Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Kemendag Dorong Pembangunan Gudang SRG untuk Bantu Petani | binaswadaya.org      

Kemendag Dorong Pembangunan Gudang SRG untuk Bantu Petani

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong pembangunan Gudang Sistem Resi Gudang (SRG) di wilayah yang masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Gudang SRG dinilai dapat membantu para pelaku usaha, khususnya petani, kelompok tani, koperasi, serta usaha kecil dan menengah (UKM) dapat memperoleh kredit di bank tanpa memberikan jaminan atau aset tetap lainnya, seperti tanah, rumah, atau kendaraan bermotor.

“Jaminannya adalah resi gudang itu sendiri yang merupakan bukti kepemilikan barang yang disimpan di gudang, sehingga petani tidak perlu menjual hasil panennya langsung pada saat panen raya di mana harga sedang turun,” jelas Junaedi, Sekretaris Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan, Senin (23/6).

Junaedi menambahkan Gudang SRG merupakan salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan oleh para petani, kelompok tani, Gapoktan, koperasi tani maupun pelaku usaha seperti pedagang, prosesor, pabrikan sebagai suatu instrumen tunda jual dan pembiayaan perdagangan karena dapat menyediakan akses kredit bagi dunia usaha dengan jaminan komoditas yang disimpan di gudang.

Kemendag bekerja sama dengan pemerintah daerah telah membangun sebanyak 98 gudang SRG di 78 Kabupaten di 21 Provinsi sejak 2009 sampai 2013. Khusus di Provinsi Bengkulu, telah dibangun 1 gudang SRG yang berlokasi di Desa Tabah Air Pauh, Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang.

Pada 2014, Kemendag dan pemerintah daerah melakukan pembangunan 19 gudang di 19 kabupaten. Gudang yang dibangun dilengkapi dengan mesin pengering. Junaedi melanjutkan bahwa pembiayaan resi gudang telah dilakukan oleh lembaga keuangan bank seperti BRI, Bank BJB, Bank Jatim, Bank Kalsel, Bank Jateng, BPRS Bina Amanah Satria Purwokerto; maupun lembaga keuangan non-bank, yaitu Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (KUKM).

Nilai total pembiayaan yang telah diberikan sampai Juni 2014 sebesar Rp 194,1 miliar atau rata-rata 70% dari nilai resi gudang yang diagunkan. Saat diluncurkannya resi gudang pada 2008, hingga saat ini sudah dilakukan penerbitan di 47 kabupaten/kota, meliputi Bener Meriah, Simalungan, Deli Serdang, Pasaman Barat, Tangerang, Lebak, Indramayu, Bogor, Sumedang, Ciamis, Subang, Cianjur, Pekalongan, Karanganyar, Demak, Jombang, Jepara, Grobogan, Banyumas, Banjarnegara, Bantul, Wonogiri, Kudus, Madiun, Mojokerto, Malang, Sragen, Tuban, Nganjuk, Ngawi, Blitar, Banyuwangi, Pasuruan, Probolinggo, Tulungagung, Situbondo, Sampang, Barito Kuala, Kota Makassar, Bantaeng, Sidrap, Pinrang, Gowa, Sumbawa, Lombok Barat, Lombok Timur, dan Lombok Tengah.

Komoditas yang disimpan adalah gabah, jagung, beras, kopi, dan rumput laut. Secara akumulatif sampai 5 Juni 2014, jumlah resi gudang yang telah diterbitkan sebanyak 1.289 resi dengan total senilai Rp 267,3 miliar atau total volume komoditas sebanyak 54.307,71 ton terdiri atas 44.919,77 ton gabah; 4.632,47 ton beras; 4.315,08 ton jagung; 20,39 ton kopi; dan 420 ton rumput laut.

SRG menunjukan pertumbuhan yang signifikan. Dari tahun 2012 sampai 2013 jumlah resi gudang yang telah diterbitkan meningkat 40% (153 resi). Peningkatan juga terjadi untuk volume komoditas sebesar 15% (2.652 ton), nilai komoditas sebesar 17% (Rp 15,7 miliar) dan pembiayaan yang diberikan dari Lembaga Keuangan (Bank/Non-bank) sebesar 33% (Rp 8,1 miliar).

Meskipun terus mengalami peningkatan, namun potensi volume hasil panen petani secara nasional masih cukup besar, sehingga volume komoditas yang disimpan dalam gudang SRG masih dapat ditingkatkan. Jika dimanfaatkan secara optimal, SRG ini juga berfungsi sebagai salah satu tolak ukur pemerintah dalam memperhitungkan stok pangan nasional.

Guna mempercepat pelaksanaan SRG secara nasional, Kemendag bekerja sama dengan pemerintah daerah melakukan pembangunan 98 gudang SRG yang tersebar di wilayah Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.

Sumber : http://www.gatra.com/ekonomi-1/55368-kemendag-dorong-pembangunan-gudang-srg-di-wilayah-pertanian%E2%80%8F.html

Pertanianku — Hidroponik menjadi solusi pertanian di perkotaan atau sering diseb [...]

Pertanianku — Salah satu faktor kesukesan dalam beternak ayam ialah pemilihan DO [...]

Pertanianku — Saat ini, lahan pertanian semakin sempit karena banyaknya pendiria [...]

Pertanianku — Olahan daun pepaya terkenal memiliki cita rasa pahit yang kurang d [...]

Pertanianku — Mengupas, mengiris, dan mencuci cabai dalam jumlah banyak bisa mem [...]

Pertanianku — Pengawetan cabai bisa dilakukan agar cabai bisa awet dan tahan lam [...]

Pertanianku — Tanaman hias biasa digunakan untuk mempercantik halaman rumah. Ben [...]

Pertanianku — Pupuk organik yang diolah secara modern diyakini dapat kembali mer [...]

Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) mensosialisasikan aplikasi Sistem [...]

Pertanianku — Selain produk pertanian, ekspor sektor peternakan juga menjadi kom [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10000 milliseconds