Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Mari Bangkitkan Indonesia Lewat Bumdes | binaswadaya.org      

Mari Bangkitkan Indonesia Lewat Bumdes

Indonesia dijadikan model oleh dunia dalam mengembangkan pemerintahan desa. Kalau dana desa ini berhasil, maka semua negara di dunia akan mengadopsi penerapan dana desa yang dilaksanakan di Indonesia saat ini.

Demikian disampaikan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendesa PDTT), Eko Putro Sandjojo, saat berbincang dengan semua kepala desa se-Kabupaten Madiun pada Senin, (26/9) di pendopo Kabupaten Madiun.

Dana Desa yang sudah tersalur rata-rata 600-800 juta. Artinya dana desa ditambah dengan dana yang lain dari kabupaten dan propinsi, maka sebenarnya desa itu bisa menerima lebih dari 1 miliar.

Betapapun besar dana yang di gelontorkan ke desa, maka itu tak cukup, jika tak dibarengi dengan pembuatan suatu usaha desa seperti Bumdesa. Maka, mulai sekarang terutama semua desa perlu dan penting untuk membentuk Bumdesa.

“Bisa jadi nanti akan muncul swalayan desa, pertokoan desa dan lain -lain yang membangkitkan pemberdayaan ekonomi desa,” terang Eko Sandjojo.

Indonesia sekarang ini, lanjut Eko Sandjojo, memiliki bonus angkatan kerja yang besar. Ini perlu dimanfaatkan untuk penyerapan tenaga kerja, salah satunya dengan memanfaatkan dana desa. Indonesia harus lebih bisa ketimbang Brasil. Maka, seperti pesan presiden, semua desa harus fokus.

Desa-desa maju cirinya dua, pertahanan keamanan. Tanpa pertahanan dan keamanan, indonesia tidak bisa dibangun. Banyak potensi ketidakamanan dari luar, karena banyak juga yang ingin Indonesia tidak maju.

“Maka kita perlu membuat terobosan dengan membuat suatu usaha yang berimpac besar, bukan butik. Kalau hanya program yang kecil-kecil, tangan negara tidak menjangkau,” ucap menteri keturunan Ponorogo ini.
mendes-eko-putro-sanjoyo

Pembangunan desa tidak bisa top down. Maka, menurut Eko Sandjojo, para kepala desa dan masyarakat yang mengetahui kebutuhannya sendiri.

Yang kedua, adalah penanganan pasca panen. Jika tidak ada, maka produl-produk desa harganya menjadi rendah. “Jadi harga produksi mahal tapi harga jual rendah. Kapan petani desa bisa kaya kalau begini,” terang Eko.

Maka marilah kita memberdayakan ekonomi desa dengan membuat Bumdesa yang fokus. Jika wisata, maka gali dan perdalam potensi terkait dari sisi ekonomi wisata. Begitu pula jika pertanian, perdagangan maupun potensi kelautan atau nelayan.

“Saya yakin jika ini diterapkan maka Bumdesa akan besar dan berhasil. Akan cepat sukses. Fokus malah akan memberikan persoalan lebih detail untuk berkembang maju. Mari bangkitkan Bumdesa,” jelas Menteri Desa yang disambut meriah para kepala desa di Kabupaten Madiun.

Sumber: http://industri.bisnis.com/read/20160926/87/587172/menteri-desa-mari-bangkitkan-indonesia-lewat-bumdes

Pertanianku — Bisnis peternakan ayam selalu menjadi incaran peternak pemula. Kin [...]

Pertanianku — Berkebun merupakan kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat untuk [...]

Pertanianku — Hortikultura diartikan sebagai tanaman kebun. Biasanya, tanaman ya [...]

Pertanianku — Ada berbagai cara mengupas kiwi yang bisa Anda lakukan sebelun men [...]

Pertanianku — Proses pematangan mangga seringkali belum sempurna ketika buah ini [...]

Pertanianku — Kolam ikan akan lebih hidup jika ditambahkan dengan tanaman hias a [...]

Pertanianku — Fenomena harga cabai yang melambung tinggi terjadi lagi. Ikatan Pe [...]

Pertanianku — Komoditas perkebunan memiliki kontribusi besar dalam peningkatan e [...]

Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) menilai, pupuk menjadi kunci kema [...]

Pertanianku — Beragam jenis tanaman buah biasa dibudidayakan dengan berbagai car [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10000 milliseconds