Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Kartu Ternak NTB jadi Model Percontohan KPK | binaswadaya.org      

Kartu Ternak NTB jadi Model Percontohan KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadikan penerapan kartu ternak di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai model percontohan bagi daerah lain untuk mengatasi mafia ternak atau kartel sapi.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Hj Budi Septiani di Mataram, Rabu, mengatakan KPK sangat mengapresiasi langkah yang diambil pemerintah provinsi (pemprov) tersebut. Karena, dengan penerapan kartu ternak tersebut, diharapkan mampu memutus mata rantai mafia ternak.

“Memang penerapan kartu ternak itu juga tidak terlepas dari rekomendasi yang diberikan KPK yang melihat 62 juta masyarakat petani peternak di Indonesia yang terzalimi dengan adanya impor daging sapi,” katanya.

Sebab, kata dia, dengan adanya penerapan kartu ternak tersebut, KPK berharap akan ada perbaikan baik dalam produksi, distribusi, tata niaga, maupun transportasi sapi di Indonesia.

Menurut dia, selain NTB, kata Budi Septiani, ada sembilan daerah lainnya di Indonesia termasuk salah satunya NTB yang menjadi model percontohan KPK dalam persoalan ternak tersebut. Namun, khusus untuk kartu ternak NTB menjadi rekomendasi KPK agar dapat ditiru daerah lain.

“NTB ini saat ini menjadi contoh bagi daerah lain, sehingga tidak heran saat ini daerah kita didatangi oleh daerah lain di Indonesia untuk belajar, dan Kementerian Pertanian pun telah mengapresiasi atas penerapan kartu ternak di NTB,” ucapnya.

Selain penerapan kartu ternak, sebutnya, NTB juga saat ini menjadi model percontohan informasi pasar penjualan dengan penggunaan teknologi digital di Indonesia. Karena, melalui cara ini, harga ternak yang diperjualbelikan bisa diketahui dengan cepat.

“Memang alat ini di NTB baru satu yang dipasang, yakni di Pasar Hewan Masbagik Lombok Timur. Tetapi, jika ada lagi nanti akan ditambah di pasar hewan lainnya,” ucapnya.

Ia menambahkan, setelah berhasil menerapkan kartu ternak dan penggunaan informasi penjualan hewan ternak melalui digital, saat ini NTB akan memberikan kemudahan dengan memfasilitasi para petani peternak membentuk koperasi di setiap kabupaten/kota se-NTB.

“Untuk pendirian koperasi ini kami sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM. Dari koordinasi itu sudah di inventarisasi untuk siapa saja koperasi itu,” jelasnya.

Dikatakannya, dari 10 kabupaten/kota di NTB setiap daerah di fasilitasi 10 koperasi, namun sampai saat ini baru 22 kelompok yang telah mengajukan surat ke Kementerian Koperasi dan UMKM agar mendapatkan fasilitas dari pemerintah dalam berkoperasi.

“Makanya saat ini kami usahakan seluruh petani bisa menjadi anggota koperasi,” tambahnya.

Sebelumnya, Gubernur NTB TGH Zainul Majdi telah meluncurkan penggunaan kartu ternak sapi, Rabu (22/10) 2014. Peluncuran kartu ternak se-Pulau Lombok tersebut juga dirangkai dengan peluncuran sistem informasi digital di Pasar Ternak Masbagik, Kabupaten Lombok Timur.

Gubernur NTB TGH Zainul Majdi menyatakan peluncuran kartu ternak sangat penting artinya karena tidak hanya petani sebagai pemilik yang mengetahui ternak sapinya, tetapi kesehatan sapinya juga akan ikut terkontrol. Termasuk, memudahkan pemerintah dalam mendata populasi sapi di daerah itu secara lebih realistis.

“Kartu ternak ini mempermudah pembinaan terhadap para pemilik sapi dalam mengatur kesehatan dan kepemilikannya,” kata Zainul Majdi.

Menurut gubernur, peluncuran kartu ternak ini sebelumnya pernah dilaksanakan di Pulau Sumbawa, kartu ternak tersebut tidak hanya berisikan nama pemilik ternak tetapi juga keterangan kesehatan dan jadwal vaksinasi sehingga dapat membantu masyarakat dalam jual beli ternak sehat dengan aman.

Di sisi lain, pasar ternak Masbagik telah memiliki sistem info digital hewan ternak yang berkontribusi besar dalam membantu para peternak agar tidak mengalami kerugian akibat penawaran harga jual yang rendah.

Pemprov NTB menargetkan sebanyak 450 ribu ekor sapi di daerah itu akan memiliki kartu identitas ternak. [ANT/N-6]

http://sp.beritasatu.com/ekonomidanbisnis/kartu-ternak-ntb-jadi-model-percontohan-kpk/70697

Pertanianku — Beragam jenis tanaman buah biasa dibudidayakan dengan berbagai car [...]

Pertanianku — Cara menyuburkan tanah bisa dilakukan dengan pemberian pupuk. Sela [...]

Pertanianku — Penggunaan bahan alami untuk menyuburkan tanah sudah digunakan sej [...]

Pertanianku — Bagaimana trik agar jagung manis berbuah lebat? Ya, siapa yang tid [...]

Pertanianku — Ada beberapa jenis anggur yang tersebar di seluruh dunia. Salah sa [...]

Pertanianku — Bisnis beternak ayam kampung sangat menjanjikan. Bagaimana tidak? [...]

Pertanianku — Sejak dulu, daun jambu biji dipercaya dapat mengatasi diare. Untuk [...]

Pertanianku — Apakah Anda ingin memelihara tanaman hias air? Ada banyak jenis ta [...]

Pertanianku — Jenis sapi perah alias sapi penghasil susu ada banyak jenisnya. Sa [...]

Pertanianku — Berbagai cara mengupas mangga bisa dipraktikkan untuk menikmati bu [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10000 milliseconds