalita Niken, Kepala Biro Umum Kemensos, Asisten Deputi Bidang Hubungan Kemasyarakatan dan Protokol Setkab, serta perwakilan dari Humas kementerian/lembaga. (EN/ES)

Sumber: http://setkab.go.id/  dan http://www.kemsos.go.id

Pertanianku — Saat memakan buah apel, umumnya kita membuang bagian kulit, teruta [...]

Pertanianku — Hari raya Idul Adha identik dengan daging kurban. Biasanya, kita a [...]

Pertanianku — Beragam jenis makanan sehat banyak menjadi asupan pada saat seseor [...]

Pertanianku — Menghilangkan bekas getah pisang pada baju cukup sulit dilakukan. [...]

Pertanianku — Jeruk memiliki keunikan rasa manis dan asam yang membuatnya terasa [...]

Pertanianku — Bawang merah dan cabai merupakan dua jenis tanaman yang bernilai e [...]

Pertanianku — Ayam arab adalah ayam jenis petelur unggul yang banyak diidolakan [...]

Pertanianku — Tanaman bunga kerap dijadikan tanaman penghias pekarangan rumah. N [...]

Pertanianku — Trik menyimpan buah pisang bisa diterapkan agar buah ini bisa disi [...]

Pertanianku — Buah plum digemari karena dipercaya bisa membantu menurunkan berat [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds