Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Kisah Nenek Pengupas Pinang di Aceh Utara; "Kita Cuma Orang Miskin!" | binaswadaya.org      

Kisah Nenek Pengupas Pinang di Aceh Utara; “Kita Cuma Orang Miskin!”

SEORANG nenek terlihat tekun mengupas dan mencungkil biji pinang kering. Tangannya yang sudah keriput sangat lihai memainkan parang kecil yang digenggamnya. Sesekali ia melempar senyum kepada dua bocah perempuan yang duduk di dekatnya.

Tak peduli peluh yang membasahi sekujur tubuhnya, nenek tua itu membelah satu persatu pinang kering yang menumpuk di depannya. Hal serupa juga dilakukan dua bocah itu. Mereka terlihat sangat terampil memisahkan antara kulit dan biji buah pinang, tanpa takut tangannya akan terluka.
Kulitnya yang hitam legam menandakan ia sudah terbiasa dan akrab dengan panasnya sinar matahari. Namun tidak terlihat gurat kesedihan di wajahnya. Ia begitu menikmati pekerjaan yang dilakukannya. Entah itu karena sudah terbiasa, atau memang hanya itulah yang dapat dilakukannya.
Namanya Samsiah, usianya sudah 65 tahun. Ia salah seorang warga di Dusun Bidari, Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara.

Pekerjaan itu sudah dilakoninya sejak puluhan tahun lalu. Dalam satu kilogram pinang yang dikupasnya, ia hanya diupah Rp 1.000. Dulu ia dibantu anak perempuan semata wayangnya. Namun kini, ia dibantu dua cucunya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

“Sebenarnya saya tidak ingin membebani dua cucu saya untuk ikut bekerja paruh waktu sebagai buruh. Namun mau bagaimana lagi, dari sinilah kami memperoleh uang untuk hidup. Hasilnya memang sangat jauh dari cukup, tapi itu lebih baik dari pada tidak ada,” ucap nenek Samsiah kepada ATJEHPOST.co, Minggu, 25 Januari 2015.

Dalam kesehariannya, Samsiah juga menjadi buruh tani. Ditambahkan Samsiah, apa pun pekerjaan yang ditawarkan kepadanya akan dilakoni. Selama itu halal dan bisa menyokong ekonomi keluarganya yang memang sangat tidak berpunya.

“Selama itu halal, saya akan jalani. Yang penting dapur mengepul, anak cucu bisa makan dan sekolah. Kita cuma orang miskin Cu, tinggalnya juga di pelosok. Jika mau makan ya kerja, mana ada pejabat yang kasih bantuan. Rumah saja sudah hampir ambruk akibat pergeseran dasar tanah. Mau bagaimana lagi, cara satu-satunya ya bertahan,” katanya.

http://atjehpost.co/articles/read/19861/Kisah-Nenek-Pengupas-Pinang-di-Aceh-Utara-Kita-Cuma-Orang-Miskin

Pertanianku — Fenomena harga cabai yang melambung tinggi terjadi lagi. Ikatan Pe [...]

Pertanianku — Komoditas perkebunan memiliki kontribusi besar dalam peningkatan e [...]

Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) menilai, pupuk menjadi kunci kema [...]

Pertanianku — Beragam jenis tanaman buah biasa dibudidayakan dengan berbagai car [...]

Pertanianku — Cara menyuburkan tanah bisa dilakukan dengan pemberian pupuk. Sela [...]

Pertanianku — Penggunaan bahan alami untuk menyuburkan tanah sudah digunakan sej [...]

Pertanianku — Bagaimana trik agar jagung manis berbuah lebat? Ya, siapa yang tid [...]

Pertanianku — Ada beberapa jenis anggur yang tersebar di seluruh dunia. Salah sa [...]

Pertanianku — Bisnis beternak ayam kampung sangat menjanjikan. Bagaimana tidak? [...]

Pertanianku — Sejak dulu, daun jambu biji dipercaya dapat mengatasi diare. Untuk [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10000 milliseconds