Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Jam Tangan Premium L&K Made in Indonesia Harganya Mulai US$ 3.000/Unit | binaswadaya.org      

Jam Tangan Premium L&K Made in Indonesia Harganya Mulai US$ 3.000/Unit

Lucius Leon Worang dan Hocky Santha merupakan kolaborasi dua pengusaha muda yang telah memproduksi produk jam tangan premium dengan label Lucius & Ki (L&K). Bermula dari kegemaran, dua pria muda ini tertarik untuk membuat jam tangan buatan sendiri dan kemudian memasarkannya. Berbahan dasar kayu keras tropis, bisnis ini berdiri sejak 2009 di Jakarta.

Setelah lima tahun berdiri, L & K masih ingin terus mengepakkan sayapnya dalam bisnis internasional. Mengincar New Zealand dan Inggris, L&K optimistis untuk bisa meraih hati konsumennya. Berikut petikan wawancara Lucius Leon Worang dan Hocky Santha, owner Lucius&Ki dengan Indah Pertiwi:

Apa background pendidikan dan tanggal lahir Anda?

Hocky: Baground pendidikan saya Sistem informatika. Lahir tanggal 28 Agustus 1980.

Leon : Bsc dan MBA, karier export dan international marketing . Lahir di Jakarta, 27 Januari 1986.

Apa ada produk keluaran L& K selain jam tangan?

Tidak ada, hanya arloji.

Apa latar belakang meluncurkan produk ini?

Hobi atau dasar kecintaan terhadap dunia horologi. Dan kami ingin menunjukan kepada dunia luar bahwa Indonesia pun bisa menciptakan sebuah arloji dengan mengangkat budaya indonesia.

Kapan produk L & K mulai diluncurkan?

Tahun 2009

Apa keunikannya, daya tariknya, dan ke “aslian” desainnya?

Keunikannya terdapat pada bahan kayu, mesin mekanik yang diukir, dengan desain membawa budaya indonesia, misalkan salah satunya wayang. Identitas yang kami banggakan.

Bisa diceritakan awal kisah membangun Lucius & Ki dari awal hingga sekarang?

Pada 2009 ide untuk berkarya mengembangkan hobi dan passion terhadap timepieces dan kerajinan indonesia. Luxury items zaman sekarang menurut kami sangat mass produced tanpa memberikan karakter personal terhadap pemakainya. Dengan kayu kami bisa memberikan touch itu karena no twoo wood pieces are the same. Momen paling penting di saat taun 2010 2011, kami meluncurkan produk line emas dan perak. Datanglah liputan pertama dari Jakarta Globe. Akhirnya 2013 awal kita diliput oleh New York Times untuk berita Basel World.

l&k2

Siapa target pasarnya?

Pasar menengah ke atas, pehobi jam yg ingin memiliki keunikan sebuah arloji dan siapa saja yang bisa menghargai suatu bentuk kecintaan seni dan budaya nasional

Bagaimana terobosan pemasarannya (menggunakan cara-cara yang unik dan berbeda)?

Dengan promosi dari mulut ke mulut, forum arloji, website, media sosial, liputan televisi, media cetak. Untuk sementara, kita hanya fokus berkarya. Jualan hanya bonus jika ada yang menghargai. Pemasaran kita untungnya selalu datang dari mulut kemulut dan liputan dari media luar maupun dalam negri. Yang unik adalah dengan cara tidak fokus menjual maka kita bisa berjualan sampai di sini (not commercially minded)

Berapa besar modal awal yang diperlukan dalam membangun bisnis Lucius & Ki?

Modal awal kecil, Rp 200 juta dengan pembagian 50-50. Dari kami sendiri itu semua berawal. Karena secara business nature kita hanyalah hobi dan usaha rumahan, pengembangan bisnis dan modal kita akan dilakukan secara perlahan dan bertahap. Sering dengan jumlah jam tangan yang terjual kita akan menambah jumlah investasi untuk ekspansi. Ini memang perlahan, tapi memang kita hanyalah sebuah usaha kecil yang kita jalankan santai. Uang bukan motivasi, sehingga kita tidak terlalu agresif dari segi bisnis kita. Ini semua didasari hanya hobi dan kecintaan terhadap apa yang kita lakukan…Jika memang ada yang bisa menghargai ya kita sangat bersyukur.

Dana Rp 200 juta itu dialokasikan untuk apa?

Mesin dan percobaan

Bagaimana memanfaatkan media sosial maupun komunitas-komunitas yang ada (termasuk Jakarta Fashion week, atau toko khusus seperti Gooddept, dll)?

Dengan mengadakan gathering sesama penyuka arloji, forum arloji, dan social media online lainnya. Tidak pernah menggunakan event maupun physical store. Hanya dari mulut kemulut dan liputan media.

Bagaimana kinerja bisnisnya?

Cukup dikenal dan mendapatkan sambutan yang sangat baik.

Bagaimana coverage pasarnya (baik di dalam maupun luar negeri)?

Konsumen kami lebih banyak dari luar negeri, Eropa, Amerika, dan beberapa negara Asia. Luar Indonesia sayangnya lebih baik. Kita akan memiliki perwakilan di New Zealand dan Inggris dalam waktu dekat.

Bagaimana prospeknya?

Dengan banyaknya produk arloji dunia, kami yakin dengan membawa budaya Indonesia yang sangat kaya unsur budaya dan kesenian, bisa membawa warna baru dalam dunia horologi dan peluang usaha. Ada ketertarikan dari individu-individu di Inggris dan New Zealand untuk menjadi distributor dan areal manager.

Berapa range harga yang dibanderol untuk produknya?

Harga mulai dari: US$3.000

Berapa omset yang didapatkan per-bulannya?

Ini tidak tentu kadang bisa menjual 2-3 buah atau lebih dalam sebulan kadang tidak ada. Kami menjalankan ini berdasarkan kecintaan bukan untuk komersial sehingga konsistensi penjualan tidak bisa konsisten dari bulan ke bulan. Tapi di situ unik dan serunya. Karena dibuat secara handmade, kami hanya bisa membuat maksimal 10 hingga 15 unit per bulan.

Bisa digambarkan/diilustrasikan bagaimana liku-liku mengawali bisnis, mulai dari merancang desain, mencari bahan baku, mencari tempat untuk memproduksi, kisah-kisah awal saat menawarkan produk, kesulitan-kesulitan yang pernah dihadapi hingga menemukan “titik balik”?

Kami memiliki kesulitan saat pertama kali ide muncul untuk membuat dial dari kayu dan handmade. Kesulitan didapat saat harus menipiskan balok balok kecil kayu menjadi ukuran yang dibutuhkan dan harus menipiskan hingga 1mm, dan ini menggunakan cara manual/handmade. Memilih jenis kayu yang beraneka ragam di Indonesia ini cukup memakan waktu saat awal kami bereksperimen dalam motif dan corak terhadap desain kami.

Bagaimana untuk terus melakukan inovasi baik desain maupun cara-cara marketing?

Kami mencintai budaya Indonesia yang kaya akan unsur seni yang beraneka ragam, dengan ini kami yakin bisa terus berkreasi dengan kayanya budaya yang kita miliki. Marketing kami hanya melalui media internet dan media cetak.

Bagaimana agar bisnis ini terus berlanjut hingga generasi berikutnya (bagaimana upaya membangun kesetiaan kepada anak cucunya agar mereka mencintai dan mau meneruskan bisnis ini?

Mengenali dunia horologi kepada anak cucu sedini mungkin, mengajari secara teknis, membimbing ide-ide baru mereka berkembang dan bisa meneruskan. (***)

Sumber : http://swa.co.id/entrepreneur/jam-tangan-premium-lk-made-in-indonesia-harganya-mulai-us-3-000unit

 

Pertanianku — Hidroponik menjadi solusi pertanian di perkotaan atau sering diseb [...]

Pertanianku — Salah satu faktor kesukesan dalam beternak ayam ialah pemilihan DO [...]

Pertanianku — Saat ini, lahan pertanian semakin sempit karena banyaknya pendiria [...]

Pertanianku — Olahan daun pepaya terkenal memiliki cita rasa pahit yang kurang d [...]

Pertanianku — Mengupas, mengiris, dan mencuci cabai dalam jumlah banyak bisa mem [...]

Pertanianku — Pengawetan cabai bisa dilakukan agar cabai bisa awet dan tahan lam [...]

Pertanianku — Tanaman hias biasa digunakan untuk mempercantik halaman rumah. Ben [...]

Pertanianku — Pupuk organik yang diolah secara modern diyakini dapat kembali mer [...]

Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) mensosialisasikan aplikasi Sistem [...]

Pertanianku — Selain produk pertanian, ekspor sektor peternakan juga menjadi kom [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10000 milliseconds