Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Martinus Rato Helmon, SS penerima Frans Seda Award | binaswadaya.org      

Martinus Rato Helmon, SS penerima Frans Seda Award

Martinus Rato Helmon (38thn) sering dipanggil Martin adalah seorang angota DPRD Manggarai Timur (2014-2019) dari partai Gerindra, lahir 7 July 1978 di Mukun, desa Golo Meni, Kec.Kota Komba, Kab. Manggarai Timur, Flores, NTT, Borong, Indonesia 86571 mempunyai seorang istri kelahiran dari tanah Batak dr. Melda Fio Flora Br. Sijabat, M.BiomMed, Sp.Pk.

Sejak tahun 2007 sampai saat ini aktif sebagai KETUA UMUM / DIREKTUR UTAMA Perhimpunan Petani Komunitas Cinta Indonesia/ PT Wela Tenda Putera

Lulus SMAK ST.IGNATIUS LOYOLA LABUAN BAJO dan kemudian tahun 1997 masuk di Seminari Yohanes Paulus II-Labuan Bajo-Flores-NTT, mengenyam pendidikan Filsafat (Philosophy) di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Jakarta (2002), dan  Universitas Atma Jaya Yogyakarta
“Frans Seda Award”

Frans Seda Award adalah sebuah penghargaan yang dirintis oleh Yayasan Atma Jaya, terinspirasi dari nama seorang negarawan Indonesia bernama Frans Seda (1926-2009), yang juga adalah tokoh perintis dan pendiri Atma Jaya.

Frans Seda Awars dianugerahkan kepada mereka yang telah berkarya di bidang Kemanusiaan dan Pendidikan, salah satu nominasinya adalah Martinus Rato Helmon, pemuda 36 tahun asli Mukun, Manggarai Timur adalah sosok pemuda langka yang kembali ke desa untuk membangun desa melalui Yayasan Kita Cinta Indonesia (YKCI), Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Koperasi Simpan Pinjam Cinta Indonesia (KSP CI) dan Koperasi Serba Usaha Cinta Indonesia (KSU CI) yang didirikannya.

Ia melakukan terobosan dengan membantu masyarakat melalui program sertifikat tanah petani pedesaan yang didukung Bank NTT Cabang Borong dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kab. Manggarai Timur. Dengan terbukanya akses bagi sertifikasi tanah, maka terbuka pula akses penyaluran kredit UMKM bagi para pengusaha mikro pedesaan di wilayahnya yang sampai sekarang ini terdapat sekitar Rp 2,1 Milyar uang Bank NTT yang tersalurkan ke desa berkat kerja keras ini.

Sejak 2003, ia juga merintis Sekolah Menengah Kejuruan Mukun Cinta Indonesia dengan jurusan awalnya Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian (Mix-Farming) yang terus dikembangkan.

Frans Seda Award 2016 telah memilih Martinus Rato Helmon sebagai penerima penghargaan dalam bidang Kemanusiaan (Awardees for Humanity Category) dan Nursyda Syam sebagai penerima penghargaan dalam bidang Pendidikan (Awardees for Education Category).

 

Nursida Syam,

Penggigih Klub Baca Perempuan sebagai  penerima Frans Seda  Award bidang Pendidikan.

Perempuan yang akrab disapa Ida itu merupakan pelopor gerakan membaca di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Ia berhasil mendirikan Klub Baca Perempuan dan taman baca untuk masyarakat Lombok Utara, khususnya kaum urban, sejak 2007.

Nursida-SyamNursida lahir di desa Jambi Anom, Nusa Tenggara Barat pada Agustus 1979. Ia berkesempatan mengalami masa kuliah di Fakultas  Sastra Univesitas Negeri Yogyakarta dan sejak saat itu telah memiliki keinginan untuk membagi semangatnya untuk membaca kepada masyarakat luas di tempat tinggalnya, terutama kalangan perempuan. Ia berkeyakinan bahwa orang-orang di sekitar pada dasarnya suka membaca, hanya saja terhambat oleh akses akan buku serta himpitan ekonomi yang tentu akan membuat mereka lebih memilih untuk membeli kebutuhan pangan bagi diri atau keluarganya.

Dengan niat yang sejak awal bertujuan utama kepada perempuan, Nursida rajin mengajak, bahkan ‘memaksa’ para ibu rumah tangga untuk datang dan memilih buku sesuai dengan yang mereka sukai. Ia pun menyediakan  fasilitas sebagaimana kemampuannya untuk menampung  anak-anak hingga orang dewasa untuk menghabiskan waktu dengan membaca di taman bacaannya.

Dalam upayanya selama mengembangkan taman bacaan ini, berbagai respon telah ia dapatkan dari lingkungannya. Dari respon warga yang begitu tulus memberi sayur dan buah melihat usaha gigihnya mengembangkan Taman Baca, hingga tuduhan yang mengatakan dirinya sedang melakukan kaderisasi untuk menjadi caleg lewat promosi perpustakaan umum miliknya. Namun Nursida tidak menyerah, setelah terwujud citacitanya mendirikan Taman Baca, sekarang ia juga membuka sekolah alam dengan jumlah guru dan murid yang terus bertambah. (Ditulis oleh Ajeng, disarikan dari Kompas, 2013)

 

Pertanianku — Cara memberantas rumput liar sebenarnya mudah. Tetapi, jenis gulma [...]

Pertanianku — Apakah Anda salah satu pencinta tanaman kaktus hias? Tanaman yang [...]

Pertanianku — Tanaman hias tak hanya diletakkan di taman ataupun sudut ruang tam [...]

Pertanianku — Bisnis peternakan ayam selalu menjadi incaran peternak pemula. Kin [...]

Pertanianku — Berkebun merupakan kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat untuk [...]

Pertanianku — Hortikultura diartikan sebagai tanaman kebun. Biasanya, tanaman ya [...]

Pertanianku — Ada berbagai cara mengupas kiwi yang bisa Anda lakukan sebelun men [...]

Pertanianku — Proses pematangan mangga seringkali belum sempurna ketika buah ini [...]

Pertanianku — Kolam ikan akan lebih hidup jika ditambahkan dengan tanaman hias a [...]

Pertanianku — Fenomena harga cabai yang melambung tinggi terjadi lagi. Ikatan Pe [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds