Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Kurangi makan daging berarti kurangi emisi pertanian | binaswadaya.org      

Kurangi makan daging berarti kurangi emisi pertanian

Emisi karbon global dari pertanian dapat dikurangi 50 hingga 90 persen pada 2030.

Steragi yang dilakukan adalah mengurangi makan daging sapi, mengurangi limbah makanan, dan mengelola nutrisi tanah yang lebih baik, menurut laporan dari Asosiasi Lingkungan dan Fokus Iklim California.

Jika semua strategi itu dilaksanakan, emisi di sektor pertanian bisa dihilangkan hingga lima gigaton, setara dengan menghapus semua mobil di dunia, kata laporan tersebut yang dilansir Xinhuanet.com.

Laporan itu berjudul Strategi Mitigasi Perubahan Iklim dalam Pertanian.

Menurut laporan itu, pertanian bertanggung jawab untuk sekitar seperlima emisi gas rumah kaca dan sekitar 70 persen dari emisi gas rumah kaca yang langsung berasal dari ternak, khususnya sapi, domba dan binatang pemakan rumput lainnya.

Daging sapi berperan terhadap emisi karbon ternak enam kali lebih besar dari pada unggas.

“Saya menyadari bahwa pertanyaan tentang bisa atau tidaknya penduduk melakukan diet terhadap daging adalah sulit. Namun, jelas penting untuk mencoba memberikan catatan daging terhadap iklim dalam eksperimen,” kata salah satu penulis studi tersebut, Amy Dickie.

Laporan tersebut menyatakan bahwa meyakinkan Amerika dan Republik Rakyat Tiongkok untuk makan lebih sedikit daging sapi adalah sangat penting.

AS sudah mulai mengurangi konsumsi daging sapi tetapi masih tetap menjadi konsumen daging merah terbesar di dunia.

Konsumsi daging sapi per kapita dalam negeri AS turun dari dari 40,3 kilogram pada 1976 menjadi 26,6 kilogram pada 2009, namun masih melebihi standar global.

Di sisi lain, konsumsi daging merah negara RRT diperkirakan meningkat hingga 116 persen pada 2050.

Penulis lainnya dalma studi itu, Charlotte Streck, mengatakan, meskipun studi ini merekomendasikan pengurangan konsumsi daging sapidi RRT.

“Kami tidak merekomendasikan untuk meninggalkan daging pada umumnya, hanya pengurangan konsumsi ke tingkat yang sehat serta preferensi untuk babi dan unggas terhadap daging sapi,” kata dia.

Meniadakan sisa makanan juga bisa memberi manfaat besar dalam mengurangi emisi pertanian.

Sekitar 40 persen dari semua makanan hilang dalam perjalanan dari peternakan ke meja makan.

Penggunaan pupuk yang berlebihan oleh RRT dapat dipotong sebesar 30 sampai 60 persen tanpa menghambat produksi karena sebagian besar dari pupuk ini diproduksi dengan menggunakan batu bara.

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/431806/kurangi-makan-daging-berarti-kurangi-emisi-pertanian

Pertanianku — Beragam jenis tanaman buah biasa dibudidayakan dengan berbagai car [...]

Pertanianku — Cara menyuburkan tanah bisa dilakukan dengan pemberian pupuk. Sela [...]

Pertanianku — Penggunaan bahan alami untuk menyuburkan tanah sudah digunakan sej [...]

Pertanianku — Bagaimana trik agar jagung manis berbuah lebat? Ya, siapa yang tid [...]

Pertanianku — Ada beberapa jenis anggur yang tersebar di seluruh dunia. Salah sa [...]

Pertanianku — Bisnis beternak ayam kampung sangat menjanjikan. Bagaimana tidak? [...]

Pertanianku — Sejak dulu, daun jambu biji dipercaya dapat mengatasi diare. Untuk [...]

Pertanianku — Apakah Anda ingin memelihara tanaman hias air? Ada banyak jenis ta [...]

Pertanianku — Jenis sapi perah alias sapi penghasil susu ada banyak jenisnya. Sa [...]

Pertanianku — Berbagai cara mengupas mangga bisa dipraktikkan untuk menikmati bu [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10000 milliseconds