Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Kelola Sampah dengan Bank Sampah | binaswadaya.org      

Kelola Sampah dengan Bank Sampah

Pengelolaan sampah di Indonesia saat ini belum dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Padahal sebenarnya, apabila sampah mampu dikelola dengan baik, maka akan sangat bermanfaat bagi masyarakat itu sendiri.

Coba tengok, salah satu contoh pengelolaan sampah yang baik sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yaitu pengembangan Bank Sampah Pasar Pandansari di Balikpapan Barat. Bahkan, bank sampah tersebut menjadi salah satu faktor mengapa kota Balikpapan mampu meraih penghargaan Adipura Kencana, penghargaan tertinggi di bidang kebersihan dan lingkungan di tanah air.

Bank tersebut didirikan oleh pemerintah kota Balikapan bekerja sama dengan Pertamina. Tujuan pembangunannya tidak lain adalah untuk memberikan contoh agar masyarakat lebih memiliki keperdulian terhadap lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi dari sampah itu senidri.

Bank Sampah terpadu ini berdiri diatas area lahan seluas 200 meter yang terletak persis di belakang Pasar Pandansari yaitu Jl Pandan Wangi, RT 028, Margasari, Balikpapan Barat. Karena berdiri tepat di daerah aliran sungai yang menjorok ke laut, Bank Sampah tersebut dikelilingi pohon-pohon mangrove dikanan dan kirinya.

Meski namanya bank,  jangan bayangkan Bank Sampah terpadu ini seperti bank-bank yang berada di gedung ber-AC. Bank Sampah ini mengandalkan masyarakat sekitar sebagai pengelolanya. Di area halaman Bank Sampah juga dapat ditemui kaleng-kaleng bekas, botol plastik minuman soda, sampai karung-karung yang berisi sampah dari Pasar Pandangsari yang tepat berdiri di depannya.

Meskipun pengelolaanya masih sangat sederhana, Bank Sampah terpadu tersebut dipimpin oleh seorang direktur, yakni Busro, warga Margasari yang sudah puluhan tahun mengelola sampah di Pasar Pandansari.

Walaupun berstatus direktur, Busro tetap turun langsung memisahkan sampah-sampah kiriman dari nasabahnya. Saat ditemui Kompas.com, Busro terlihat sedang memilah-milah dan memisahkan sampah plastik dan non plastik di halaman depan Bank Sampah.

“Iya memang tiap hari begini mas, ada sampah datang terus kita pisahin yang plastik,” sebut Busro saat ditanya rutinitasnya setiap hari di Bank Sampah Pasar Pandansari, Balikpapan, Rabu (26/6/2014).

Layaknya bank konvensional, Bank Sampah tersebut juga memiliki kartu tabungan. Kartu tersebut berwarna hijau dengan seruan “Ayo Nabung Sampah” di depannya. Petugas Bank Sampah yang saat itu sedang bekerja sempat memperlihatkan beberapa buku tabungan nasabah. Saldonya memang terlihat belum besar, ada yang memiliki saldo Rp 35.000, ada juga yang memiliki saldo Rp 350.700.

Sistem transaksi yang ada di Bank Sampah Pasar Pandansari sudah dibuat dengan sederhana sehingga penambahan saldo setiap nasabah bisa diperhitungkan dari sampah apa yang disetor ke bank.

Hal tersebut dipermudah karena Bank Sampah Pasar Pandansari sudah memiliki besaran harga untuk berbagai jenis sampah. Berbagai jenis sampah itu dihargai antara Rp 300 – Rp 55.000. Jenis sampah yang paling tinggi harganya adalah sampah dari bahan tembaga yaitu Rp 55.000, sedangkan yang paling kecil harganya adalah botol anggur dan karung yaitu Rp 300. Biasanya, dalam waktu bulan, ada ribuan kilogram sampah-sampah dari berbagai jenis bahan disetor ke Bank Sampah.

Saat ini jumlah nasabah di Bank Sampah Pasar Pandansari sudah mencapai puluhan orang yang sebagian besar adalah para pedagang dan masyarakat sekitar Pasar Pandansari. Data mengenai jumlah sampah dan jenis sampah yang disetor nasabah dicatat secara rapih didalam buku pencatatan. Nantinya buku itulah yang akan menjadi sumber data seluruh transaksi Bank Sampah Pasar Pandansari dalam satu tahun.

Seluruh sampah yang disetor kepada Bank Sampah nantinya akan didaur ulang tergantung jenis sampahnya. Busro mencontohkan, salah satu sampah yang didaur ulang adalah sampah bulu ayam atau bebek. Bulu ayam tersebut akan dijemur dan setelah kering dikirim ke Surabaya untuk dijadikan olehan makanan semacam bubur.

Sementara untuk sampah-sampah plastik, Bank Sampah akan menyalurkannya kepada perusahaan pengolahan plastik untuk didaur ulang kembali.

Dengan adanya Bank Sampah Pasar Pandansari tersebut, masyarakat Margasari semakin sadar akan kelestarian lingkungan dan semakin sadar bahwa sampah bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat jika dikelola secara baik.

 Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/06/28/1411389/Kelola.Sampah.dengan.Bank.Sampah

Pertanianku — Beragam jenis tanaman buah biasa dibudidayakan dengan berbagai car [...]

Pertanianku — Cara menyuburkan tanah bisa dilakukan dengan pemberian pupuk. Sela [...]

Pertanianku — Penggunaan bahan alami untuk menyuburkan tanah sudah digunakan sej [...]

Pertanianku — Bagaimana trik agar jagung manis berbuah lebat? Ya, siapa yang tid [...]

Pertanianku — Ada beberapa jenis anggur yang tersebar di seluruh dunia. Salah sa [...]

Pertanianku — Bisnis beternak ayam kampung sangat menjanjikan. Bagaimana tidak? [...]

Pertanianku — Sejak dulu, daun jambu biji dipercaya dapat mengatasi diare. Untuk [...]

Pertanianku — Apakah Anda ingin memelihara tanaman hias air? Ada banyak jenis ta [...]

Pertanianku — Jenis sapi perah alias sapi penghasil susu ada banyak jenisnya. Sa [...]

Pertanianku — Berbagai cara mengupas mangga bisa dipraktikkan untuk menikmati bu [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds