Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Keuangan Mikro | binaswadaya.org      

Keuangan Mikro

Mungkin bermanfaat untuk menjelaskan definisi tentang microfinance, microcredit, microbanking, dan microenterprise. Mengapa? Supaya terdapat persepsi yang sejalan untuk pengembangan keuangan maupun usaha mikro.

Istilah “microfinance” dimaknai sebagai bentuk pelayanan jasa keuangan, kredit, mobilisasi dana, dan pelayanan produk kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah. Menyitir  Bambang Ismawan, Sekretaris Jenderal Gerakan Masyarakat untuk Pengembangan Keuangan Mikro (Gema PKM) Indonesia, “Microfinance adalah microenterprise finance atau keuangan untuk usaha mikro”. Sementara Muchtar Abbas menyebutkan, microfinance adalah keuangan, pembiayaan, atau modal bagi usaha mikro yang dikelola oleh rakyat miskin. Istilah “microcredit” berarti pelayanan kredit dengan jumlah relatif kecil kepada nasabah (perorangan atau kelompok). Sedangkan “microbanking” mengarah kepada kalangan  perbankan yang dalam kiprah operasionalnya lebih banyak mengarah ke microfinance danmicrocredit.

“Microenterprise” merupakan usaha yang mengembangkan produk atau jasa dalam skala yang mikro. Usaha mikro mencakup beragam sektor primer maupun sekunder. Sektor primer meliputi usaha di bidang pertanian, peternakan, perikanan, industri rumah tangga, dan kerajinan. Sedangkan sektor sekunder mencakup berbagai kegiatan perdagangan, seperti menyalurkan beraneka barang dagangan bahkan menjadi penyalur untuk kegiatan sektor modern. Termasuk pula dalam kegiatan jasa antara lain sewa-menyewa tanah, rumah, tukang ojek, dan tukang cukur.

Target group pelayanan keuangan mikro adalah orang-orang miskin yang terbagi ke dalam 3 strata, yaitu kelompok yang sangat miskin (the poorest), kelompok miskin namun aktif secara ekonomi (economically active poor), dan kelompok berpenghasilan rendah. Saat ini muncul kecenderungan, bahwa pelayanan keuangan dengan pendekatan kredit komersial dapat diberikan kepada kelompok miskin yang aktif secara ekonomi dan yang berpenghasilan rendah. Sedangkan untuk kelompok yang sangat miskin paling jauh dapat dilayani dengan kredit non komersial. Perlu ditambahkan, dewasa ini microcredit menjadi salah satu unsur yang sangat berpengaruh dalam dinamika wacana dan kegiatan pengembangan masyarakat (community development). Sehubungan dengan itu, setidaknya terdapat 3 pendekatan pelayanan keuangan bagi orang miskin. Pertama, pendekatan dana bergulir (revolving fund) sebagai instrumen untuk pembangunan melalui sektor keuangan dimana kelemahannya adalah sifat terlalu sosial (too social). Kedua, pendekatan yang dilakukan oleh lembaga keuangan formal (terutama perbankan) yang terlalu menekankan aspek-aspek finansial (too financial). Dan ketiga, pendekatan yang dikembangkan oleh lembaga koperasi. Kelemahannya, lebih menekankan pada keanggotaan (too membership). Tantangannya, persoalan kemiskinan begitu besar (massive) sehingga tak mungkin kalau hanya menenkankan pada salah satu aspek saja. “Unsur-unsur finansial, sosial, dan keanggotaan tetap penting. Namun, ketiganya perlu diramu dan diarahkan pada spirit yang pro-poor”, simpul Bambang Ismawan. (sjw)

Pertanianku — Beragam jenis makanan sehat banyak menjadi asupan pada saat seseor [...]

Pertanianku — Menghilangkan bekas getah pisang pada baju cukup sulit dilakukan. [...]

Pertanianku — Jeruk memiliki keunikan rasa manis dan asam yang membuatnya terasa [...]

Pertanianku — Bawang merah dan cabai merupakan dua jenis tanaman yang bernilai e [...]

Pertanianku — Ayam arab adalah ayam jenis petelur unggul yang banyak diidolakan [...]

Pertanianku — Tanaman bunga kerap dijadikan tanaman penghias pekarangan rumah. N [...]

Pertanianku — Trik menyimpan buah pisang bisa diterapkan agar buah ini bisa disi [...]

Pertanianku — Buah plum digemari karena dipercaya bisa membantu menurunkan berat [...]

Pertanianku — Biasanya, konsumen menyukai membeli buah yang belum terlalu matang [...]

Pertanianku — Penyakit tular tanah terdiri atas berbagai jenis jamur, bakteri, n [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds