Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
KEDAULATAN PANGAN MULAI DARI KELUARGA | binaswadaya.org      

KEDAULATAN PANGAN MULAI DARI KELUARGA

KEDAULATAN PANGAN MULAI DARI KELUARGA

Oleh Prof. Dr. Haryono Suyono

 

Menjelang akhir tahun lalu Universitas Gadjah Mada di kampusnya di Jakarta mengadakan Forum Riset Industri Indonesia ke-5 tahun 2012 yang menarik.  Acara yang dihadiri oleh pakar-pakar dari kalangan perguruan tinggi dan praktisi yang menyediakan pangan dalam berbagai bentuknya itu sungguh menarik karena mengambil tema Kedaulatan Pangan, bukan sekedar pembicaraan tentang penyediaan pangan saja, tetapi jauh lebih luas yaitu  komitmen yang dituntut pada bangsa ini untuk bangkit menjadi bangsa yang dengan penuh kebanggaan mempersiapkan diri dan sanggup menjadi penghasil dan sekaligus konsumen pangan lokal serta menguasai pasar dunia yang bisa dimulai di halamannya sendiri.

Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Pratikno, yang memberikan pidato sambutan secara tepat menyebutkan bahwa pasar global sesungguhnya mulai dari warung atau pasar yang ada di halaman rumah kita sendiri. Di setiap warung atau pasar di halaman rumah kita sendiri dewasa ini telah dipenuhi produk susu dari luar negeri, produk daging ayam dari luar negeri dan segala alat dan keperluan sehari-hari yang juga berasal dari luar negeri.

Pasar kita telah menjadi pasar global yang tidak kita nikmati dan justru menjadi lahan dan makanan empuk saudara saudara kita dari luar negeri. Setiap hari lebih dari 250 juta rakyat Indonesia dengan bekerja keras mengumpulkan uang untuk dibelanjakan dengan memanjakan produk asing atau produk asing yang justru dibuat di dalam negeri oleh tenaga kerja kita dengan gaji yang pas-pasan, sehingga setiap hari saudara kita dari luar negeri itu memboyong hasil penjualan berupa keuntungan yang sangat besar mengalir deras ke luar negeri.

Saudara kita di luar negeri itu, berbekal keahlian dan kreatifitasnya dengan tekun mempelajari pola konsumsi dan pola hidup bangsa kita dan dengan tekun sikap dan tingkah laku kita itu
digarapnya dengan baik. Keperluan pangan sehari-hari, yang mau tidak mau harus kita keluarkan, dipenuhi dengan sajian yang sangat baik agar kita merasa nyaman dan tidak ada keluhan sama sekali.

Sementara produk lokal yang pada jaman nenek moyang sudah menjadi makanan kita diabaikan dan tidak pernah atau jarang kita rekayasa agar nampak indah dan mengundang
selera untuk dijadikan makanan dengan tampilan yang menarik dan mengundang minat untuk dikonsumsi secara terhormat.

Disamping itu, lembaga-lembaga perguruan tinggi dan aktifis pelestari pangan kurang mendapat dukungan yang memadai untuk mengadakan penelitian dan mengembangkan hasil penelitian itu untuk pasar yang lebih luas. Universitas Gadjah Mada misalnya telah mengembangkan gayong, melon dengan rasa dan besaran yang lebih baik dan masih banyak lagi temuan yang menggiurkan dan perlu uluran tangan untuk disebarluaskan ke seluruh tanah air sebagai bahan makanan yang tidak kalah enaknya dengan sajian bahan serupa dari luar negeri. Tetapi kita tidak atau belum terlalu mengenal melon Gama itu. Diperlukan tekad politik yang sungguh-sungguh untuk memproduksi secara massal dan menyebarluaskan hasil penemuan tersebut ke masyarakat yang lebih luas.

Perguruan tinggi lain, seperti IPB, juga mempunyai banyak penemuan yang sekarang menarik indah dalam laboratorium dan belum diproduksi secara massal ikut membanjiri pasar global yang dimulai dari halaman rumah sendiri maupun menggantikan barang-barang import yang menyebar luas di pasar global mengisi warung-warung rakyat di pedesaan.

Bahkan banyak beberapa lembaga penelitian dan pengembangan seperti Lembaga Biologi Tropika (Biotrop) juga mempunyai kegiatan yang sangat menarik. Asosiasi petani, antara lain Asosiasi Bank Benih Tani Indonesia (AB2TI) telah menemukan benih yang telah berhasil diuji coba oleh beberapa petani.

Produk-produk hasil penelitian dan pengembangan itu perlu disajikan dengan tampilan yang mengundang selera sehingga pantas dipajang dan menarik pembeli yang biarpun dikonsumsi oleh penduduk yang tingkat ekonominya masih kecil di Indonesia, jumlahnya yang sangat besar bisa menghasilkan keuntungan yang melimpah.

Pembahasan tentang kedaulatan pangan bukan hanya terpaku pada olahan pangannya saja, tetapi perlu perhatian pula pada basis keluarga yang bisa menjadi pelaku dan sekaligus menjadi konsumen dari kedaulatan yang berhasil diciptakan.

Oleh karena itu, tiba waktunya bangsa kita mempergunakan momentum tahun baru 2014, guna mengangkat tekad kedaulatan pangan berbasis keluarga di seluruh tanah air. Kalau setiap keluarga kembali kepada kebiasaan mengkonsumsi makanan lokal, buah lokal, sayuran lokal dan makanan empilan lain yang juga lokal, maka kearifan dan sumber daya lokal, dengan sentuhan tehnologi yang dikembangkan oleh ribuan perguruan tinggi dan pusat penelitian di Indonesia, akan mampu menjadikan bangsa ini bangsa yang kedaulatan pangannya tinggi dan menjadi contoh bangsa besar yang sedang berkembang di dunia. (Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua Damandiri,

Sumber :http://www.harianterbit.com/2013/12/21/kedaulatan-pangan-mulai-dari-keluarga/

 

Pertanianku — Beragam jenis makanan sehat banyak menjadi asupan pada saat seseor [...]

Pertanianku — Menghilangkan bekas getah pisang pada baju cukup sulit dilakukan. [...]

Pertanianku — Jeruk memiliki keunikan rasa manis dan asam yang membuatnya terasa [...]

Pertanianku — Bawang merah dan cabai merupakan dua jenis tanaman yang bernilai e [...]

Pertanianku — Ayam arab adalah ayam jenis petelur unggul yang banyak diidolakan [...]

Pertanianku — Tanaman bunga kerap dijadikan tanaman penghias pekarangan rumah. N [...]

Pertanianku — Trik menyimpan buah pisang bisa diterapkan agar buah ini bisa disi [...]

Pertanianku — Buah plum digemari karena dipercaya bisa membantu menurunkan berat [...]

Pertanianku — Biasanya, konsumen menyukai membeli buah yang belum terlalu matang [...]

Pertanianku — Penyakit tular tanah terdiri atas berbagai jenis jamur, bakteri, n [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds