Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Mandiri, Penyandang Cacat Produksi Pot | binaswadaya.org      

Mandiri, Penyandang Cacat Produksi Pot

SURABAYA POST-Upaya pemberdayaan para penyandang cacat terus digelorakan kelompok ini. Salah satunya dengan mengadakan pelatihan pembuatan pot bunga. Dari memproduksi barang ini, mereka memiliki ksibukan, keterampilan dan pendapatan. Sekarang ini ada 20 orang penyandang cacat asal Jombang, yang berkumpul untuk mendapat pelatihan.

Sugeng, Ketua Kompac Jombang, mengatakan, dengan diadakannya sejumlah pelatihan, diharapkan ke depan para penyandang cacat itu lebih bisa mandiri dan keberadaannya tidak dipandang sebelah mata oleh masyarakat sekitarnya. “Tujuannya sih biar orang seperti kami tidak menggantungkan hidup pada orang lain dan bisa berwirausaha,” kata Sugeng, Senin (14/12).

Sugeng, penyandang cacat yang sudah puluhan tahun menggeluti dunia pembuatan pot ini, menjelaskan, digelarnya pelatihan membuat pot bunga bukan tanpa alasan. Hal itu dipicu oleh keterpurukan ekonomi yang didera para penyandang cacat.

“Dengan bertambahnya keterampilan itu, saya berharap bisa mendongkrak derajat ekonomi teman-teman. Artinya, selepas pelatihan, masing-masing individu dapat mengembangkan hasil dari pelatihannya,” katanya.

Dengan meningkatnya penjualan bunga, lanjut Sugeng, secara tidak langsung akan meningkatkan permintaan pasar pot bunga. Kendati demikian, hal itu bukan tanpa kendala karena daya promosi yang dimiliki oleh para penyandang cacat sangat minim. Hal tersebut dipicu oleh keterbatasan fisik yang mereka miliki. “Sudah demikian, dukungan pemerintah daerah juga rendah, sehingga barang-barang yang diproduksi belum menyentuh pasaran yang lebih luas,” keluhnya.

Sugeng yang cacat sejak lahir ini menuturkan, dulu pemerintah pernah menggelar pelatihan. Namun sayangnya, pelatihan tersebut hanya seputar jahit menjahit sehingga kurang menyentuh kebutuhan para penyandang cacat, karena penyandang cacat di Jombang banyak yang tidak memiliki bakat jahit menjahit. Sementara, untuk membuat pot bunga juga menggantungkan pada pesanan. “Artinya, kalau ada yang pesan, baru kita memproduksi. Ya, itu semua karena kondisi fisik kita yang terbatas,” katanya.

Sutikno, salah seorang penyandang cacat lainnya, mengharapkan peran pemerintah dan pemilik modal agar hasil kerajinan membuat pot bunga bisa laku. “Terutama mencari pangsa pasar. Dengan pangsa pasar yang besar, penghasilan kaum penyandang cacat ikut meningkat pula,” katanya.

Paling tidak, lanjut Tikno, pemerintah mau membeli pot hasil karya penyandang cacat untuk dipasang ditepi ruas jalan di Kota Jombang. Selain itu, PKK juga mau membeli pot bunga dari para penyandang cacat. “Kalau ini dilakukan, tentu pendapatan kita meningkat. Kita bekerja semakin giat,” katanya. *

Laporan: Alam Samudra

Sumber: VIVANews

http://www.indonesiaberprestasi.web.id/kisah-motivasi/mandiri-penyandang-cacat-produksi-pot/

dikutif : 22-04-2013

Pertanianku — Saat memakan buah apel, umumnya kita membuang bagian kulit, teruta [...]

Pertanianku — Hari raya Idul Adha identik dengan daging kurban. Biasanya, kita a [...]

Pertanianku — Beragam jenis makanan sehat banyak menjadi asupan pada saat seseor [...]

Pertanianku — Menghilangkan bekas getah pisang pada baju cukup sulit dilakukan. [...]

Pertanianku — Jeruk memiliki keunikan rasa manis dan asam yang membuatnya terasa [...]

Pertanianku — Bawang merah dan cabai merupakan dua jenis tanaman yang bernilai e [...]

Pertanianku — Ayam arab adalah ayam jenis petelur unggul yang banyak diidolakan [...]

Pertanianku — Tanaman bunga kerap dijadikan tanaman penghias pekarangan rumah. N [...]

Pertanianku — Trik menyimpan buah pisang bisa diterapkan agar buah ini bisa disi [...]

Pertanianku — Buah plum digemari karena dipercaya bisa membantu menurunkan berat [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10000 milliseconds